
Caroline yang sudah selesai bertemu dengan orang tua Samuel itu terlihat ingin melangkah kan kaki nya menuju keluar mall. Tapi sebelum itu terjadi Caroline melihat siluet Samuel di salah satu toko mall itu.
"Sam?"batin Caroline mencari seseorang yang dia kenal itu.
"Aku yakin kalau aku tadi melihat dan berada di sini,"ucap wanita itu.
Caroline tampak memutar kembali langkah nya beberapa kali Caroline tampak mngiyisir toko tersebut dan ternyata benar saja terlihat Samuel di sana yang sedang berbicara dengan karyawan toko.
"Jangan membuat istri ku menunggu, aku akan memakai ini,"ujar Samuel mengulurkan black card nya kepada karyawan itu.
Karyawan itu tampak senang dan dengan senang hati menerima kartu itu. Terlihat itu yang mengesek kartu Samuel entah berapa yang pria itu habis kan hanya untuk membuat istri nya tetap aman.
“Kau menemukan nya?”tanya Sam menanyakan itu kepada Lenka.
Wanita itu terlihat melirik suami nya dan mengangguk senang.
“Ya sayang tapi aku sedang memilih yang cocok untuk mu, kalau aku memilih ini lucu bukan,”ucap Lenka memperlihatkan baju yang berkaus tim kelinci bewarna putih itu.
“Aku juga?”tanya Samuel mengatakan itu.
“Ya kau juga harus memakai nya kan,”ucap Lenka dengan cepat.
Samuel terlihat berpikir keras ayolah harga diri sudah cukup banyak di permalukan apalagi dia tidur dengan Kostum itu pasti sangat panas. Samuel saja tidak tahan dengan hal itu.
“Sayang aku tidak usah saja? Beli saja untuk mu atau beli saja untuk Jastin suruh dia memakai nya nanti di markas oke,”jawab Samuel membujuk istri nya.
Sedangkan di sisi lain Jastin yang memang tidak ikut itu dan tinggal di markas karena Samuel hanya ingin pergi berdua merasa telinga sedikit berdengung pria itu menatap langit langit markas aeros.
“Wah seperti nya ada yang mengosipi ku ini,”ucap Jastin.
“Aku tau aku pria tampn pasti gadis gadis di sekolah ku merindukan aku bukan haha,”ucap pria kecil itu berbangga diri atas apa yang dia yakin kan sendiri.
Jastin tidak tahu saja jika sang majikan lah yang sedang membicarakan sedangkan pria itu sudah dulu besar kepala atas apa yang dia pede kan sendiri.
Lenka tampak terdiam dan berpikir senyum nya yang tadi datar sekarang berubah lebar gadis itu menunjukkan tangan nya ke atas seolah menemukan sebuah ide, ayolah firasat Samuel kurang enak saat ini. Dia merasa Lenka akan meminta hal aneh.
“Yes kau benar sayang kau juga memakai nya aku akan menyuruh semua yang ada di kantor mu memakai pakaian ini pasti jadi hewan hewan yang imut,”ucap Lenka mengatakan itu dengan antusias.
Plak..
Samuel tampak memukul kepala nya pelan sepeti nya perkataan yang dia lontar kan sangat salah serti nya bukan makin membaik justru itu semakin memburuk pikir Samuel kala itu.
“Haduh mampus,”ucap Samuel mengatakan itu.
“Kenapa reaksi mu begitu? Kau tidak mau memakai nya?”tanya Lenka berhenti memassukan banyak pakaian kostum itu.
Pria itu seketika terdiam menatap istri nya yang tadi nya tersenyum berubah dengan wajah cemberut dan menunduk, Lenka tampak menetas kan air mata nya dengan sesenggukan. Ayolah Samuel benci hal ini.
“Kau kau tidak mau memaki nya demi anak kita sayang padahal twins sangat ingin melihat mu cosplay harimau,”ucap Lenka sambil meneteskan air mata nya.
“Sayang jangan menangis aku mau,”ucap Samuel dengan cepat.
Lenka yang tadi nya menangis seketika langsung tersenyum senang, gadis itu tampak cepat merubah ekspresi wajah nya yang tadi bersedih sekarang menjadi senang.
“Nah gitu dong sayang, suamiku memang yang terbaik,”ucap Lenka kembali mengambil semua pakaian kostum itu.
“Lah?”samuel menaikan satu alis nya bingung.
“Tadi nangis kok langsung senang? Apa istri ku sedang main drama dia sangat cepat merubah ekspresi wajah nya,”ucap Samuel dengan heran mengatakan itu.
Bagaimana tidak Samuel sampai bingung Lenka yang tadi nya menangis langsung berhenti ketika diri nya mengatakan jika diri nya mau untuk menuruti keinginan Lenka malah sekarang Lenka tampak seperti orang yang tidak sesudah menangis.
“Nah mbak ini juga ini juga masukin, bantu aku bawa ini ke mobil ya mbak,”ucap Lenka asik menyuruh karyawan itu meminta membawa pesanan nya.
Pelayan itu tampak bekerja dengan senang hati ya bagaimana tidak senang pelanggan mereka membeli banyak bisa saja mereka meningkat kan penjualan hari ini dan mendapat kan bonus gaji yang besar bukan.
“Dasar bocil,”keluh Samuel mengatakan itu.
Beberapa menit telah berlalu karyawan itu terlihat membungkus pesanan Lenka yang sangat banyak bagaiman tidak itu banyak karena dia berniat akan menyuruh semua bawahan Samuel memakai kustom itu.
Samuel yang asik menunggu Lenka dengan bermain ponsel itu mendengar sang istri tercinta memanggil nama nya dari belakang, terlihat Lenka yang keluar dari ruangan ganti.
“Sayang aku sudah pakai,”ucap Lenka tersenyum manis melihat baju kustom lucu yang dia pakai saat ini.
“Istri ku kau memakai nya sekarang?”tanya Samuel dengan kaget dan langsung berdiri.
Gadis itu mengangguk dengan polos ny sedangkan pria karyawan hanya bisa terkekeh melihat tingkah lucu orang kaya itu, ya mereka baru tahu ternyata ada juga orang kaya yang tidak sombong san bertingkah kocak seperti ini.
“Nah kamu juga sayang cepat ganti,”ucap Lenka memberikan salah satu paper bag berisi kan pakaian kustom itu.
“Ta ta tapi aku pakai di markas saja ya masa aku keluar mall pakai ini?”tanya Samuel membuka paper bag yang memperlihatkan kustom babi itu.
“Tapi twins mau nya sekarang,”ucap Lenka cemberut mengusap perut nya yang masih terlihat datar.
Huft..
Ayolah terlihat Samuel di sana menghembus kan nafas nya dengan panjang lebar lagi lagi sang istri mengatakan kata kunci demi si twins, Samuel terlihat berkeringat dingin memikir kan bagaimana dia keluar dari mall dengan kustom itu pasti semua orang akan memperhatikan mereka.
“Kau tidak mau? Ya sudah aku suruh arbian yang memakai nya, kata orang yang sering bantu idam istri nya bakal mirip anak nya,”ucap lenka.
“Terus maksud mu anak kita mirip arbian begitu?”tanya Samuel dengan kesal mengingat itu.
Lenka terlihat mengangguk mendengar jawaban Samuel yang seperti itu.
“Jangan sayang aku pakai, enak saja muka jelek arbian mirip anak ku,”