CEO BUCIN

CEO BUCIN
episode 22



"Cup, cup ... Sayang.. maafin aunty, ya ... udah ganggu tidur kamu," ucap Manda seraya menggendong Baby Niel.


Antonio pun memegang pundak Manda, tetapi Manda menepisnya.


Antonio terus memperhatikan cara Manda menjaga dan merawat Baby Niel. Dari sofa mata Antonio terus memperhatikan Manda yang dengan tulus menjaga Baby Niel.


Setelah Baby Niel tertidur kembali, Manda lalu membaringkan Baby Niel kembali ke tempat tidur


"Istirahatlah," ujar Antonio kembali.


Meskipun berada dalam satu sofa, tetapi Manda memalingkan sebagian tubuhnya dari sisi Antonio.


Mereka pun tertidur bergantian menjaga baby Niel malam itu layaknya sepasang orang tua yang


merjaga buah hati mereka.


104| CEO Bucin -Missecha


ВАВ 13


Manda terbangun kaget saat sesuatu yang berat menindih perutnya.


"Akh!" pekik Manda. Saat itu pula tawa riang dari Baby Niel yang sudah berada di atas perutnya berhasil membuka matanya lebar-lebar. "Astaga, Baby Niel..."


"Disuruh istirahat, nggak mau. Tapi tidur kayak kebo," sindir sebuah suara yang sangat Manda kenal siapa lagi kalau bukan Antonio.


"Lho, kok aku bisa di sini?" tanya Manda ketika menyadari di mana dirinya berada saat ini yaitu di ranjang Baby Niel.


"Selamat pagi." Terdengar suara lembut seorang wanita lain menggema di kamar itu.


"Bu Angel?"


105| CEO Bucin - Missecha


Bu Angel pagi itu memutuskan datang ke rumah sakit setelah mendapat informasi dari Manda, tetap yang membuat kedatangan Bu Angel berbeda adalah karena Bu Angel didampingi oleh Dean.


"Astaga. Maafkan ibu, Manda. harus membuat kalian repot menjaga Baby Niel," ucap tulus Bu Angel.


Mendengar hal itu tentu saja Manda menepisnya "Enggak kok, Bu. Manda nggak merasa direpotkan."


"Halo, Mand!" sapa Dean ramah


"Kak Dean? Kakak juga datang?"


"lyah, Mand. Ibu telepon Dean dan minta diantarkan ke sini," ucap Bu Angel, justru menjawabnya.


"Sekali lagi makasih, Pak Antonio. Sudah membantu Baby Niel," seru Bu Angel kembali.


"Sama-sama, Bu."


106| CEO Bucin - Missecha


ВАВ 13


Manda terbangun kaget saat sesuatu yang berat menindih perutnya.


"Akh!" pekik Manda. Saat itu pula tawa riang dari Baby Niel yang sudah berada di atas perutnya berhasil membuka matanya lebar-lebar. "Astaga, Baby Niel..."


"Disuruh istirahat, nggak mau. Tapi tidur kayak kebo," sindir sebuah suara yang sangat Manda kenal siapa lagi kalau bukan Antonio.


"Lho, kok aku bisa di sini?" tanya Manda ketika menyadari di mana dirinya berada saat ini yaitu di ranjang Baby Niel.


"Selamat pagi." Terdengar suara lembut seorang wanita lain menggema di kamar itu.


"Bu Angel?"


105| CEO Bucin - Missecha


Bu Angel pagi itu memutuskan datang ke rumah sakit setelah mendapat informasi dari Manda, tetap yang membuat kedatangan Bu Angel berbeda adalah karena Bu Angel didampingi oleh Dean.


"Astaga. Maafkan ibu, Manda. harus membuat kalian repot menjaga Baby Niel," ucap tulus Bu Angel.


Mendengar hal itu tentu saja Manda menepisnya "Enggak kok, Bu. Manda nggak merasa direpotkan."


"Halo, Mand!" sapa Dean ramah


"Kak Dean? Kakak juga datang?"


"lyah, Mand. Ibu telepon Dean dan minta diantarkan ke sini," ucap Bu Angel, justru menjawabnya.


"Sekali lagi makasih, Pak Antonio. Sudah membantu Baby Niel," seru Bu Angel kembali.


"Sama-sama, Bu."


...Dikomen yah supaya Arthur tambah semangat Up nya...


106| CEO Bucin - Missecha