
Tak terasa Aberlie dan Bram sudah hampir sebulan berada didesa x, mereka selalu menghabiskan waktu mereka berdua untuk jalan jalan walau hanya mengelilingi deaa sekitar saja.
Terkadang juga mereka berburu kuliner pinggir jalan ketika mereka melewatinya saat sedang jalan jalan.
Aberlie paling suka mengunjungi taman tempat para muda mudi nongkrong, tempat itu tak pernah sepi pengunjung.
Saat malam tempat tersebut dipenuhi pengunjung dan juga pedagang makanan.
"Dear gak terasa kita disini sudah hampir sebulan ajah yah, rasanya aku tak ingin kembali kekota" ucap Aberlie yang tengah mengusap rambut Bram yang sedang tiduran dipangkuan Aberlie.
"Jika kau tak ingin kembali kita bisa tinggal disini by" ucap Bram.
"Tidak dear, perusahaan membutuhkanmu dan cafe ku juga membutuhkanku, walaupun ada Rean yang mengurusnya namun aku juga tak boleh egois" ucap Aberlie.
"Jika kau sesekali ingin berkunjung kesini lagi kapanpun aku siap by"
"Sungguh"
"Hmm" Bram menganggukan kepalanya.
***
Hari kepulangan Aberlie dan Bram kekota x pun tiba, mereka sudah berada didalam mobil dan sebentar lagi akan tiba dimansion karena hari sudah mulai gelap.
Tak berapa lama mobil memasuki pelataran mansion milik Bram, seperti biasa Aberlie pasti tengah tertidur.
Setelah memanggil mang Joko untuk membantunya mengangkat barang barang dari dalam bagasi Bram kemudian mengangkat tubuh sang istri untuk dibawa masuk.
"Ternyata kamu sudah mulai berat by" ucap Bram berbicara sendiri saat menggendong tubuh Aberlie.
Bram meletakkan tubuh Aberlie secara hati hati diatas tempat tidur agar ia tak terbangun.
Karena waktu sudah larut saat Bram tiba Bram memutuskan untuk ikut tidur disamping Aberlie.
Pagi menjelang, Aberlie membuka matanya perlahan, ia menoleh kearah samping, ia melihat suami tampannya masih terlelap tidur.
Aberlie memindahkan tangan milik Bram yang berada diatas perutnya, ia turun dari tempat tidurnya dan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.
Setelah merasa segar ia turun menuju dapur untuk membuat sarapan untuknya dan untuk suami tercintanya.
"Pagi mbok" sapa Aberlie pada Mirna yang telah selesai membersihkan rumah.
"Pagi nyonya, nyonya butuh sesuatu?" tanya Mirna.
"Tidak mbok, saya hanya ingin membuat sarapan saja" ucap Aberlie yang sedang memilih bahan masakan dikulkas.
"Biar saya bantu nyonya, nyonya ingin membuat apa"
"Sepertinya aku ingin makan bihun goreng mbok, apa ada bihun mentah mbok" tanya Aberlie.
"Ada nyonya biar saya ambilkan" ucap Mirna menuju lemari gantung diatas tempat cuci piring.
"Mau berapa bungkus nyah" tanya Mirna kembali.
"Cukup untuk sarapan saja mbok"
"Kalau begitu sebungkus besar saja cukup nyah" ucap Mirna seraya memberikan sebungkus besar bihun kemasan.
"Makasih mbok"
Aberlie mulai meracik bumbu dan membersihkan sayuran serta memotongnya.
setelah semua siap ia langsung memasaknya.
"Mbok sore ini tolong bikinin lontong yah, sepertinya besok sarapan lontong sayur enak mbok, besok biar aku yang buat sayurnya, mbok Mirna cukup buatin lontongnya saja nanti sore yah" ucap Aberlie yang masih sibuk mengaduk bihun gorengnya didalam wajan.
"Baik nyah"
Tak lama bihun goreng ala Aberlie siap, ia membaginya menjadi empat porsi, yang dua porsi ia berikan pada Mirna dan Joko yang dua porsi lagi ia bawa kemeja makan tak lupa dengan teh manis hangat untuk dirinya dan kopi hitam untuk sang suami.
"Biar mbok saja nyah yang membereskannya, lebih baik nyonya mengajak tuan muda sarapan saja" ucap Mirna saat Aberlie akan mencuci perkakas yang telah ia pakai.
"Baiklah mbok, makasih yah"
Aberlie menuju kamarnya untuk membangunkan Bram, namun saat memasuki kamar Bram sudah tak ada diatas tempat tidur.
Tak lama Bram keluar dari dalam kamar mandi dengan masih menggunakan handuk yang melilit dipinggangnya.
Aberlie langsung menuju walk in closet untuk mengambil pakaian untuk suaminya.
Bram memeluk tubuh Aberlie dari belakang saat sedang memilih pakaian yang akan dikenakan oleh Bram.
"Aku tak mengganggu by, aku hanya ingin memelukmu"
"Ya sudah sekarang pakai bajunya terus kita sarapan oke, aku hari ini ingin mengunjungi nenek dan kakek"
"Transfer energinya dulu by" ucap Bram dengan nada manja masih memeluk Aberlie.
"Astaga kamu ini sudah seperti bayi saja"
"Kalau kamu gak mau transfer energi buat aku, aku gak bakal lepasin kamu"
"Iya iya dear"
Aberlie berbalik kemudian mengecup bibir Bram, saat Aberlie akan melepasnya Bram malah menahan kepalanya, ciuman mereka semakin dalam.
Tangan Bram sudah meremas buah kenyal milik Aberlie membuat mata Aberlie membulat.
Aberlie memegan tangan Bram dan menggelengkan kepalanya, Bram pun melepaskan ciumannya.
"Kenapa by" ucap Bram yang suaranya sudah terdengar berat.
"Aku lapar dear, kita sarapan oke"
"Tapi by"
"Aku janji malam ini akan melayanimu" sambung Aberlie sebelum ada drama lainnya dari sang suami.
"Tapi aku ingin malam ini kamu yang berinisiatif dan bekerja by" Bram berbisik ditelinga Aberlie seketika membuat wajah Aberlie memerah karena permintaan Bram.
"Dear..."
"Atau ingin sekarang" ucap Bram dengan cepat.
"Baiklah aku akan berusaha" ucap Aberlie seraya menundukan kepalanya malu.
Bram membuka laci dan mengambil kotak kemudian menyerahkannya pada Aberlie.
"Pakai ini malam ini oke" Bram mengedipkan sebelah matanya dan meninggalkan Aberlie yang masih mematung.
Aberlie membuka kotak tersebut dan melihat isinya, wajahnya bertambah merah setelah melihat isinya.
Astaga pakaian apa ini, kenapa tembus pandang sekali, dan cela*a dal*m ini mengapa bagian tengahnya bolong seperti ini, apa aku harus memakainya, gumam Aberlie membulatkan bola matanya sempurna.
"By, ayo katanya mau sarapa, apa kamu mau sarapan pagi dikamar bersamaku sekarang by" ucap Bram dan Aberlie langsung meletakan kotak tersebut dan menghampiri Bram segera.
"A..a..ayu ki..kita sarapan" ucap Aberlie gugup karena masih malu dengan isi kotak yang diberikan oleh Bram.
Dari mana Bram mendapatkan pakaian seperti itu dan kapan ia membelinya, gumam Aberlie masih dalam pikirannya yang entah kemana.
"Kamu sakit by" Bram melambaikan tangannya didepan wajah Aberlie.
"Ah ti.. tidak dear, ada apa?" Aberlie menjawab gugup.
"Makanan kamu dari tadi gak dimakan malah diaduk aduk terus" ucap Bram menunjuk piring Aberlie.
"Aaah iya maaf, mungkin aku lelah, ini aku makan" jawab aberlie menyengir kuda.
Setelah mereka selesai sarapan, mereka langsung bergegas menuju rumah besar.
Tak butuh waktu lama mobil sudah berhenti didepan rumah utama.
"Nenek, aku rindu sekali pada nenek" ucap Aberlie berlari memeluk Fatma begitu masuk kedalam rumah.
"Kalian sudan pulang, kapan kalian sampai?" tanya Fatma membalas pelukan Aberlie.
"Samalam kami sampai nek, ini bronis panggang kesukaan nenek yang ku beli ditempat biasa kakek beli" Bram memberikan kotak berisi bronis panggang.
"Waaah dari mana kamu tahu nenek suka ini" Fatma meraih kotak bronis tersebut.
"Dari siapa lagi jika bukan dari sang arjuna tercintanya nenek, hehe" ucap Bram berkekeh dibarengi oleh Aberlie.
*****
Hai kakak, mau curhat sedikit nih, hari ini aku ada melihat komen dari salah satu reader yang mengatakan ko Aberlie bod*h banget sih udah tau minuman dikasih obat masih ajah diminum. memang diawal kisah aku memang menceritakan seperti itu, aberlie meminum minuman yang diberikan oleh aliva karena tak ingin aliva curiga karena kalau sialiva curiga aberlie takut aliva malah berbuat nekat saat itu juga malah nanti jadi cerita yang lain lagi dan yang diminum aberlie itu hanya sedikit teguk saja untuk meyakinkan aliva bahwa rencananya berhasil, tapi yang namanya obat perangsang yah kakak biarpun sedikit pasti bakal berefek makanya aku buat efeknya pada aberlie itu berjalan lambat karena dia cuma minum sedikit beda lagi kalau minum banyak itungan detik pasti sudah langsung kaya cacing kepanasan.dan dikomentar reader pula ada yang menjawab maklum authornya masih bronze, author memang masih bronze kakak karena kan ini novel perdana author dan author juga baru belajar, segala komentar baik atau buruk author terima dengan rasa terima kasih author pada kalian karena berarti kan kalian perhatian dan sayang sama author, untuk komentar buruk author buat itu sebagai motifasi author untuk lebih baik lagi. jika reader tak suka dengan cerita yang author buat yah author mohon maaf yang sebesar besarnya pada reader yang kecewa dengan cerita yang tak sesuai keinginan reader ini, namun jika reader suka dan terus ikuti setiap episode ceritanya author benar2 berterimakasih banget yang sebesar2nya🙏😊🤗
Selamat membaca yah jangan lupa likenya
Maaf jika masih banyak penulisan yang salah.
Salam hangatku untuk kalian semua🙏😊🤗🥰