
"Wah, apa kamu tidak mencintai istrimu, Tuan Antonio?" sekakmat Dean. Dean sudah ingin menghajar Antonio.
"Cinta? Apa kamu tahu? Pernikahan ini tidak
berlandaskan cinta. Ah, aku lupa ... tapi Manda-mu itu ...
sudah menyatakan bahwa dia mencintaiku. Sayangnya, aku sudah bilang padanya kalau jangan mengharapkan cintaku karena selamanya aku tidak akan pernah jatuh cinta padanya."
BAMI
Astaga, Antonio bodoh! Aku akan bilang mama o
nanti, batin Eta.
"Lho, Mand." Eta tidak menyadari bahwa Manda sudah berjalan menuju pintu rumah.
"Antonio!" Suara Manda sangat bergetar.
"Manda!" seru Dean terkejut.
"Amanda," ucap Antonio sambil berdiri
Air mata Manda benar-benar sudah tidak terbendung lagi. Bahkan, isak tangisnya seolah menyayat hati siapa saja yang mendengarnya. Dengan sisa-sisa kekuatan yang ada, Manda terus melangkah mendekati sang suami
235| CEO Bucin - Missecha
"Antonio, apakah yang kamu katakan benar?"
ucap Manda. Dia benar-benar terluka
"Manda," lirih Antonio. Dada Antonio tiba-tiba terasa sakit. Dia melihat tubuh sang istri bergetar hebat.
Wajah itu juga penuh dengan air mata.
"Apa .. apa ... yang kamu katakan benar? Apa kamu ... akan membuangku?" tanyanya tepat di hadapan Antonio.
Antonio diam seribu bahasa. Pikiran, hati, dan egonya berperang satu sama lain saat itu.
"Baik. Aku mengerti," jawab Manda sambil Aaก
mengelap air matanya. Dia berusaha menguatkan diri.
Dia pun berpaling menghampiri Dean. "Kak Dean, maafin
Manda. Tapi hati Manda sudah Manda berikan pada orang lain," ucap Manda. "Maafin Manda, Kak." Manda pun berlari sekencang mungkin keluar rumah.sekene
"Amanda...."
"Amanda ...."
Teriak Dean dan Antonio bersamaan, tetapi saat mereka akan mengejar, Eta menghalangi mereka.
236| CEO B.cin- Missecha
"Untuk apa kalian mengejarnya, hah?!" hardik
Eta.
"Antonio, kamu sudah membuat kesalahan besar
... hiks ..." Tangis Eta pun pecah. "Kamu membuat kesalahan besar, Antonio. Manda sedang hamil anakmu ... hiks ..""Anteกน s
"Apa? Apa maksudmu?" Antonio meminta penjelasan dari Eta.
"Ini." Eta pun memberikan surat dokter dan hasil USG pertama kandungan Manda. "Kami baru dari dokter kandungan. Manda sedang hamil, Antonio... iks .. Dia ....
Antonio tidak menunggu waktu lama. Dia pun berlari mengejar Manda
Kini amarah Eta dia arahkan pada Dean. "Dan
kamu! Aku sudah memperingatkanmu!" Eta terus memukul tubuh Dean. "Kenapa kamu jahat sekali? Hik …..."
Dean menahan tangan Eta. "Hentikan! Aku
bilang, hentikan! Aku bisa jelaskan nanti, tapi sebaiknya kita kejar Manda," ajak Dean.
Dean dan Eta pun ikut mengejar Manda.
237| CEO Bcin- Missecha
Rumah di kawasan elite itu cukup sepi dari lalu-lalang orang banyak.
"Aku tahu akan seperti ini. Aku tahu, aku tidak
ditakdirkan untuk bahagia. Hiks ..." ucapnya terus.
Pikirannya benar-benar kalut.
Tin ... (Antonio berhasil menemukan Manda)
"Manda, berhenti"
"Aku harus pergi sejauh mungkin, Hiks .. aku
tidak berguna. Aku tidak berguna." Dalam kekalutannya,
Manda tidak melihat sebuah motor melaju dengan kecepatan tinggi.
"Amandal Oh, tidak! Amanda, awas!" teriak
Antonio
"Akhh" teriak Manda melindungi perutnya.
tangannya mencoba
Prong!
"Amanda!"
Antonio berlari secepat mungkin untuk menolong
tubuh Manda yang sudah tergeletak di aspal. Dahi itu berdarah, tetapi tangan Manda tetap melindungi
238) CEO Bucin-Missecha
perutnya. Sementara motor yang menabrak Manda langsung tancap gas melarikan diri.
"Astaga, Amanda!" pekik Eta.
"Mandal" ujar Dean.
"Cepat! Bawa ke rumah sakit. Antonio!" seru Eta.
Antonio pun membopong tubuh Manda ke dalam mobil. "Manda, bangunlah. Aku mohon," seru Antonio.
Ya, Tuhan ... tolong selamatkan Manda dan keponakan- keponakanku, batin Eta
Tubuh Eta ikut bergetar dan lemas. Dia hanya terpaku di tempat Manda mengalami kecelakaan, tetapi
Dean menariknya.
"Apa yang kamu lakukan? Ayo, kita susul
mereka."
"Hiks ... kenapa kamu jahat sekali? Apa tujuanmu
sebenarnya?" tanya Eta. "Aku membencimu! Aku benarbenar membencimu!" seru Eta sambil memukul Dean membabi buta.
Dean tiba-tiba memeluk Eta dengan erat.
2391 CEO Bcin - Missecha
"Aku baru merasakan bahagianya bisa menjadi
seorang tante. Hiks ... kenapa kamu menghancurkannya?
Kamu jahat!" seru Eta lagi.
"Maafkan aku. Aku bisa jelaskan padamu. Sudah, tenanglah. Aku minta maaf," seru Dean. "Lebih baik kita ke rumah sakit sekarang, yah."