CEO BUCIN

CEO BUCIN
episode 31



Antonio seraya berbisik, "Ini waktumu dengan


kekasihmu di dalam, kan?",


wal


sindir Dean.


Mata Antonio terbuka sempurna saat mendengar Dean berbicara seperti itu.


"Kak Dean," lirih Manda di belakang Antonio


"Baiklah. Kaka pulang, yah. Ingat, adik kecil kaka


nggak boleh sakit, yah," ucap Dean, mengedipkan sebelah matanya pada Manda


Manda pun menyingkirkan tangan Antonio yang menahan tubuhnya di belakang. "Hati-hati, Kak. Salam buat tante dan juga om," ujar Manda


Dean hanya mengangkat jempolnya sebagai tanda 'yes' pada Manda, lalu segera bergegas masuk ke dalam mobilnya


“Auuuu!" pekik Manda. Dia memegang


pinggangnya. "Kenapa kamu mencubitku?" proteses


Manda pada Antonio yang dengan sengaja mencubit pinggang Manda.


Namun, seperti biasa Antonio hanya diam tidak menjawab apa pun dan memilih kembali masuk ke dalam rumah.


1561 CEO Bucin- Missecha


Sementara Nadine hanya bisa menunggu Antonio di dalam, ditemani tatapan tajam Eta yang seolah-olah menelanjangi tubuhnya


Siall Kenapa perempuan ini selalu menatapku seperti itu, batin Nadine kesal dengan Eta.


Aku akan mengawasimu, Nadine. Awas aja kalau


kamu berani macam-macam dengan Manda! Aku akan


menjahit mulutmu, batin Eta.


"Oh, ya ampun! Kalian berdua lama sekali, sih?


Aku kan udah kebelet mau ke kamar mandi," gerutu Eta


Kenapa masih di sini?" balas ketus Antonio.


"Kan ... aku harus mengawasi tamu kita ini. Aku takut kalau dia kenapa-kenapa nanti," ejek Eta. "Mand aku pinjam


kamar mandimu," ucap Eta. Lalu, dia pun berlari ke kamar Manda.


"Maaf, Manda. Bisakah aku duduk di samping Antonio? Aku ingin berbicara penting berdua dengannya," ucap Nadine dengan wajah liciknya.


د


din


Meskipun Manda belum menjawab, Nadine menggeser tubuh Manda menjauhi Antonio. Antonio hanya diam tidak memberikan reaksi apa pun.


Manda memilih mengalah pada Nadine yang


mengambil tempatnya, tetapi Manda tetap bertahan di


157I CEO Bucin Missecha


sana. Dia tidak membiarkan Nadine hanya berduaan saja


dengan suaminya


Nadine tidak ingin menunda-nunda lagi karena dia tahu sewaktu-waktu Eta pasti akan kembali dan mengganggunya. "Antonio, lihatlah!" Dia semakin mendekatkan dirinya dengan Antonio.


"Aduuuh!" pekik Nadine tiba-tiba memegang


dadanya.


"Ada apa? Kamu kenapa?" tanya Antonio panik.


dan mengarahkan tangan Antonio ke atas dadanya.


"Dadaku ini tiba-tiba sakit, Antonio," lirih Nadine


Mata Manda dibuat tidak percaya dengan apa yang dillihatnya. Bahkan, Antonio dengan mudah mengikuti perintah Nadine dan terlihat cukup khawatir.


"Hmmm, aku permisi. Aku akan ke atas dulu," ujar Manda. Hatinya kembali terluka melihat pemandangan di depannya. Dia pun memilih


meninggalkan Antonio dan Nadine.


"Amanda?" panggil Antonio.


"Antonio! Sakit kayak ditusuk-tusuk," rengek


Nadine


158| CEO Bucin Missecha


"Hmm!" Antonio menarik


k kembali tangannya.


"Aku akan panggilkan dokter kalau begitu."


"Oh, jangan, Antonio! Aku.. aku tidak apa-apa,


kok. Udah enakan sekarang," seru Nadine cepat


Siall Biasanya Antonio akan panik banget kalau aku kesakitan. Kurang ajar! Pasti ini semua karena ulah Manda, batin Nadine geram.


Ceklek...


"Eh, kok kamu di sini? Emangnya Nadine udah pulang?" tanya Eta.


"Kepalaku pusing, Ta. Aku mau tidur sebentar."


balas Manda. Manda pun langsung naik ke tempat tidur dan menutupi tubuhnya dengan selimut.


"Pasti si Nadine itu bikin ulah lagi, nih," gumam


Eta. "Lebin baik aku ke bawah sekarang juga.


০০


"Nggak perlu panggil dokter?" t


tanya


Antonio lagi.


"Hmmm ....


159] CEO B.cin - Missecha


"Dokter? Siapa yang sakit?" sela Eta menyusup di obrolan mereka berdua. "Lho, Nadine sakit? Ya, udah, yuk! Aku anter ke rumah sakit," ucap Eta.


"Egh, nggak usah, Eta. Aku udah baikan, kok.


Astaga! Aku lupa! Aku harus segera pergi. Aku masih ada


urusan," seru Nadine cepat.


"Oke. Hati-hati di jalan, yah! Kalau sakit, ke rumah sakit aja," ejek Eta. "Dasar kecentilan," maki Eta.


"Hey! Jaga bicaramu!" hardik Antonio.


"Cerewet! Lebih baik kamu liat istri kamu di atas!


Kepalanya sakit, tuh!" Sekakmat Eta lagi. "Aku pulang dulu." Eta pun memilih pergi meninggalkan sang kembaran.


160| CEO Bucin - Missecha