CEO BUCIN

CEO BUCIN
episode 42



"lyah, Bi. Sebentar lagi di rumah ini akan ramai


dengan suara anak-anak." Secara spontan Eta berbicara dan melupakan permintaan Manda. "Ya, ampun, Mand!"


"Eta ...."


"Non, beneran? Bibi ikut seneng, Non," seru Bi


Nana terharu mendengarnya


Biar bagaimanapun, Bi Nana adalah saksi rumah


tangga Manda dan Antonio.


Semoga ini awal kebahagiaan Non Manda dan


Den Antonio, batin bibi.


221 CEO B.cin - Missecha


BАВ 26


Mland, aku balik ke rumah dulu, yah. Aku siapsiap ke butik sebentar. Nanti siang aku jemput kamu di


sini. Kita sama-sama ke dokter," ucap Eta.


"lyah. Salam buat mama papa, grandpa grandma


dan juga aunty uncle, yah," seru Manda.


"Nggak sekalian tukang kebun kita di rumah juga dititipin salam," goda Eta. "Ya, sudah. Aku balik dulu, ya," pamitnya lagi


"Hati-hati di jalan," seru Marn


da.


"Akhirnya sebentar lagi aku akan punya ponakan.


Senang sekali hatiku," seru Eta bersenandung riang di dalam mobil.


Suasana hatinya yang bersuka ria, bahkan sampai membuatnya hilang fokus saat menyetir. Dia tidak


2221 CEO Bucinv - Missecha


sengaja menyenggol mobil di depannya yang berhenti karena lampu lalu lintas berubah warna merah.


BAM!


"Aduh! Oh, My!" pekik Eta kaget.


Eta merasa dia tidak salah karena dia berhenti tepat saat rambu lalu lintas berubah merah. "Dasar gila!


Bawa mobil mewah, tapi nggak tahu aturan jalan!" maki Eta


Sang pemilik mobil yang ditabrak Eta dari belakang pun keluar dan ternyata dia adalah Dean Melihat pemilik mobil di depannya keluar, Eta pun ikut keluar tanpa rasa takutnya.


"Hey! Matamu buta, yah?" sembur Eta.


"What? Maaf, Nona. Tapi Anda yang menabrak mobil saya dari belakang. Apa Anda tidak tahu maluaaamen


berkata seperti ini?" sindir balik Dean. Dean pur


membuka kacamata hitamnya


Tunggu! Sepertinya aku pernah melihat pria ini tapi di mana, yah? pikir Eta.


Bukankah ini iparnya Amanda? Luar biasal Kakak


dan adik sama saia sombongnya, batin Dean.


223| CEO Bucin- Missecha


"Apa kamu liat-iat?" hardik Eta.


"cih! Kamu adik iparnya Amanda, kan? Wah,


pantas saja sikapmu sama seperti kakakmu yang arogan itu," cibir Dean


Tin Tin Tin ... (Suara klakson mobil-mobil d


belakang mereka,? karena lampu rambu lalu-lintas sudah berubah m hijau)


"Apa katamu? Heyl Jaga mulutmu! Antonio lebih baik daripada kamu," sindir balik Eta. "Asal kamu tahu,


jangan coba-coba mendekati Manda atau aku akan...."


Dean menahan tangan Eta dengan kuat. "Atau kamu akan apa? Apa yang akan kamu lakukan padaku?"


Siall Kenapa tatapan pria ini? Oh, tidak. Eta, sadarlah, batin Eta


Gadis ini sangat cantik. Matanya juga indah sekali. Come on Dean, ingat Manda, pikir Dean.


"Jangan sentuh aku dan minggir! Aku mau lewat," seru Eta dan kembali masuk ke dalam mobilnya.


Tin Tin ... (Eta membunyikan klakson mobilnya)


Melihat itu, Dean pun memilih kembali ke dalam mobilnya dan melaju pergi.


2241 CEO Bucin - Missecha


"Oh, syukurlah. Dia sudah pergi. Lelaki gila itu


berani-beraninya menyentuhku," gumam Eta.


ដងង


Antonio akhirnya sampai di rumahnya agak siang setelah menenangkan diri semalaman di hotel. Saat baru akan memasuki rumahnya, dia berpapasan dengan Manda yang akan keluar bersama Eta.


Namun, baik Antonio dan Manda sama-sama diam membisu. Manda bahkan menundukkan kepalanya dan tidak berani melihat Antonio. Sementara Antonio terus menatap sang istri dalam diam. Sebagian dari dirinya ingin menyapa Manda, tapi mulutnya seolah terkunci


Mobil Eta pun tidak lama sampai persis di depan rumah Antonio. Antonio melihatnya dan memili keluar untuk menyapa sang adik kembarnya.


"Mand, udah siap? Ayo,


masuk," seru Eta dengan


wajah yang berseri.


"lyah, Ta." Manda pun berjalan menuju kursi di sisi penumpang.


225 CEO Bucin- Missecha


"Ta, mau ke mana?" sapa Antonio


"Mau ke rumah sakit, dong," jawabnya tidak sengaja keceplosan


Rumah sakit?"


"Eta .. Manda pun mengingatkan iparnya itu.


1


Ya, ampun! Ini mulutku, kenapa nggak bisa diajak keria sama, sih? batin Eta.


"Eh, maksudnya .. ke mall. lyah, mau ke mall."


seru Eta cepat. "Ya, udah kita jalan dulu, yah."


"Mall" gumam Antonio.


"Lebih baik aku jalan dari sekarang. Kalau tidak, Antonio pasti akan kepo tanya-tanya," gumam Eta.


Bbrrmmm .. (ta pun melajukan mobilnya tanpa berpamitan dengan Antonio)


"Hey! Dasar nggak sopan," cibir Antonio. "Rumah sakit? Mall? Mau ke mana mereka sebenarnya?" pikin


Antonio.


"Etal Kamu ini," protes Manda.


2261 CEO Bucin- Missecha


"Astaga, maaf, Mand. Keceplosan. Habis aku udah seneng banget mau liat ponakanku," seru Eta riang.


Hati Manda begitu bersedih. Di saat pasangan lain bertahun-tahun menantikan buah hati hadir dalam keluarga mereka, justru Sang Pencipta mempercayakan


kehadiran buah hati itu padanya dan juga Antonic


Ada getir ketakutan dalam dadanya, apakah anaknya akan terlahir sama seperti dirinya? Dibuang dan tidak diakui oleh orang tuanya? Memikirkan itu saja sudah membuat Manda sedih.


Sayang, mama akan merawatmu. Mama berjanji akan menjagamu sekalipun mungkin papamu menolak а


cehadiranmu. M


a janji


akan memberikanmu


kehidupan. Tumbuhlah sehat selalu, ucap hati Manda seraya tangannya mengelus perut datarnya.


Sementara Antonio uring-uringan tidak jelas.


Bahkan, mulutnya terasa pahit. Seluruh tubuhnya terasa sakit dan pegal.


"Kenapa aku ingin sekali makan mangga," gumam


Antonio


Mothers Care Hospital.


"Mand, ayo, masuk. Nama kamu udah dipanggil


itu," seru Eta.


227 CEO Bucin - Missecha


"udah dipanggil? Ya, ampun. Maaf aku nggak dengar," kekeh Manda


Kamu pasti memikirkan Antonio, kan. Aku tahu,


Manda, batin Eta ikut merasakan kesedihan iparnya.


"Selamat siang, Dokter," sapa Eta ramah.


"Siang. Wah, ada dua perempuan cantik, nih.


Yang mana yang mau diperiksa?" ucap sang dokter ramah.


"Dia, Dok. Kakak ipar saya," seru Eta.


"Oke. Baiklah. Kita periksa, ya. Ibu Amanda, yah?


saya kira Amanda Manoppo, Bu," balas dokter yang berhasil membuat suasana lebih santai.


"Bailah. Kita periksa denyut jantung dulu dan enyut


tekanan darahnya, yah, Bu Amanda," ucap sang dokter.


"bu, sepertinya banyak pikiran, yah? Hayo, jangan stres, yah. Jangan pikir yang macam-macam.


Nikmati hidup, Bu," seru sang dokter santai. Dokter pun


melakukan pemeriksaan menyeluruh pada Amanda. "Kita tes USG, yah, Bu?"terus


"lya, Dokter," jawab Manda.


2281 CEO Bucin - Missecha