
Antonio seraya berbisik, "Ini waktumu dengan
kekasihmu di dalam, kan?",
wal
sindir Dean.
Mata Antonio terbuka sempurna saat mendengar Dean berbicara seperti itu.
"Kak Dean," lirih Manda di belakang Antonio
"Baiklah. Kaka pulang, yah. Ingat, adik kecil kaka
nggak boleh sakit, yah," ucap Dean, mengedipkan sebelah matanya pada Manda
Manda pun menyingkirkan tangan Antonio yang menahan tubuhnya di belakang. "Hati-hati, Kak. Salam buat tante dan juga om," ujar Manda
Dean hanya mengangkat jempolnya sebagai tanda 'yes' pada Manda, lalu segera bergegas masuk ke dalam mobilnya
“Auuuu!" pekik Manda. Dia memegang
pinggangnya. "Kenapa kamu mencubitku?" proteses
Manda pada Antonio yang dengan sengaja mencubit pinggang Manda.
Namun, seperti biasa Antonio hanya diam tidak menjawab apa pun dan memilih kembali masuk ke dalam rumah.
1561 CEO Bucin- Missecha
Sementara Nadine hanya bisa menunggu Antonio di dalam, ditemani tatapan tajam Eta yang seolah-olah menelanjangi tubuhnya
Siall Kenapa perempuan ini selalu menatapku seperti itu, batin Nadine kesal dengan Eta.
Aku akan mengawasimu, Nadine. Awas aja kalau
kamu berani macam-macam dengan Manda! Aku akan
menjahit mulutmu, batin Eta.
"Oh, ya ampun! Kalian berdua lama sekali, sih?
Aku kan udah kebelet mau ke kamar mandi," gerutu Eta
Kenapa masih di sini?" balas ketus Antonio.
"Kan ... aku harus mengawasi tamu kita ini. Aku takut kalau dia kenapa-kenapa nanti," ejek Eta. "Mand aku pinjam
kamar mandimu," ucap Eta. Lalu, dia pun berlari ke kamar Manda.
"Maaf, Manda. Bisakah aku duduk di samping Antonio? Aku ingin berbicara penting berdua dengannya," ucap Nadine dengan wajah liciknya.
د
din
Meskipun Manda belum menjawab, Nadine menggeser tubuh Manda menjauhi Antonio. Antonio hanya diam tidak memberikan reaksi apa pun.
Manda memilih mengalah pada Nadine yang
mengambil tempatnya, tetapi Manda tetap bertahan di
157I CEO Bucin Missecha
sana. Dia tidak membiarkan Nadine hanya berduaan saja
dengan suaminya
Nadine tidak ingin menunda-nunda lagi karena dia tahu sewaktu-waktu Eta pasti akan kembali dan mengganggunya. "Antonio, lihatlah!" Dia semakin mendekatkan dirinya dengan Antonio.
"Aduuuh!" pekik Nadine tiba-tiba memegang
dadanya.
"Ada apa? Kamu kenapa?" tanya Antonio panik.
dan mengarahkan tangan Antonio ke atas dadanya.
"Dadaku ini tiba-tiba sakit, Antonio," lirih Nadine
Mata Manda dibuat tidak percaya dengan apa yang dillihatnya. Bahkan, Antonio dengan mudah mengikuti perintah Nadine dan terlihat cukup khawatir.
"Hmmm, aku permisi. Aku akan ke atas dulu," ujar Manda. Hatinya kembali terluka melihat pemandangan di depannya. Dia pun memilih
meninggalkan Antonio dan Nadine.
"Amanda?" panggil Antonio.
"Antonio! Sakit kayak ditusuk-tusuk," rengek
Nadine
158| CEO Bucin Missecha
"Hmm!" Antonio menarik
k kembali tangannya.
"Aku akan panggilkan dokter kalau begitu."
"Oh, jangan, Antonio! Aku.. aku tidak apa-apa,
kok. Udah enakan sekarang," seru Nadine cepat
Siall Biasanya Antonio akan panik banget kalau aku kesakitan. Kurang ajar! Pasti ini semua karena ulah Manda, batin Nadine geram.
Ceklek...
"Eh, kok kamu di sini? Emangnya Nadine udah pulang?" tanya Eta.
"Kepalaku pusing, Ta. Aku mau tidur sebentar."
balas Manda. Manda pun langsung naik ke tempat tidur dan menutupi tubuhnya dengan selimut.
"Pasti si Nadine itu bikin ulah lagi, nih," gumam
Eta. "Lebin baik aku ke bawah sekarang juga.
০০
"Nggak perlu panggil dokter?" t
tanya
Antonio lagi.
"Hmmm ....
159] CEO B.cin - Missecha
"Dokter? Siapa yang sakit?" sela Eta menyusup di obrolan mereka berdua. "Lho, Nadine sakit? Ya, udah, yuk! Aku anter ke rumah sakit," ucap Eta.
"Egh, nggak usah, Eta. Aku udah baikan, kok.
Astaga! Aku lupa! Aku harus segera pergi. Aku masih ada
urusan," seru Nadine cepat.
"Oke. Hati-hati di jalan, yah! Kalau sakit, ke rumah sakit aja," ejek Eta. "Dasar kecentilan," maki Eta.
"Hey! Jaga bicaramu!" hardik Antonio.
"Cerewet! Lebih baik kamu liat istri kamu di atas!
Kepalanya sakit, tuh!" Sekakmat Eta lagi. "Aku pulang dulu." Eta pun memilih pergi meninggalkan sang kembaran.
160| CEO Bucin - Missecha