CEO BUCIN

CEO BUCIN
episode 66



Kakak sekalian sebelum lanjut baca siap siap nempel samping misua ya, soalnya part ini Aberlie bakal memegang kendali yang jomblo dan belum nika othor minta maaf yah kak tolong jangan kebawa sama gesreknya othor, othor anak baik baik ko sumpah deh kak cuma terkadang sedikit gesrek jadi menghasilkanlah cerita gesrek seperti ini✌😁


Setelah makan siang mereka membahas pernikahan Haris dan Risa yang akan digelar dua minggu kemudian.


Bram dan Aberlie yang akan mengurus masalah gaun pengantin, gaun prewed dan seragam untuk para keluarganya, dua sejoli ini pastinya akan menyerahkannya pada Monic.


Tak terasa malam sudah tiba, setelah makan malam Bram dan Aberlie memutuskan untuk kembali kemansion.


Saat diperjalanan pulang Bram mampir sebentar kesebuah minimarket untuk membeli sesuatu.


(hayo ada yang tau gak kira kira Bram beli apa yah diminimarket😁 eits jangan sembarangan nebak yah kakak🤭)


"Ko berhenti sih dear?" tanya Aberlie bingung karena hari ini bukan jadwal belanja bulanan mereka.


"Aku mau beli sesuatu buat bekel begadang ngeladenin istri tercintaku beraksi" ucap Bram mengedipkan sebelah matanya menggoda, wajah Aberlie langsung merona mendengar ucapan Bram.


"A..aku tung...tunggu disini ajah deh Bram" ucap Aberlie gugup.


"Ya sudah aku masuk dulu yah, kamu mau apa by biar sekalian?" tanya Bram sebelum ia keluar namun sudah membuka pintu mobil.


"Happy tos yang bungkus merah sama You C 1000 yang lemon yah dear, udah itu ajah" jawab Aberlie.


(waaah Aberlie itu cemilan kesukaan othor😁)


"Ya sudah, kamu yakin gak mau ikut biar milih langsung maunya apa ajah" ucap Bram meyakinkan.


"Gak dear, aku tunggu sini ajah" ucap Aberlie meyakinkan.


Bram pun pergi menuju minimarket dua puluh empat jam tersebut untuk membeli bekal untuk mereka begadang.


Astaga Bram ternyata masih inget, aku harus gimana, apa aku harus pura pura tidur ajah dimobil yah biar gak jadi, masalahnya masa aku yang harus bekerja sih, mana harus pakai baju kaya saringan pula, gumam Aberlie tak hentinya menggelengkan kepalanya.


Tak lama Bram datang membawa plastik berisi berbagai macam camilan.


Bram masuk kedalam mobil dan langsung melajukan mobilnya menuju mansionnya.


Sesampainya dimansion mereka langsung menuju kamar mereka.


Didalam kamar Aberlie tampak canggung antara bingung mau berbuat apa dan mau bicara apa.


"Gak mandi dulu by?" tanya Bram mengagetkan Aberlie.


"Ah i..iya dear aku ma...mau mandi dulu" ucap Aberlie gugup.


"Jangan lupa lingerie nya dipakai yah by" ucap Bram berbisik ditelinga Aberlie membuat Aberlie salah tingkah.


Aberlie pun masuk dengan membawa lingerie yang diberikan Bram pagi tadi.


Seusai mandi Aberlie berdiri didepan cermin didalam kamar mandi, ia masih mengenakan kimono mandinya dan belum mengenakan lingerienya.


Aberlie menjembreng lingerie tersebut didepan wajahnya seraya wajahnya berubah merah karena malu melihat lingeri tersebut.


Apa aku harus mengenakan saringan seperti ini sih, biasanya juga dia langsung buka anduk ajah kalo aku abis selesai mandi tanpa permisi, gumam Aberlie.


Akhirnya Aberlie memutuskan untuk memakainya karena tak ingin membuat Bram kecewa, setelah memakai lingerie tersebut Aberlie kembali bercermin, ia malihat dirinya yang sangat seksi mengenakan lingerie didepan cermin.


Astaga, ini mah sama ajah dengan tak memakai baju, Aberlie menepuk keningnya.


Ia memutuskan untuk mendobelnya dengan mengenakan kimono mandinya kemudian ia keluar dari kamar mandi dan mendapati Bram tengah tertidur diatas kasurnya.


"Kamu gak mandi by?" tanya Aberlie masih dengan nada gugup.


Bram hanya menyengir saja melihat tingkah Aberlie yang menurutnya menggemaskan.


Aku tak tahan melihat wajah gugupnya tersebut, gumam Bram menahan tawanya.


"Baiklah by aku mandi sebentar, kamu diem diem disini yah jangan nakal" ucap Bram kemudian masuk kedalam kamar mandi.


Saat pintu kamar mandi dibuka Aberlie seketika terlonjak, Bram menghampiri Aberlie, ia memeluknya dari belakang dan mencium tengkuk lehernya dengan lembut membuat Aberlie memejamkan matanya.


"Ko gak dipakai by?" bisik Bram ditelinga Aberlie.


"Di...di pa...kai ko Bram"


"Aku suka sekali jika kau memanggilku Bram saat sedang seperti ini by, suaramu terdengar seksi" bisik Bram kembali seraya tangannya membuka tali kimono yang dikenakan Aberlie.


"Dear lampunya oke" Aberlie menghentikan tangan Bram.


Bram pun mematikan lampunya dan menggantinya dengan lampu tidur.


"Terus apa lagi by" ucap Bram meraih tangan Aberlie dan menuntunya kesofa.


Bram duduk diatas sofa dan memangku Aberlie dipangkuannya, Bram membuka kimono mandi yang dipakai oleh Aberlie dan membuangnya kesembarang tempat.


Bram melihat Aberlie memakai lingerie yang ia berikan dan tersenyum lebar, walaupun hanya menggunakan lampu tidur namun Bram masih bisa melihat Aberlie yang begitu seksi mengenakan lingerie.


Bram memeluk tubuh seksi Aberlie erat, ia mengecup dada bagian atas dekat buah kenyal milik Aberlie, ia meninggalkan jejak didada tersebut.


Aberlie memeluk kepala Bram dan meremasnya, Bram mendongakan kepalanya melihat kewajah Aberlie yang bersemu malu.


Aberlie tiba tiba berinisiatif mencium bibir Bram, ia ******* bibir Bram seperti yang sering Bram lakukan padanya.


Bram membalas ciuman Aberlie, walaupun Aberlie yang berinisiatif menciumnya lebih dulu namun Bram yang mengambil alih ciuman tersebut.


Aberlie memberanikan diri memegang sibeo dibalik handuk tersebut, Aberlie terkejut saat sibeo berkedut ketika ia memegangnya.


Aberlie membuka handuk yang melilit dipinggang Bram dan meraih sibeo saat sibeo sudah mencuat, bibir mereka masih saling bertaut satu sama lain.


Bram menyeringai saat Aberlie memberanikan diri memegang sibeo.


Aberlie mengo**k sibeo perlahan, ia memainkan kepala sibeo hingga beberapa kali sibeo berkedut dan tiba tiba Aberlie tertawa saat sibeo berkedut.


Bram melepaskan ciuman mereka saat Aberlie tertawa, Bram tahu ini adalah pertama kalinya sang istri menyentuh beonya.


Bram membiarkan Aberlie bermain dengan beonya, ia ingin melihat sampai dimana sang istri akan berinisiatif.


Bram menyander dikepala sofa sedangkan Aberlie masih duduk dipangkuannya seraya tangannya mengo**k sibeo dan terkadang ia tertawa dikala sibeo berkedut.


Bram gemas melihat tingkah Aberlie, ia kembali mencium bibirnya kemudian turun keleher jenjangnya, Bram menarik tali lingerie dipundak Aberlie hingga terlepas.


Bram membuka lingerie bagian atas yang menutupi buah kenyal Aberlie, Bram langsung menghisap buah kenyal tersebut seperti bayi yang tengah memakan makanannya.


Tangannya yang satupun tak kalah sibuknya meremas sibuah kenyal tersebut.


Aberlie mende**h seraya tangannya meremas sibeo, Bram menidurkan Aberlie disofa, ia membuak lingerie tersebut dan membuangnya kesembarang tempat, karena celana dal*mnya tengahnya ****ng Bram tidak melepas celana tersebut.


Bram mengakat kaki Aberlie keatas dan membukanya, ia mulai memainkan lidahnya ditempat kesukaannya sehingga membuat Aberlie bergelinjang.


Bram memasukan lidahnya kedalam milik Aberlie dan mengobrak abrik dalamnya membuat Aberlie meracau tak jelas.


Bram naik keatas dan mengecup bibir Aberlie.


"Panggil namaku yang keras by, malam ini aku ingin mendengar kamu memanggil namaku yang keras, jangan ditahan oke" bisik Bram ditelinga Aberlie.


*****


Hayoooo pasti nungguin kelanjutannya yah😂😂


Selamat berhalu ria bersama othor gesrek yah kakak jangan lupa likenya jangan ketinggalan kalo katinggalan nanti othor gak lanjutin halunya loh😂😂😁


Salam hangat dariku untuk kalian semua🙏😊🤗🥰