CEO BUCIN

CEO BUCIN
episode 34



"Hey! Siapa yang mengizinkanmu menciumku?"


cecar Antonio.


Namun, Manda tidak gentar dan dia pun semakir tersenyum dibuatnya. "Kenapa malah senyum?" balas


Antonio


"Baiklah. Aku minta maaf. "Lalu, Manda mengambil tisu di dalam tas dan akan mengelap pipi Antonio, tetapi tangannya ditahan.


"Mau apa?"


"Mau membersihkannya," balas Manda. "Sini, biar aku bersinkan. Maafkan aku," ucap Manda.


"Berani kamu melakukannya, aku akan


membalasmu dua lipat dari yang kamu lakukan," ancam Antonio, berhasil membuat mata Manda terbuka lebar.


"Ayo, cepat jalan! Kita ke swalayan saja." Antonio


pun menggandeng lembut tangan Manda.


০০ង


Roger sudah menunggu Antonio di kantor bersama dengan Ramon, karena Antonio masih belum sampai kantor saat itu.


173| CEO Bucin - Missecha


"Gimana hasil penyelidikannya?" tanya Ramon, karena memang dia tidak fokus ikut membantu penyelidikan kasus adik Roger.


"Kita masih terus menyelidikinya, Bro. Setidaknya kita sudah mendapatkan lokasi terkini panti asuhan adikku itu," balas Roger. Roger pun hanya menjawab


sebatas yang dia tahu.


"Apa kamu menyimpan foto-foto adikmu?


Bisakah aku melihatnya?" tanya Ramon. Dia benar-benar penasaran karena perasaannya berkata bahwa semua ada kaitannya dengan sosok Amanda.


"Itu dia, Bro. Kenapa aku menunggu orang tuaku karena mereka yang menyimpan semuanya. Saat itu posisi Viona masih bayi dan aku pun masih sangat kecil untuk mengerti," seru Roger. Terlihat jelas wajah


penyesalan di mata Roger


Ya, Tuhan! Kenapa firasatku mengatakan kalau Manda adaloh odiknya Roger? Entah apa yang akan terjadi nanti kalau itu benar, batin Ramon


ВАВ 21


Pakai seatbelt-mu!" perintah Antonic


"lyah."


"lyah apa?" tanya Antonio memandang sang istri.


"Hah? lyah apa maksudmu?"


Gadis ini selain cengeng, ternyata juga lemot sekali, batin Antonio


"Lupakanlah!"


"Dasar aneh," cibir Manda, ikut kesal atas sikap


ambigu Antonio padanya


Antonio pun mencubit pipi Manda dengan


gemasnya. "Berani sekali kamu menghinaku, hm?"


175 CEO Btin - Missecha


"Aduuuh!" Dengan tegas Manda menepis tangan Antonio yang menarik pipinya, lalu menggigit tangar Antonio.


“Argh!" pekik Antonio


"Itu balasanku!"


"cih! Aku akan mengadukannya pada mama.


Lihat saja nanti," ancam Antonio.


Namun, senyum terkembang di kedua sudut bibirnya. Sikap polos Manda perlahan mulai mengikis kekerasan hati Antonio. Rasa nyaman yang tidak pernah Antonio dapatkan sebelumnya, sekalipun dengan harta


berlimpah yang dia punya.


০০০


Hubungan Manda dan Antonio memasuki babak baru. Sikap Antonio mulai terbuka pada sang istri.


Meskipun terkadang Antonio masih mencoba menutupi gengsinya dan belum yakin sepenuhnya dengan perasaannya, tetapi Antonio berusaha memberikan Manda kesempatan.


"Di mana kamu?" sapa Antonio saat mencoba menghubungi Manda melalui sambungan telepon.


Dalam waktu setengah jam, kamu sudah harus ada di


1761 CEO Bucin -Missech


rumah. Aku nggak mau tahu! Begitu aku sampai rumah, kamu sudah harus lebih dulu ada di rumah."


Antonio pun menutup telepon selulernya dan tup.


terkekeh karena mendengar Manda terus melancarkan protes. "Aku mau tahu, apa kamu akan mendengar suamimu ini?" gumam Antonio


"Hmmm, kayaknya ada yang lagi happy, nih. Dar tadi senyum terus," goda Ramon.


Bugh!


"Ouhh! Antonio, kira-kira dong kalau lempar buku! Asetku satu-satunya, nih," ucap Ramon menunjuk mukanya.


"Aku balik dulu, ya. Kepalaku pusing liat kamu


terus," ejek Antonio.


"Wah, mentang-mentang udah enak sama Manda. Untung Manda mau terima cowok galak, gengsi,


sombong kayak kamu. Kalau enggak... eh, aduh...


Antoniol!


"Tutup mulutmu! Udah, aku balik dulu. Jangan lupa besok malam cari pasangan biar bisa ikut makan malam di rumah." Kembali ejekan pedas keluar dari


mulut Antonio


1771 CEO B.cin- Missecha


"Tahu gitu ... kemarin Manda nikah sama aku


aja," gumam Ramon.


"Apa? Coba ngomong yang jelas!" Antonio naik pitam mendengar ocehan Ramon tentang Manda.


Astaga. Cemburu juga, kan? Makanya, jangan sok jual mahal, batin Ramon.


"Hehe .. bercanda, Bro. Udah, sana pulang. Bikin anak yang banyak, yah!" ledek Ramon.


Anak," gumam Antonio.


Astaga. Apa yang aku pikirkan? Dasar, Ramon!


Bisa- bisanya ngomong beginian, pikir Antonio kesal


০০


"Menyebalkan! Apa maunya dia, sih? Udah dua hari ini aneh banget sikapnya. Sekarang dikit-dikit suruh aku pulang. Bikin kesal aja, gerutu Manda di dalam taksi.


Kini Manda dilarang Antonio menggunakan ojek motor lagi.


"Oiya, Kak Dean kapan balik dari Bali, yah? Aku


tiba-tiba kepikiran Kak Dean," gumam Manda.א


178) CEO Bucin - Missecha