CEO BUCIN

CEO BUCIN
episode 27



Bibi melihat mobil Ramon mulai memasuki halaman rumah tuannya. "Andai sikap Den Antonio sama kayak Den Ramon, pasti Non Manda akan bahagia dan nggak akan nangis terus," gumam sang bibi.


"Selamat pagi, Bibi yang cantik," sapa Ramon


memberikan rayuan mautnya. Sifat Ramon inilah Yangdia warisi dari sang ayah, Rendy.


"Duh, si Den Ganteng ini bisa aja," ucap bibi tersipu malu. "Mari masuk, Den. Sarapan dulu."


"Manda udah bangun, Bi?" tanya Ramon.


"Sudah, Den. Tapi masih di kamarnya. Tadi bibi bawain makanan, tapi nggak dibuka buka pintunya.


Mungkin masih tidur kali, yah, Den?" tanya balik Bi Nana.


Nggak mungkin Manda belum bangun. Apa kondisinya baik-baik aja, tuh anak, yah? batin Ramon


cemas.


Namun, Ramon lupa bahwa Antonio sudah memasang CCTV di rumahnya. Pasca kepergiannya, neskipun terlihat cuek, tetapi sesekali Antonio


memantau pergerakan Manda melaluilui CCTV.


Tidak lama setelah mobil Ramon tiba, Antonio pun mengikuti di belakang.


1281 CEO Bucin - Missecha


Flashback on


"Ramon kemana, ya? Apa mungkin dia udah ke kantor? Ah, terserahlah," gumam Antonio pelan sambil mengambil sandwich buatan sepupunya.


"Apa yang sedang gadis itu lakukan sekarang?"


Antonio pun membuka ponsel pintar yang menghubungkan CCTV di rumahnya itu.


Antonio memantau keadaan dalam rumah yang


masih sepi, tetapi saat dia memindahkan gambar ke area halaman, begitu terkejutnya Antonio saat melihat mobil sang sepupu justru berada di san


"Ramon? Apa yang dia lakukan sepagi ini di


rumahku? Kenapa dia tidak memberitahuku? Nggak mungkin...


Pikirannya berkeliaran menebak-nebak apa yang terjadi. Antonio yang baru bangun itu pun langsung bergegas menuju rumahnya dan dengan kecepatan penuh dia melajukan mobil.


Sementara Ramon dan bibi sedang berada di depan kamar Manda.


Tok! Tok! Tok!


129 CEO B.cin - Missecha


"Manda, buka pintunya. Ini kak Ramon," panggil


Ramon.


Antonio langsung berlari masuk ke dalam rumahnya saat melihat mobil Ramon terparkir rapi di depannya.


"Apa yang kamu lakukan di depan kamar gadis itu?" Suara Antonio sontak saja membuat Bi Nana dar juga Ramon terkaget.


"Ada hubungan apa kamu dengannya? Kenapa


kamu pergi ke rumahku dan tidak memberitahuku Ramon? Jawab!" cecar Antonio.


"Apa maksudmu? Apa kamu menuduhku dengan


Manda?" cecar balik Ramon. "Apa kamu peduli pada istrimu kalau aku bilang aku akan menjenguknya?"


menenangkan suasana tegang yang terjadi antara Ramor dan Antonio.Dasar bodoh. Nggak peduli, tapi cemburuan batin Ramon.


"Apa yang terjadi, Bi?" tanya Antonio


"Hmmm, itu ... Den .. anu ... Non Manda.."


1301 CEO Bucin - Missecha


"Liat aja sendiri di dalam," cibir Ramon


Antonio pun menggeser tubuh Ramon dan mengetuk pintu kamar Manda, tetapi sama sekali tidak ada jawaban dari dalam. Keadaan semakin bertambah tegang. Ramon pun menyuruh Antonio mendobrak pintu kamar Manda.


"Cepat, dorong!" perintah Ramon


"Berisik!"terbuka)


1,2, ... brukkk... (Dengan sekali dorong, pintu pur


Antonio begitu kaget mendapati tangan sang istr terbebat menggantung.


Apa yang terjadi padanya? Bukankah kemarin tidak apa-apa? pikir Antonio


Bibi mendekati Manda yang ternyata tertidur sambil mendengarkan lagu di earphone-nya. Sementara wajah Ramon memancarkan raut wajah kelegaan karena Manda baik-baik saja


"Bi, apa yang terjadi?" tanya Antonio, mula


menurunkan volume suaranya.


131 CEO Bucin Missecha


"Hmmmm, Non Manda terjatuh, Den. lyah..jatuh


kemarin," iawab bibi berbohong


"Aku rasa Manda bohong. Nggak mungkin dia cuma jatuh kalau nggak ada yang dorong atau mungkin ada kejadian apa gitu sebelum kamu pergi. Yah... itu pun kalau kamu ingat," sindir Ramon telak menuduh Antonio.


Pikiran Antonio pun dibawa mundur ke belakang pada kejadian pertengkaran hebatnya dengan Manda di kamar, karena di situ terakhir kali dirinya bertemu Manda. Adegan demi adegan seolah menjadi satu film


singkat yang berputar di benak Antonio. Sampai di titik di mana Antonio mengingat bahwa Manda menahan dirinya untuk pergi dengan Nadine dan Antonio menepis Manda.


Ya, Tuhan! Apa karena aku? Apa aku mendorongnya terlalu kuat? batin Antonio.


"Jangan punya pikiran negatif, apalagi sama saudara sendiri," bisik Ramon di telinga Antonio. "Jagalah istrimu baik-baik. Aku akan ke kantor duluan." Ramon pun berpamitan menuju kantor.


"Den . hmmm, bibi ke dapur dulu, vah." pamit Bi


Nana.


“lyah, Bi."


1321 CEO Bcin -Missecha


Tatapan Antonio terus dia arahkan pada Manda,


terutama pada tangan yang terbebat itu. Langkah kakinya membawa Antonio semakin dekat dengan Manda.


"Eunghh!"


Di saat yang bersamaan Manda pun mulai terbangun dari tidurnya. Orang pertama yang dilihat Manda sekaligus orang yang justru ingin dihindarinya ada di hadapannya saat ini.


"Antonio!" seru Manda.