
Siang menjelang Aberlie sedang beristirahat diruang kerjanya tiba tiba ponsel Aberlie berdering tanda panggilan masuk.
Aberlie meraih ponselnya yang berada diatas meja kerjanya dan melihat nama penelfon dilayar kaca ponselnya dan ia tersenyum melihat nama sang penelfon, segera ia geser tombol berwarna hijau untuk mengangkat panggilan tersebut.
"Ya hallo dear, ada apa?" tanya Aberlie setelah mengangkat panggilan tersebut.
"Aku tak bisa kesana by ada meeting yang harus kuhadiri, aku sudah menyuruh Erwin untuk mengirim makanan dari kantin untukmu dan juga para karyawanmu, kata Nita kau sangat suka ayam bakar disini jadi aku memilih menu itu untuk makan siangmu," ucap Bram disebrang sana.
"Baiklah dear, makasih yah udah repot repot mengirim makan siang untukku, kamu juga jangan lupa makan siang." Aberlie mengingatkan Bram.
"Aku sudah makan siang makanya tadi aku langsung suruh koki kantin untuk menyiapkan makan siang untukmu dan kusuruh Erwin untuk mengantarnya, kamu jamgan lupa minum obatnya yah," jawab Bram.
"Iya dear gak lupa ko," jawab Aberlie kembali.
"Ya sudah aku mau keruang meeting dulu sudah ditunggu kamu jangan terlalu cape, inget nanti pulang aku jemput kalau aku belum sempet Erwin akan menjemputmu kesini, love you,"
"Iya iya my lion aku gak cape cape ini dari tadi rebahan diruang kerja ko, ya sudah kalau sudah mau keruang meeting mah aku matikan yah, love you to." Aberlie memutuskan panggilan telfonnya.
Tak lama pintu diketuk dan Rean pun masuk mengatakan jika ada seorang pria membawa kantong besar mencarinya, mendengar ucapa Rean Aberlie langsung menuju cafenya dan dan menghampiri pria tersebut.
"Pak Erwin maaf yah sudah merepotkan," ucap Aberlie merasa tak enak.
"Tak masalah nyonya muda, saya disuruh mengantar makan siang untuk anda dan karyawan anda, ini punya anda nyonya muda, dan ini untuk kalian semua," jawab Erwin seraya menyerahkan kantong yang tak terlalu besar untuk Aberlie, dan kantong yang besar pada Rean.
"Makasih yah pak Erwin, bapak mau minum dulu?" tanya Aberlie seraya menerima kantong dari Erwin.
"Tidak nyonya muda terima kasih, kalau begitu saya permisi dulu, selamat siang dan selamat menikmati makan siang nyonya muda." Erwin membungkukan badannya memberi hormat.
"Selamat siang pak Erwin sekali lagi makasih," balas Aberlie dan Erwin pun meninggalkan cafe tersebut.
Aberlie membuka kantong yang dikirim oleh sang suami, ia mengeluarkan isinya satu persatu, ada box makan yang isinya nasi, ayam bakar dan sambal tak lupa ada lalapannya juga, ada puding buah, dan juga ada jus kiwi kiwi kesukaan Aberlie.
Mata Aberlie tampak berbinar dan ia menelan salivanya melihat makanan didepan matanya, ia langsung menyantapnya setelah mencuci tangannya.
Rean dan yang lainnya juga makan siang bergantian, mereka senang dan berterima kasih pada Aberlie atas makanan yang dikirim oleh Bram.
Setelah selesai makan siang Aberlie tak lupa maminum obat dan vitaminnya karena Rean sudah mengingatkannya.
Sore hari saat sedang tak ada customer Aberlie menghampiri Veronica yang sedang melamun duduk dikursi seraya meletakkan kepalanya dimeja.
"Ada apa Ve?" tanya Aberlie seraya ikut duduk disamping Veronica.
Melihat sang atasan datang dan duduk disampingnya Veronica membenarkan posisi duduknya,Aberlie melihat Veronica seperti sedang memikirkan sesuatu.
"Tak ada apa apa ko mba," ucap Veronica tersenyum dipaksakan.
"Kalau tak ada apa apa ko mba lihat kamu seperti sedang memikirkan sesuatu, apa ada masalah dengan ibumu? coba cerita pada mba siapa tahu mba bisa bantu." Aberlie menggenggam tangan Veronica, Veronica yang ditanya demikian hanya diam belum menanggapi ucapan Aberlie.
"Ve, ada apa?" tanya Aberlie kembali.
"Begini mba, Ve mau ambil cuti sekitar satu minggu karena ada yang harus Ve kerjakan namun Ve kan baru beberapa bulan kerja Ve merasa tak enak untuk bicara pada mba Berlnya jadi Ve sedang berfikir bagaimana cara untuk memberitahu mba Berl," jawab Ve sedikit ragu.
"Oooh mba kira ada apa, kamu mau cuti seminggu kapan Ve? mba gak keberatan ko kalau memang ada urusan yang urgent, kapan rencananya kamu akan mengambil cuti?" tanya Aberlie kembali.
"Baiklah lusa kamu mulai cuti yah, kamu tidak membutuhkan uang Ve? untuk biaya rumah sakit misal, jika kamu butuh sesuatu apapun itu termasuk uang kamu bilang saja sama mba yah, jika kamu mengatakan mba pasti akan bantu," ucap Aberlie.
"Tidak mba, makasih yah udah perhatian sama Ve, untuk saat ini Ve tidak membutuhkannya, Ve hanya ingin mengajukan cuti saja mba," jawab Veronica tersenyum lepas.
"Ya sudah mba kembali kemeja kasir dulu yah." Aberlie berdiri dan kembali menuju meja kasir setelah Veronica menganggukkan kepalanya.
Malam menjelang mataharipun sudah masuk kedalam persembunyiannya dan para karyawan Stay With Me Cafe telah bersiap untuk pulang namun tiba tiba hujan turun dengan derasnya.
Veronica berpamitan pulang pada yang lainnya setelah menerima pesan dari seseorang, ia pergi menerobos hujan mengenakan payung yang ia pinjam dari cafe.
Dicafe milik Aberlie ada beberapa payung yang disediakan untuk karyawan mereka jika sedang musim hujan turun.
Satu persatu para karyawan maninggalkan cafe, Erwin pun sudah menunggu Aberlie.
"Re, mba pulang duluan yah, pak Erwin sudah menunggu," ucap Aberlie mengambil payung dari tong tempat payung.
"Iya mba hati hati, setelah mengunci pintu saya dan Ashana juga akan segera pulang," jawab Rean.
Aberliepun menuju mobil didepan cafe, Erwin sudah menunggu dan membukakan pintu belakng mobil untuk nyonya mudanya.
"Makasih pak," ucap Baerlie seraya masuk kedalam mobil, Erwin hanya menganggukkan kepalanya.
Mobil melaju menuju gedung Emerald Jewelry karena Bram belum pulang dari kantornya, ia masih mengurus beberapa berkas.
Sesampainya dikantor sang suami Aberlie langsung menuju ruangan sang suami diikuti oleh Erwin dibelakangnya.
Melihat kedatangan Aberlie Nita langsung berdiri dan membungkukkan badan memberi hormat dan Aberlie tersenyum dan menyapa Nita kemudian masuk kedalam ruangan Bram.
Didalam ruangan Aberlie menghampiri Bram dan memeluknya karena Bram sudah merentangkan tangannya minta dipeluk, Bram langsung mendudukan Aberlie dipangkuannya.
"Aku duduk disofa ajah dear kamu selesaikan pekerjaan kamu."
"Tetaplah seperti ini by sebentar lagi aku selesai."
Aberlie hanya bisa berpasrah jika sang suami sudah berkada demikian, tak lama pekerjaan Bram selesai dan Bram memeluk Aberlie erat.
"Mau pulang sekarang hm?" tanya Bram yang menyandarkan kepalanya dibuah kenyal milik Aberlie.
"Boleh," jawab Aberlie singkat.
"Kiss dulu," pinta Bram.
Aberlie mengecup bibir Bram sekilas namun tengkuk Aberlie ditahan oleh tangan Bram, Bram ******* bibir Aberlie lembut.
Mereka bersiap untuk pulang setelah selesai bertukar saliva, Bram menggandeng tangan Aberlie keluar dari ruangannya menuju lift.
*****
Selamat membaca semua jangan lupa likenya yah🙏😊
Salam hangat dariku untuk kalian semua🙏😊🤗🥰