CEO BUCIN

CEO BUCIN
episode 79



Bonus nih bonus๐Ÿ˜ tapi agak gaje yah bonusnya maaf soalnya nulisnya digangguin sama tuyul gendut othor๐Ÿ™๐Ÿ˜


Tak lama ketoprak yang dipesan Haris pun datang, mereka langsung menikmatinya, Haris dan Risa makan malam dengan romantis walau hanya menu ketoprak.


***


Bram bersiap untuk pulang, niat hati hanya untuk meeting saja namun ternyata banyak berkas yang harus ia tangani, saat Bram menoleh kearah sofa Bram melihat sang istri tercinta tengah terlelap dengan sangat pulas.


Bram tak tega membangunkannya, ia menggendong tubuh sang istri keluar ruangannya, saat sudah keluar dari ruangannya Bram memberi kode pada Nita agar Nita membereskan berkas yang telah ia selesaikan diatas meja, Nita pun mengerti maksud dari sang atasan.


Bram berjalan menuju lift, semua mata karyawannya menatap kagum dan iri pada sang pimpinan yang begitu mesra memperlakukan istrinya.


Setelah sampai dibawah Bram langsung menuju loby dimana Erwin sudah menunggu, tanpa menunggu perintah dari Bram Erwin langsung membukakan pintu belakang untuk tuan mudanya.


Bram masuk dan memangku Aberlie dipangkuannya, terasa sedikit bergoyang Aberlie mengusap matanya dan membukanya perlahan.


"Tidurlah lagi by, kita dalam perjalanan pulang." Bram mengusap kepala Aberlie.


"Baiklah dear," jawab Aberlie seraya membelai wajah Bram.


Aberlie kembali tertidur dipelukan Bram, tangannya ia lingkarkan diperut Bram.


Aku ingin selalu seperti ini terus bersama dengan suamiku, apakah aku terlalu serakah tuhan, semoga ini bukan hanya mimpi mengingat kehidupanku selama ini penuh dengan kesedihan, gumam Aberlie kemudian memejamkan matanya.


Sesampainya dimansion Bram menggendong Aberlie kembali menuju kamar, ia tak ingin mangganggu tidur nyenyak dan mimpi indah sang istri.


Setelah mengantar tuan mudanya Erwin kembali pulang kerumahnya untuk bermanja dengan istrinya Sumi, saat melihat tuan mudanya Erwin jadi merindukan sang istri.


Didalam kamar Bram meletakkan Aberlie secara perlahan diatas tempat tidur agar tak mengganggu tidurnya, Bram langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Setelah segar Bram menyusul sang istri untuk bertemu dengannya dialam mimpi, malam ini Bram tak ingin mengganggu istrinya karena sangat lelah.


***


Pagi hari Haris dan Risa sudah dalam perjalanan menuju desa x, menjelang sore mereka sudah akan sampai, sebelum sampai Haris berhenti ditoko bronis seperti permintaan Risa, Risa ingin memakan bronis seperti yang ia makan dirumah Fatma oleh oleh yang dibawa Aberlie dan bram.


Setelah selesai membeli bronis mereka melanjutkan perjalanan mereka, tak lama Haris dan Risa sampai divila milik Aberlie, mereka sudah ditunggu oleh pasangan paruh baya yang pernah melayani Aberlie dan Bram saat mereka mengunjungi vila tersebut.


"Selamat datang den Haris," sapa Jajang dan Tun bergantian.


"Makasih mang," jawab Haris.


"Mari saya bantu den." Jajang meraih koper yang satunya, sedangkan Risa dan Tun sudah masuk duluan.


Risa dan Tun menuju dapur, makan malam sudah siap karena sebelum berangkat Haris sudah mengabari terlebih dahulu, Risa memasukkan Bronis yang ia beli dijalan kedalam kulkas.


"Mbok ini dibawa yah nanti biat dirumah." Risa menyerahkan sebox bronis untuk dibawa pulang oleh Tun.


Risa membeli tiga box bronis untuk stok dimasukkan kulkas karena kalau malam ia suka ngemil apalagi jika sedang ronda bersama dengan Haris.


***


Didalam kamar Aberlie sedang mengusap kepala Bram yang tengah tiduran dipangkuannya.


"Dear, besok aku kecafe yah, udah lama aku gak kecafe," ucap Aberlie.


"Nanti kamu kecapean by," jawab Bram.


"Gak dear aku janji aku gak bakal cape cape." Aberlie memohon sambil sedikit merengek.


"Baiklah by, tapi jika kamu merasa lelah kamu istirahat saja diruang karja yah jangan dipaksakan, besok juga aku akan kekantor, jam makan siang aku kecafe dan pulangnya tunggu aku jemput." Bram merancang aktivitas Aberlie.


"Oke deae, tidur yu aku ngantuk," ucap Aberlie seraya menguap.


"Baiklah ayu kita tidur." Bram bangun dari pangkuan Aberlie dan merebahkan tubuhnya disamping Aberlie dan memeluknya erat.


***


Aron sejatinya memang menyukai Aliva sejak lama, rasa ketertarikan Aron pada Aberlie hanya ketertarikan sesaat, saat Aron kembali pada Aliva ia merasakan kembali perasaan yang pernah hilang karena teralih sesaat pada Aberlie.


Aron sudah mulai merubah kebiasaannya sebagai petualang wanita, ia benar benar ingin berubah sebelum penyakit singgah ditubuhnya, begitupula Aliva sudah mulai merubah kebiasaannya berfoya foya dan pergi belanja.


Aron dan Aliva bersukur karena Bram dan Aberlie mau memberinya pekerjaan untuk penghasilan mereka.


Walaupun Aron cacat ditangannya karena dipot ong tangannya oleh Bran dan Aliva sudah tak bisa memiliki keturunan karena diberi obat oleh Sumi atas perintah Bram namun mereka bisa dan selalu berusaha menerima kekurangan masing masing.


Aron dan Aliva menge**ng bersama saat sesuatu keluar dari beonya dan menyembur kedalam perut Aliva, Aron ambruk diatas tubuh Aliva.


Setelah napas mereka teratur Aron pindah posisi berbaring disamping tubuh Aliva dan memeluknya erat.


"Bersukur kak Bram mengampuni kita atas apa yang telah kita perbuat yah yang," ucap Aliva dalam pelukan Aron.


"Iya yang, aku juga bersukur kak Bram mengampuni kita, dan sekarang mereka juga memberi kita pekerjaan," jawab Aron.


"Ya sudah kita tidur sekarang oke," ajak Aron.


"Baiklah."


***


Pagi menjelang Aberlie dan Bram sudah berpakaian rapi kerena hari ini mereka akan memulai aktivitas mereka seperti biasa.


Aberlie merasa tubuhnya sudah pulih jadi dia memutuskan untuk mengunjungi cafenya hari ini, Aberlie sudah sangat merindukan karyawannya dicafe.


Setelah sarapan Bram mengantar Aberlie terlebih dahulu kecafenya, sesampainya dicafe Aberlie turun ditemani Bram masuk kedalam cafenya.


Para karyawan cafe menyambut Aberlie dengan penuh drama, mereka memeluk Aberlie secara bersamaan, Bram yang melihat istrinya mendapatkan kasih sayang dari para karyawannya tersenyum bahagia.


"Mba Berl kami semua rindu padamu mba." Ashana yang paling heboh dari pada yang lainnya.


"Selamat datang kembali mba," ucap rean dan karyawan lainnya bergantian.


"Makasih yah semuanya." Aberlie terharu dengan semua kasih sayang yang mereka berikan.


"Hei kamu, siapa namamu?" tanya Bram pada Rean.


"Rean tuan muda," jawab Rean.


"Ah iya Rean, istriku pernah bercerita tentangmu namun aku lupa, tolong jaga istriku yah, jangan biarkan ia kecapean karena kondisinya belum sepenuhnya pulih, jika ia sudah terlihat lelah tolong suruh dia istirahat diruangannya." Bram memberi perintah pada Rean.


"Baik tuan muda, anda tenang saja kami semua disini akan menjaganya dengan baik," ucap Rean dengan semangat yang membara karena ini pertama kalinya Bram berbicara padanya.


"Baik lah, aku percaya padamu jangan kecewakan aku."


"Siap tuan muda," ucap Rean seraya bergaya hormat.


"By, aku pergi kekantor dulu yah, siang nanti jika aku tak sibuk atau tak ada rapat aku akan kesini, namun jika aku tak kesini kamu jangan lupa makan siang dan minum obat serta vitaminmu, love you." Bram mengingatkan Aberlie agar tak lupa seraya mengecup ujung kepalanya.


"Baiklah dear, hati hati yah, love you yo,"


Bram pergi meninggalkan cafe Aberlie dan menuju kantornya.


"Ciiiiiieeeeeee ehem ehem...." serentak para karyawan menghoda Aberlie dan seketika itu pula wajah Aberlie jadi merah.


"Sudah sudah ayo kita kembali ketempat masing masing, Rean mana laporan selama mba gak ada." Aberlie mengalihkan pembicaraan dan akhirnya merekapun bubar.


*****


Selamat membaca kakak semua jangan lupa likenya yah๐Ÿ™๐Ÿ˜Š


Salam hangat dariku untuk kalian semua๐Ÿ™๐Ÿ˜Š๐Ÿค—๐Ÿฅฐ