
Antonio! Tanganmu itu berdarah!" seru Manda panik.
Manda pun refleks mengambil tangan Antonio.
Tetapi Antonio menyingkirkan tangan Manda.can
"Biarkan saja."
"Tapi tanganmu harus diobati." Kembali Manda meraih tangan Antonio.
Namun, Antonio kembali menepis tangan Manda.
Antonio bahkan juga mendorong tubuh Manda menjauh darinya dan kembali masuk ke kamar. Manda terus mengikuti Antonio dan langsung mengambil kotak P3K.
"Kemarikan tanganmu. Biar aku obati," ucap Manda sambil menarik paksa tangan Antonio.
"Aku bilang biarkan! Jangan sentuh aku! Lebih
baik kamu pergi!" hardik Antonio dengan sekali gertak.
"Kenapa? Kenapa lagi denganmu, hah?! Apa lagi
kesalahanku kali ini?" balas Manda tidak mau kalah ikut berteriak
Antonio hanya terdiam menatap Manda.
"Kamu boleh marah. Kamu boleh mengusirku
setelah ini. Tapi biarkan aku melakukan tugasku dulu sebagai seorang istri." lirih Manda mencoba menahan isak tangisnya
44 CEO Busin - Missecha
Antonio pun terduduk di ujung ranjangnya dan membiarkan Manda mengobati lukanya.
Dengan telaten dan hati-hati Manda mengobati tangan Antonio. Dalam posisi sedekat ini Antonio bisa leluasa memandang wajah Manda.
"Sudah selesai. Aku akan pergi," ucap Manda.
Saat Manda akan berdiri, Antonio menarik tangan itu dan membawa Manda tidur di ranjang, lalu mencium Manda dengan membabi buta. Manda terus meronta,
memukul, dan menendang Antonio supaya Antonio
sadar dan berhenti melakukannya.
"Cukup! Hiks.. cukup .Antonio!" seru Manda.
Antonio pun berhenti, tetapi tetap masih menindih tubuh sang Istri di bawahnya.
"Tidak bisakah kamu memperlakukanku secara baik-baik, Antonio? Aku ini istrimu. Bukan wanita pemuas nafsumu saja... hiks ....
"Maafkan aku. Aku minta maaf, Manda. aku...."
"Kenapa kamu terus melakukan ini padaku?
Bukankah kamu yang bilang bahwa tidak ada kontak fisik
di antara kita? Kenapa Antonio?"
45I CEO Busin Missecha
"siapa lelaki yang mengantarmu tadi?" tanya
Antonio tanpa mau menjawab pertanyaan Manda "Apa pedulimu? Siapa dia tidaklah penting
untukmu, bukan?"
"Jangan bermain-main denganku, Manda. Kamu
istriku," geram Antonio.
wanita yang
"Apa kamu mencintaiku, Antonio? Mencintai kamu sebut istrimu ini"
ВАВ 6
"Sial! Kenapa juga aku harus mengorbankan tanganku ini," gumam Antonio. Dia terus memperhatikan tangannya yang terbebat tepat di punggung tangan dan buku-buku jari akibat memukul tembok.
Flashback off.
Pertanyaan Manda kembali membuat Antonio
diam seribu bahasa
"Jangan menatapku terlalu lama atau kamu akan atuh cinta padaku," cibir Manda sambil mendorong
tubuh kekar Antonio yang masih berada di atas tubuh mungilnya.لت
"Akh!" pekik Antonio mengerang kesakitar
karena luka di tangannya kembali berdarah karena gerakan Manda yang mendorongnya. "Apa kamu suka sekali membuatku terluka?" cebik Antonio
471 CEO B.cin - Missecha
Oh, ya ampun. Drama apa lagi ini? Jelas-jelas
se
alah dia. Kenapa jadi nyalahin aku? batin Manda.
Kenapa diam? Cepat obati lagi tanganku."
Dengan sikap suka memerintahnya, kembali Antonio berhasil membuat Manda menuruti kemauannya.
Manda bukannya tidak mau melawan Antonio Dia hanya lelah terus beradu mulut dengan Antonio.
Dengan telaten Manda kembali membersihkan luka di tangan Antonio. Kali ini dia membebatnya dengan perban.
Keheningan yang tercipta pun kembali membuat suasana kikuk, tetapi romantis terjadi di antara mereka Berkali-kali Antonio mencari celah menatap wajah Manda, tetapi Manda berusaha tetap fokus pada tugasnya yaitu mengobati tangan sang suami.
"Jangan menatapku seperti itu atau kamu."
"Atau aku apa?" sela Antonio sambi
mencondongkan wajahnya mendekati Manda.
Namun, Manda hanya balas menatapnya dengan sinis. "Jangan bermain-main denganku, Antonio," ucap
ا
ap
Manda membalikkan kata-kata Antonio. "Sudah selesai.
481 CEO Bucin - Missecha
Manda pun bergegas merapikan perlengkapan
P3K dan langsung pergi meninggalkan Antonio d
kamarnya tanpa kata dan terang saja Antonio semakin kesal dibuatnya.
"Siall Aku akan buat kamu mengandung anak
anak yang banyak supaya tidak ada lagi pria lain yang mau denganmu," gumam Antonio berujar kesal.
Malam itu Manda sama sekali tidak turun untuk makan malam. Dia membiarkan Antonio harus makan malam seorang diri. Namun, karena kesusahan makan Antonio pun memilih tidak melanjutkan makannya
"Sial, sial, siall! Hari ini dia sudah membuatku kesal dan sekarang dia membuatku kelaparan. Lihat saja besok, Manda." Dengan geramnya Antonio pun meninggalkan meja makan dan langsung kembali ke kamar.
Sementara Manda sedang asyik menikmat camilan di kamarnya sambil menonton drama Korea favorit
Seperti biasa, Manda sudah berada di dapur untuk memasak menu sarapan. Sekalipun dibantu bibi yang bekerja, tetapi untuk makanan, Manda terbiasa menyediakan sendiri.
49 | CEO Bucin - Missecha