
Di sisi lain sebuah hal mengejutkan terjadi, seorang pria dan wanita tengah terbaring satu sama lain di atas kasur tanpa sehelai benang pun, jika kalian bertanya apakah ini flasback dari malam pertama Lenka dan Samuel? Bukan, seperti nya sangat salah.
Ugh...
Seorang gadis melenguh dari tidur nya, sedangkan pria itu yang merasakan pergerakan malah melingkarkan tangan kekar nya di pelukan sang gadis yang masih tertidur itu, hingga akhirnya suara bunyi ketukan pintu terdengar dari luar dengan keras.
Tok.. tok...
"Kak bangunlah, apa kau semalam pulang!"teriak Rara dari luar kamar terus mengendor pintu itu karena di suruh oleh sang mama Adelia.
Pria itu yang mendengar suara ketukan pintu yang berisik seketika mendengus kesal, Sadam dengan mata berat nya berusaha terduduk dari tidur nya. Tapi apa ini sebuah benda kenyal dia rasakan, Sadam mengengam benda bulat itu.
Jedar..
"Kakak sebentar lagi, Gisel mau tidur,"lenguh gadis itu menyingkirkan tangan Sadamd dari dada nya yang di remas Sadam.
Gubrak...
Seakan tersadar pria itu membuka mata nya cepat, dia langsung terduduk dia atas kasur dengan wajah panik melihat keadaan seorang gadis yang tidak memakai apapun di atas kasur nya, baju mereka semua nya bertebaran di lantai.
Sadam mengedarkan pandangan nya, diri nya juga kacau, bekas kemarahan di leher nya. Begitu pun dengan gadis itu? Gisel! Astaga dia Gisel, pria itu tambah kaget melihat gadis itu mendapat bekas kissmark yang banyak.
"Si@l ini tidak mungkin aku!"teriak Sadam dengan keras.
Hingga akhirnya Gisel yang nyenyak tidur itu mengeliat kesana kesini karena berisik, dia tidak terganggu sama sekali. Selimut yang menutupi tubuh putih mulus gadis itu seketika tersingkap karena Gisel yang tidak tenang, bagian atas gadis itu serta paha mulus nya terlihat jelas.
Glek...
Sadam menelan saliva nya dengan kasar, pria itu panik. Rara di luar terus berteriak, sedangkan Gisel dalam posisi yang membuat nya panas dingin, pria itu langsung menyelimuti Gisel dengan pelan.
"Sebentar,"ucap Sadam kepada Rara agar adik nya itu pergi dari depan pintu.
Pria itu turun dari kasur nya, astaga dia juga sudah sama sama naket dan tidak memakai apapun membuat pria itu malu dengan milik nya yang bangun karena seorang gadis yang tidak mengoda nya dan hanya diam di kasur tanpa menggunakan apapun.
"Gil@ Aku gila, aku tidak melakukan nya kan,"gumam Sadam dengan wajah panik.
Sadam langsung pergi ke kamar mandi dengan badan yang polos tanpa di sadari Gisel yang masih tertidur, pria itu membersihkan diri nya dan langsung memakai pakaian nya. Mata nya teralihkan oleh Gisel yang masih enak-enak nya tidur sedangkan dia sudah sangat panik.
"Kenapa Rara dan Mama juga ada di rumah, bukan kah mereka pergi, si@l kenapa aku seperti pria bejat,"umpat Sadam yang tidak berhenti mondar mandir karena panik.
Hingga sebuah ide muncul di otak nya, benar semalam dia ada di acara pernikahan Samuel. Dia seperti nya terlalu banyak mengonsumsi alkohol, dia harus bertanya kepada Arbian.
Drt.. drt..
"Bod0h, kenapa lama sekali,"umpat Sadam kepada ponsel nya yang tidak kian di angkat oleh Arbian.
Lalu sebuah harapan muncul Arbian mengangkat panggilan itu dengan mendengus kesal kepada Sadam, di dalam telpon terdengar suara wanita.
"Sayang ayo lanjutkan,"
"Apa kau yang mengantar ku pulang kemarin?"tanya Sadam to the point tanpa mendengar keluhan Arbian.
Pria itu terdiam, tidak ada jawaban sama sekali kecuali suara ******* j@lang yang terdengar di telinga Sadam. Membuat pria itu ingin muntah di pagi hari.
"Bukan, kemarin Agalista dan Kevin pulang terlebih dahulu. Karena Aga seperti nya tidak enak badan, dan kita tinggal. Kau mengajak ku minum, tapi aku balik bukan kau yang menyuruh ku mencek email yang kau kirim,"jawab Arbian kesal.
Sadam berusaha mencerna perkataan Arbian, dia ingat saat itu diri nya memang mengusir Arbian untuk pergi. Lalu dia sangat pusing, para pria william menawarkan diri untuk mengantar nya pulang, tapi Gisel malah mengatakan biar saja dia yang membantu karena tidak mungkin ini akan menganggu acara permainan TOD mereka.
"Lalu apa,"gumam Sadam dengan kesal.
"Sadam?"ucap Arbian di telpon karena pria itu diam.
Tut... tut..
Panggilan terputus Sadam langsung mematikan ponsel nya dengan cepat, sedangkan Arbian yang melihat itu hanya terus mengumpati Sadam yang sangat tidak jelas.
"Yang menikah itu bos, kenapa aku yang malah malam pertama,"gumam Sadam dengan wajah panik nya.
Dia tidak dapat membayangkan jika mama nya sampai mengetahui ini, tapi akhirnya saat dia tengah panik bagaimana reaksi mama nya itu. Pintu kamar Sadam di buka menggunakan kunci duplikat oleh mama Sadam.
Brak...
"Sadam mama mendengar kau membawa wanita pulang, tetangga melihat itu!"teriak mama Sadam dengan marah kepada anak nya.
Krik.. krik..
Tidak ada jawaban sama sekali, Sadam melirik arah mata mama nya yang melirik siapa gadis yang tertidur di atas kasur. Sedangkan Rara malah melebarkan mulut nya melihat pakaian dal@m wanita yang bertebaran, Sadam panik dan langsung memungut nya cepat.
"Mama, Rara aku tidak melakukan apa pun, aku serius ini bukan seperti apa yang kalian lihat,"ucap Sadam mengambil baju Gisel dan membuang nya ke kamar mandi dengan cepat.
Adelia masih terdiam begitu pun dengan Rara, sedangkan Sadam sangat panik melihat itu. Gisel yang merasa silauan di sebuah kamar itu seketika membuka mata nya.
Matahari yang sudah masuk ke kamar Sadam baru membuat Gisel bisa terbangun padahal dari tadi semua orang sudah sangat heboh, gadis itu meringis membuat semua orang tambah merasa kaget.
"Sayang apa kesakitan?"tanya mama Sadam dengan panik ketika mendengar rintihan Gisel.
Gadis itu yang masih loading dan baru bangun, masih belum menyadari di sekitar nya dia menatap mama Sadam yang menghampiri nya.
"Tante?"
Gadis itu beralih menatap Sadam yang menatap nya dengan memegang pelipis nya, pria itu mengusap pangkal hidung nya ketika Gisel menatap ke arah nya, dia tidak bisa memikirkan apa pun lagi, Gisel melirik jam dinding yang menunjukan pukul 10 pagi.
"Udah jam 10! Kyaa hari ini Gisel ada wawancara,"teriak gadis itu bersiap turun dari kasur dan malah membuat selimut nya terjatuh.
Semua lagi-lagi kaget, dan Sadam lagi-lagi hanya bisa pasrah, bagaimana mama nya itu bisa mau menerima penjelasan nya sudah melihat Gisel tidak memakai apa pun itu, gadis itu yang lemot dan baru sadar di rumah orang lain bukan di rumah nya seketika berteriak.
"Astaga baju ku mana!"teriak Gisel.