CEO BUCIN

CEO BUCIN
episode 91



"Ya sudah kita makan yu," ajak Bram seraya mengangkat paper bag yang ia bawa.


"Ayu." Aberlie bangun dari duduknya dan berjalan menuju ruang kerjanya bersama sang suami.


Sesampainya di ruang kerja Bram membuka makanan yang ia bawa dari kantin kantornya. Ia menata makanan tersebut di atas meja. Tiba tiba saja Aberlie mual mencium bau makanan yang dibawa oleh Bram.


"Huueekk...." Aberlie berlari ketoilet kecil yang berada di dalam ruang kerjanya.


Bram berlari dan menyusul sang istri "Kamu kenapa By? masuk angin?" tanya Bram seraya mengurut tengkuk leher sang istri.


"Entah lah Dear dari bangun tidur perutku rasanya mual sekali, terasa nyaman saat minum lemonade hangat barusan, tapi saat mencium aroma makanan yang kau bawa perutku terasa mual sekali Dear, huueekk...," kembali Aberlie memuntahkan isi perutnya yang hanya keluar cairan.


"Ya sudah kita kerumah sakit sekarang yah, aku akan menghubungi Agam dulu kau duduk lah dulu By di sini." Bram menuntun sang istri yang seketika itu pula wajahnya menjadi pucat.


"Baiklah Dear," jawab Aberlie menganggukkan kepalanya dan Bram meraih ponselnya untuk menelfon sang sahabat.


Selesai menelfon Agam Bram menghampiri Aberlie, ia khawatir dengan kondisi sang istri karena tiba tiba saja wajahnya terlihat pucat. Bram langsung membereskan barang barang sang istri dan memasukkannya kedalam tas. Bram menggendong tubuh sang istri keluar dari dalam Cafe.


"Hei kau," panggil Bram pada Rean yang sedang makan siang di kursi depan meja kasir.


"Ada apa tuan muda." Rean yang dipanggil oleh Bram langsung menghentikan makannya dan menghampiri Bram.


"Bereskan ruang kerja Aberlie, makanannya kalian bisa makan, aku akan membawanya pulang, kau ambil alih Cafe," ucap Bram memberi perintah, tanpa menunggu jawaban dari Rean Bram langsung pergi keluar Cafe menuju mobilnya.


Rean menundukkan kepalanya memberi hormat pada Bram. Ia langsung bergegas menuju ruang kerja Aberlie. Rean langsung membereskan makanan yang terdapat di meja depan sofa dan membawanya keluar untuk dibagikan kepada teman yang lainnya.


Bram meletakkan tubuh Aberlie dikursi samping kemudi, ia tak lupa memasang sabuk pengaman pada tubuh sang istri. Setelah menutup pintu mobil Bram memutar kekursi sebelah Aberlie, Bram masuk dan duduk di kursi kemudi. Setelah menutup pintu mobil Bram langsung mengemudikannya menuju rumah sakit di mana Agam sudah menunggu.


Tak butuh waktu lama mobil akhirnya tiba didepan rumah sakit. Agam sudah menunghu di depan rumah sakit dengan memegang kursi roda. Bram langsung turun untuk menggendong tubuh Aberlie dan mendudukkannya di kursi roda.


Bram mengambil Alih kursi roda tersebut dan mendorongnya menuju ruang praktek Agam. Agam hanya menggelengkan kepalanya geli. Pasalnya Bram begitu sangat posesif pada Aberlie sehingga ia tak mengijinkannya mendorong kursi roda yang ia bawa tadi.


Dasar bucin posesif, batin Agam terkekeh.


Sesampainya diruang praktek Agam, Agam langsung memeriksa Aberlie. Ia menggelengkan kepalanya dan terkekeh setelah mengetahui apa yang sebenarnya Aberlie alami. Agam diam sejenak sebelum menjelaskannya pada Bram.


"Bram," panggil Agam.


"Gimana Gam, istri gua gak apa apa kan?" tanya Bram masih dengan wajah khawatir.


"Tenang ajah Istri lu gak apa apa ko, dia hanya perlu diperiksa ulang sama Kak Sandra hehe," jelas Agam seraya terkekeh.


"Ko Sandra, dia kaaaan...." Bram tidak melanjutkan kalimatnya, jawahnya yang tadi khawatir seketika itu pula berubah menjadi berseri.


"Jadi maksud lu Istri gua hamil Men," ucap Bram dengan wajah tak percayanya.


"Perkiraan seperti itu Bro, tapi biar lebih jelasnya kita bawa Aberlie keruangannya Kak Sandra ajah yuh," ajak Agam.


Di depan ruang kerja Sandra Agam langsung membukakan pintu untuk Bram dan Aberlie masuk. Bram langsung mendorong kursi rodanya masuk kedalam. Sandra yang melihat Aberlie didorong menggunakan kursi roda oleh Bram dan ditemani oleh Agam mengerutkan dahinya bertanya tanya.


"Ada apa ini?" tanya Sandra pada mereka.


"Priksa saja lah Kak nanti kau juga akan tahu kenapa," jawab Agam memberi saran.


Sandra yang mendengar ucapan sang adik langsung menyuruh Bram untuk membawa sang istri ketempat pemeriksaan. Aberlie hendak bangun dan menuju brangkar tapi langsung mengangkatnya dari kursi roda. Bram kemudian meletakkan tubuh Aberlie di atas brangkar untuk diperiksa oleh Sandra,Sandra memeriksa Aberlie dan menanyakan apa yang ia rasakan.


"Aku merasa pusing dan mual pagi ini dok, tapi tadi di Cafe sudah sedikit reda setelah aku minum lemonade hangat...,"


"Dan ekstra lemon San," imbuh Bram langsung sebelum Aberlie menyelesaikan kalimatnya, Sandra hanya terkekeh.


"Gejala ini wajar ko Nyonya muda, mari sini saya jelaskan," ucap Sandra berdiri setelah selesai memeriksa Aberlie.


Aberlie bangun dari berbaringnya dan akan turun dari atas brangkar tapi lagi lagi Bram membopongnya. Wajah Aberlie memerah karena malu akan tinggah sang suami yang menurutnya hari ini itu terlihat aneh. Sandra dan Agam menggelengkan kepalanya berjamaah melihat tingkah tuan muda satu ini.


"Sebelumnya saya ingin mengucapkan selamat dulu untuk kalian berdua, selamat Nyonya muda saat ini anda sedang mengandung buah cinta anda dengan Tuan muda." Sandra memberikan selamat pada pasangan bucin yang ada dihadapannya tersebut.


"Serius San, Aberlie hamil, kami akan memiliki anak!" ucap Bram dengan gembira dan senyum lebar terukir di wajah tampannya.


"Benar Tuan muda, Nyonya muda saat ini sedang mengandung buah cinta kalian," ucap Sandra mengulang kalimatnya.


"By, aku akan menjadi Daddy By, makasih By." Bram memeluk Aberlie dan mencium ujung kepala sang istri di depan Sandra dan Agam tanpa rasa canggung sekalipun, Aberlie hanya mengangguk dalam pelukan Bram dan meneteskan air mata bahagia.


"Tuan muda, saat ini Nyonya muda sedang mengandung buah cinta kalian, usia kandungan Nyonya muda masih sangat muda sekitar lima minggu, di trisemester pertama ini masih sangat rentan sekali untuk keguguran, dan Nyonya muda juga diperkirakan sedang mengandung baby kembar jadi harus sangat berhati hati, saya menyarankan pada Nyonya muda untuk istirahat total mulai hari ini, jangan melakukan pekerjaan yang berat, atur agar suasana hati Nyonya muda selalu bahagia karena itu bisa mempengaruhi tumbuh kembang janin, rutin minum vitamin dan air mineral yang cukup, daaaaann yang paling penting adalah Tuan muda saat ini harus berpuasa untuk menahan napsu sibeo agar tidak meminta jatah olah raga setidaknya sampai kandungan Nyonya muda benar benar kuat," jelas Sandra.


"Tak masalah untukku berpuasa San asalkan calon baby dan Istriku sehat, apapun akan ku lakukan untuknya, makasih yah Sam kamu sudah menjelaskan apa yang boleh dan yang tidak boleh," ucap Bram masih dengan raut wajah yang bahagia.


"Sama sama Tuan muda, ini sudah menjadi kewajiban saya, ini ada beberapa vitamin yang harus dikonsumsi Nyonya muda dan dihabiskan, jangan lupa asupan air mineral, sayur dan buahnya juga penting yah Nyonya muda, jika terasa mual dan ingin muntah atau selalu muntah saat mengonsumsi makanan Nyonya muda bisa mengonsumsi susu dan buah yang tidak mengandung lemak," jelas Sandra kembali seraya memberikan catatan vitamin yang harus Bram tebus di apotek.


"Makasih yah Dok, saya akan ingat pesan dokter," ucap Aberlie.


"Makasih San, aku pamit dulu, Men gua harap lu secepatnya menyusul gua yah biar lu tau gimana perasaan gua saat ini." Bram memeluk Agam.


Gua udah tau lebih dulu gimana perasaan seperti ini Bram, dan gua rasa baby gua dulu yang akan lounching hehe, batin Agam terkekeh.


"Tenang Bro, nanti juga lu bakal denger kabarnya," jawab Agam membalas pelukan Bram.


Bram mendorong kursi roda Aberlie untuk keluar dari ruang kerja Sandra menuju apotek untuk menebus vitamin yang diresepkan oleh Sandra. Setelah sampai di apotek Bram langsung memberikan resep tersebut pada penjaga apotek yang berjaga. Setelah memberikan resep tersebut Bram menemani Aberlie duduk sambil menunggu vitaminnya disiapkan, jangan tanya mata para pengunjung rumah sakit kemana yah gaes.


*****


Selamat membaca kakak semua jangan lupa likenya yah🙏😊


Salam hangat dariku untuk kalian semua🙏😊🤗🥰