
BAB 20
Setelah berhasil membangunkan Manda, kemudian Bi Nana lebih dulu turun ke bawah disusul oleh Manda. Keduanya pun seperti biasa, sibuk di dapur menyiapkan sarapan
"Bi? Apakah stok ikan kita masih ada dan juga
buah pisang?" tanya Manda.
"Kalau ikan masih ada dua ekor lagi, Non. Tapi buah abis, Non," terang Bi Nana lagi
"Oh, ya sudah. Biar Manda aja yang ke pasar, Bi Nanti Manda ke pasar modern aja sekalian beli buah dan stok sayuran," ucap Manda
Astaga, aku lupal Simpanan uangku kan sudah menipis. Selama ini aku nggak berani minta uang pada Antonio. Dia bahkan tidak memberiku apa-apa.
Bagaimana ini? pikir Manda.
1671 CEO Bucin - Missecha
"Non!"
"Astaga, Bi. Manda kaget," ucap Manda terkejut.
"Hehe ... Non jangan bengong. Den Antonio udah
panggil Non Manda dari tadi," seru Bi Nana.
Kembali dihadapkan dengan sosok sang suami yang berhasil membuat hatinya naik turun laksana roller coaster, Manda pun sudah mulai terbiasa dengan sikap Antonio yang kadang baik, terkadang juga sering membuatnya menangis
"Iyah, Bi. Manda ke ruang makan dulu," ucap Manda. Dia melangkahkan kakinya dengan malas ke ruang makan
"Hey, Gadis Cengeng!" panggil Antonio
mengejek.
"Mulutnya benar-benar tajam. Menyebalkan,"
gumam Manda.
Kamu bilang apa?" selidik Antonio.
"Nggak ada."
"Cepat, duduk dan makanlah," perintah Antonio.
1681 CEO Bucin - Missecha
"aku akan langsung ke pasar. Kamu makan aja duluan," seru Manda. Manda pun berjalan melewati Antonio, tetapi tiba-tiba tangan kekar Antonio mengunci lehernya
"Eh, Antonio!" ronta Manda, berusaha melepaskan dirinya dari pitingan Antonio.
"Aku menyuruhmu makan, bukan ke pasar.
Cepat, duduk dan makan."
Perkataan tegas dan sikap Antonio lagi-lagi membuat Manda heran pagi itu. "Ya, udah. Lepasin!"
"Duduk dan makan, cepat! Nanti aku antar ke pasar," ucap Antonio.
Manda berusaha menebalkan telinganya atas pernyataan Antonio.
"Ini" Antonio memberikan 2 buah kartu pada
Manda. "Yang satu itu kartu kredit limit titanium dan satu
lagi kartu debit. Tiap bulan aku akan mengisinya.
Gunakanlah sebaik mungkin," seru Antonio.
Manda
Apa dia benar-benar sudah berubah? pikir
"Aku akan mengambilnya kembali kalau kamu tidak makan juga," ancam Antonio, karena melihat
169| CEO Bucin- Missecha
respons Manda yang justru terdiam menatap ke arah kartu yang diberikannya.
ដងង
Pasar Modern.
"Turunkan aku di sini saja," ucap Manda
"Apa kamu sedang memerintahku?" sergah
Antonio balik.
"Apa? B-bukan. Maksud aku.."
"Kita akan cari tempat parkir. Aku akan ikut ke
dalam," balas Antonio singkat.
“Ара?"
Astaga. Tunggu! Apa dia amnesia? Atau
kepalanya terbentur? Seorang Antonio mau ke pasar?
batin Amanda.
Antonio pun dibuat heran karena Manda terus menggelengkan kepala. "Apa yang kamu lakukan?"
1701 CEO Bucin - Missecha
"Aku? on, aku cuma pikir, apa aku sedang mimpi?" ucap Manda polos.
Antonio menggigit
tangannya.
"Akhhh!" pekik Manda Saat A
"Itu artinya nggak mimpi. Dasar aneh!" cibi
Antonio.
"Apa kamu kurang makan daging? Kenapa sering sekali menggigitku," lirih Manda.
Ucapan Manda berhasil membuat senyum terkembang di wajah
h Antonio. Dia merasakan hatinya benar-benar tenang jika bersama dengan Manda Pertengkaran demi pertengkaran yang terjadi tanpa sadar membuat keduanya saling mengenal pribadi satu sama lain. Meskipun terkadang harus ada hati yang menjadi korban dan terluka.
Antonio terus mendampingi Manda dari satu tempat ke tempat yang lain, mulai dari tempat buah sayur, dan ikan serta daging.
"Berapa ini, Mas?" tanya Manda kepada penjua buah mangga yang ada di pasar.
"Wah, kalau buat Mbak yang cantik ini mah ...
saya kasih diskon, deh," ucap sang penjual menggoda Manda.
171| CEO Bucin - Missecha
Antonio yang berada di belakang Manda pun tibatiba panas mendengarnya dan dengan kasar, dia menarik Manda untuk pergi dari toko buah itu.
"Antonio! Tunggu! Mau ke mana?" protes Manda karena Antonio terus menariknya.
"Kenapa tidak belanja di swalayan aja, sih?
Kenapa harus di sini? Nggak usah tawar-tawar harga dan ada banyak pria hidung belang di sana. Lagi pula agak 8
kotor dan bau juga," cerocos Antonio terus tanpa berhenti melayangkan protesnya pada Manda.
Manda sampai takjub melihat Antonio, karena menurut Manda inilah kalimat terpanjang Antonio
ang
selama dia berbicara dengan Antonio. Tanpa sadar Manda justru tersenyum melihatnya.F
"Hey! Aku sedang serius! Kenapa kamu
tersenyum?" geram Antonio.
Setelah melihat ke kiri dan ke kanan untuk mendapati keadaan aman terkendali, Manda tiba-tiba memberikan kecupan di pipi Antonio untuk membungkam kemarahan
Cup!
1721 CEO Bucin - Missecha