
kesempatan untuk meracuni pikiran Manda dan memprovokasi dengan membuatnya cemburu.
Namun, rencana Nadine justru berubah 100 derajat saat melihat Roger, pria yang dulu tulus mencintainya sedang bersama dengan Manda. Dengan liciknya, Nadine pun mengabadikan pertemuan dua orang itu dan mengirimnya ke Antonio
Tak ayal, melihat sang sahabat sedang berduaan dengan sang istri, Antonio pun naik pitam dan emosi.
Emosi itu justru hanya ditujukan kepada Manda. Dengan mengambil penerbangan terakhir, Antonio pun bergegas menuju Indonesia.
Antonio sampai di rumahnya tepat jam 6 pagi dan saat yang bersamaan Manda sedang membuat sarapar di dapur untuk diri sendiri. Hati yang diliputi emos membuat Antonio sampai memaki sang istri dalam hatinya.
Kamu sepertinya senang kalau aku tidak di rumah. Ternyata wajah malaikat yang sering dibanggakan mama itu hanya topengmu saja. Aku nggak akan membiarkan gadis sepertimu menjerat sahabatku
batin Antonio.
"Argh!" pekik Manda. Dia terkejut saat berbalik badan menemukan sang suami sudah berdiri di dekatnya.
22| CEO Bucin - Missecha
Namun, pertengkaran terakhir mereka akhirnya membuat Manda sadar bahwa di antara mereka tidak ada hubungan apa-apa. Manda pun berusaha bersikap cuek dan tidak ingin meladeni Antonio
Melihat sikap Manda yang cuek, Antonio berusaha memancing situasi. "Buatkan aku sarapan!"
Perkataan Antonio justru hanya membuat Manda kesal. Dia tidak ingin meladeni Antonio karena sadar bahwa mereka akan berujung pada pertengkaran lagi oilihan Manda jatuh kepada menghindar, mencoba tidak berada di satu tempat yang sama dengan suaminya itu
"Aku sudah selesai. Kamu bisa membuat sarapanmu sendiri," ucap Manda, lalu berjalan melewati Antonio setelah mematikan kompor dan memindahkan makanan ke dalam piringnya.
Manda tidak menyadari bahaya yang mengancam dirinya saat itu. Antonio menarik paksa tangan Manda, alu mengambil piring Manda dan melemparnya ke lantai hingga suara pecahan kaca terdengar
"Antonio!"
"Kenapa kamu tidak mau melayani suamimu
sendiri" sindir Antonio ketus
Manda pun tidak terima dengan perlakuan kasar
itu. "Ingat, Antonio! Kamu yang sudah membuat jarak d
antara kita dan pernikahan ini kita lakukan untuk mama a
bukan? Pada akhirnya kita berdua akan bercerai...."
Astaga! Ada apa dengannya? Kenapa ekspresinya seperti ini? batin Manda ketakutan.
"A-aku mau ke kamar." Manda memilih untuk menghindar secepat mungkin, tetapi gerakannya kalah cepat
Antonio kembali menarik paksa tangan Manda dan menciumnya dengan kasar. Salah satu tangannya menahan belakang kepala Manda dan tangan satunya lagi memegang pinggang Manda dengan erat.
"Eemmpphh ... emph ..." Manda terus merontaronta berusaha melepaskan diri, tetapi Antonio semakin kasar memainkan bibir dan lidahnya bersamaan. Mata Manda sampai terbuka lebar dibuatnya. "Eemmpph..
241 CEO Bucin-Missecha
lemah dan
lan dengan cerdik dia menggunakan kakinyaNamun, Manda bukanlah gadis bodoh yang
untuk menendang tulang kaki Antonio. Ternyata caranya berhasil membuat Antonio mau melepaskan dirinya.
"Akh!" pekik Antonio.
Manda berusaha mengambil udara yang banyak.
"Kamu nggak seharusnya melakukan ini, Antonio!" seru Manda dengan nafas terengah-engah. "Aku akan mengurus perceraian kita sekarang juga," ucap Manda sambil menahan tangis. Manda kembali berusaha lari, cetapi amarah Antonio kembali memuncak ketika Manda kembali menyebut kata 'cerai
Antonio menangkap Manda dari belakang dan memeluknya dengan erat. "Kamu ingin bercerai, Manda?
Baiklah. Aku akan turuti kemauan
anmu, tapi nanti. Setelah
aku membuatmu hamil terlebih dahulu, baru kita bercerai," bisik Antonio penuh ancaman sinis di telinga Manda
Kedua mata Manda terbuka lebar mendengan
ancaman Antonio. "Apa? Tidak! Antonio ... jangan ... aku
mohon... jangan lakukan itu. Kamu nggak boleh melakukan itu!"
"Aku bebas melakukan apa saja, karena kamu adalah istriku." Antonio yang sudah kesetanan itu tidak
25| CEO Buein - Missecha