
Keduanya pun tertawa bersama sampai suara Manda mengagetkan keduanya.
"Kalian lagi apa?" tanya Manda.
"Lho! Manda kok malah ke bawah?" tanya
Ramon.
Ini kenapa Manda malah ke bawah, sih?
batinnya.
"Oh, itu ... hmmm, tadi Antonio suruh aku ke
bawah aja. Dia mau istirahat dulu katanya," jawab Manda, mencoba menahan rasa sakit yang kembali ditorehkan suaminya.
"Istirahat? Manda, Antonio itu justru butuh
kamu. Harusnya kamu jangan tinggalin dia sendiri. Kamu
ahu? Dia dalam pengaruh obat perangsang dan cuma kamu istrinya yang bisa membantunya, Mand," ungkap Ramon.
"Apa? Obat perangsang?" ucap Eta dan Manda
serempak.
"Makanya aku bawa Eta turun ke bawah," seru
Ramon lagi.
209| CEO Bucin - Missecha
Tapi dia sendiri yang mengusirku. Dia tidak membutuhkanku. Bahkan, mungkin tidak ingin menyentuhku lagi, batin Manda
"Astaga! Nadine benar-benar gila, yah. Kurang ajar, cewek itu!" ucap Eta justru mengalihkan pembicaraan karena dia melihat raut wajah Manda
erlihat kecewa. "Sudahlah. Antonio itu orang yang kuat e3
dan bisa tahan, kok. Nggak usah dipikirkan. Pasti dengan istirahat, dia akan normal lagi nanti," ucap Eta. Lalu, Eta mengedipkan matanya kepada Ramon
"Akhh, iya. Aku lupa, Antonio kan manusia super.
a.
Hehe," kekeh Ramon.
Astagal Antonio, kamu benar-benar tega menolak istrimu sendiri, batin Ramon
"Oiyah. Aku lapar, nih. Mau makan. Kamu mau makan nggak, Mand?" tanya Eta.
"Eh, ehmm . sebenarnya aku masih lapar. Aku
mau makan bakso, mi ayam, sama nasi goreng," cerocos Manda tanpa sadar.
"What? Kamu mau makan semuanya itu?"
"Hmmm, iyah ... kalau bisa,
" kekeh Manda lagi.
2101 CEO Bucin- Missecha
"Ya, sudah. Aku sama Manda cari makan dulu, yah. Pinjam mobilnya. And you, cepat cek Antonio di atas," ucap Eta pada Ramon.
"ya, sudah. Hati-hati. Udah malam."
"Okay."
있ង
"Mand, kamu beneran sanggup habisin mi ayam sama nasi goreng ini?" tanya Eta penasaran.
Setelah berkeliling seputaran hotel, akhirnya makan di pinggir jalan menjadi pilihan Eta dan Manda atas permintaan Manda
"lya. Aku laper banget. Tadi makan nggak ada nasinya," seru Manda polos.
"Ya, sudah. Makanlah."
Saat sedang menikmati nasi goreng, perut Manda kembali bergemuruh dan mual.
(Oekk .... Oekkkkk...)
"Mand, kamu kenapa?" Eta pun menghentikan makannya dan membantu menepuk punggung Manda.
211 CEO Bucin - Missecha
"Mandal" teriak Eta cemas. "Astaga, Manda jangan nakutin aku, dong."
"Kenapa ini, Bu?" tanya beberapa orang yang sedang makan di sana.
"Pak, tolong bantu saya bawa kakak saya ke
dalam mobil," pinta Eta.
Berkat bantuan beberapa orang di sana, kini Manda sudah berada di dalam mobil dan Eta pun langsung membawanya ke rumah sakit yang tidak jauh dari lokasi. Setelah sampai, Eta kembali meminta bantuan petugas medis untuk membawa Manda ke IGD
"Ya, ampun. Aku lupa lagi ponselku di tas. Nggak mungkin juga aku meninggalkan Manda."
"Permisi, Mbak," sapa salah satu petugas medis yang ada. "Silakan masuk ke dalam," pintanya pada Eta.
Eta pun mengikutinya.
"Kamu udah sadar, Mand?" tanya Eta cemas.
"Syukurlah. Kamu benar-benar bikin aku takut setengah mati, tahu nggak?" ucap Eta.
"Mbaknya ini siapanya pasien?"
tanya Dokter
yang memeriksa Manda.
"Oh, saya adik iparnya," jawab Eta mantap.
"Oiyah, ada apa dengan kakak ipar saya ini, Dok?"
"lyah, Dokter. Saya kenapa?" tanya Manda.
"Jangan khawatir. Mbaknya tidak apa-apa, kok.
Oiyah, suaminya mana?" tanya sang dokter.
"Apa? Suami?"
"yah. Suami Mbak di mana?" tanya Dokter lagi.
"Oh, kakak saya sedang ada urusan, Dokter,"
jawab Eta.
"Oke. Jadi, Mbak ini tidak apa-apa. Ini hal yang wajar dialami ibu muda. Apalagi pada awal kehamilan.
Nanti akan saya kasih vitamin dan jangan terlalu lelah juga, ya," seru sang Dokter.
"Awal kehamilan?" ucap Manda kebingungan.
"Hamil?" ucap Eta tercengang tidak percaya.
Dokter pun ikut bingung dengan reaksi dua
perempuan cantik di hadapannya ini. "lyah. Mbak ini
sedang hamil. Mungkin sudah sekitar empat belas
213| CEO B.cin - Missecha
minggu. Tapi untuk hasil lebih pasti, saya sarankan untuk cek ke dokter kandungan saja."
"Kakak Ipar saya beneran hamil, Dokter?" Kali ini Eta sudah mulai bisa mencernanya. "Manda! Selamat, Sayang!" seru Eta sambil memeluk Manda.
"Eh. Mbak.. hati-hati." tegur s
ang Dokter.
"Astaga, Dokter. Maafkan saya," ucap Eta
"Ya, sudah. Saya keluar dulu. Nanti saya buatkan
resepnya dan Mbak tidak perlu dirawat, kok." Dokter pun berlalu dari tempat Manda.
"Manda! Kamu hamill Yeay! Ternyata pria arogan itu udah cetak goal duluan," celoteh Eta
"Ah, iyah .. Ta," jawab Manda.
Ya, Tuhan. Apa benar ini semua? Bukankah aku
melakukannya hanya sekali? Lalu, bagaimana dengan Antonio? Apakah dia menerimanya? pikir Manda.
214| CEO Bucin - Missecha