
Samuel mengerjapkan mata nya, kepala nya terasa pusing satu hal yang Dia ingat saat Dia bangun pertama terlebih dahulu yaitu adalah Lenka.
Brak..
"Lenka!"teriak Samuel dengan wajah panik langsung berdiri.
Kevin yang sedang memantau pergerakan Black tim bersama Arbian dan tim pengejar itu lewat CCTV seketika menatap ke arah Bos nya yang sudah terbangun.
"Bos, Anda sudah bangun, minum obat lah terlebih dahulu,"ucap Kevin menyerahkan gelas dan kotak obat.
Prank..
Samuel menepis tangan Kevin, Dia menjambak rambut nya sendiri dengan kasar nya mulut nya terus merapal nama Lenka, seperti nya Dia memang tidak di takdirkan berhubungan dengan siapa pun atau mereka yang dekat dengan nya akan di sakiti dan di ambil satu persatu.
Maka dari itu Samuel jarang pulang ke Alferoz, karena pria itu tidak mau melibatkan keluarga Daddy nya itu dalam masalah.
"Kevin, Aku akan turun ke lapangan dengan Arbian,"ucap Samuel mengambil mantel anti peluru nya bewarna hitam, lalu mengambil persenjataan nya.
Di sisi lain Lenka yang baru tersadar itu mengerjapkan mata nya beberapa kali, bau obat yang dapat Dia kenali yaitu Lidokain adalah salah satu obat yang digunakan untuk mematikan jaringan pada area spesifik dan untuk mengobati ventrikel takikardia. Obat ini juga dapat digunakan untuk memblok saraf.
"Para b@jingan itu membius ku,"gumam Lenka yang mencium aroma yang dapat Dia kenali.
Gadis itu menormalkan penglihatan nya, tidak ada satu pun orang di sana kecuali diri nya yang menjadi sorot sebuah kamera dan satu lampu yang mengantung di atas kepala nya menjadi penerangan.
'Tidak mungkin musuh Daddy, selama empat tahun ini Aku sangat aman,' batin Lenka.
Mata nya megedar keseluruh ruangan yang sisi lain nya gelap itu, kepala nya terasa sangat pusing tapi di paksa untuk tetap terbangun, Lenka berusaha melepaskan tali itu dengan keahlian yang telah Dia pelajari.
Sret..
Tali itu berhasil terlepas, Lenka membuka tali yang mengingat kaki nya dengan kuat membiarkan bekas merah yang tertinggal pada kaki putih nya.
Drap.. drap..
Dengan perlahan Lenka berusaha menyusuri area yang mungkin saja sangat berbahaya hingga beberapa pria memakai topeng dan pakaian hitam berbadan besar membentak nya.
"Mau kemana kau!"teriak pria itu mencengkram Lenka.
"Kalian siapa!"teriak Lenka yang tidak kalah kaget mendengar teriakan itu.
Brak...
Salah satu pria bertubuh besar itu mendorong Lenka sangat kuat hingga tubuh kecil nya terbentur di dinding, sebelum Lenka pingsan kembali karena benturan di kepala nya Dia mendengar percakapan singkat.
"Salahkan Samuel si iblis kekasih mu itu Nona, mereka sudah menculik bos kami, jadi sebagai pertukaran nya kami akan menahan mu haha,"ucap pria itu dengan suara keras nya.
Gelap, seperti nya Lenka sudah menutup mata dan pingsan kembali dalam posisi tengkurap dan baju nya yang sudah kotor.
"Kak Kau terlalu kasar, bagaimana pun Dia kekasih si iblis, Aku takut juga jangan terlalu berlebihan,"ucap rekan pria bertopeng itu.
"Coba saja kalau bocah itu berani,"kesal pria itu memukul kepala teman nya.
Gedung yang dapat diketahui tempat Lenka di sekap itu sudah terkepung oleh Black tim, dengan langkah tegap nya Samuel yang memegang senjata masuk menendang segala pintu yang menghalangi nya.
Brak...
"Masuk!"perintah Arbian kepada Black tim untuk membuka jalan.
Mereka menyusuri semua ruangan tapi hasil nya nihil, Samuel yang berdiri di salah satu ruangan itu seketika sangat marah besar, apa-apaan dengan informasi tim nya yang bertele-tele ini.
"DAMN YOU ALL!!(SIALAN KALIAN SEMUA!),"teriak Samuel dengan emosi nya menendang tubuh bawahan Arbian itu hingga tersungkur.
"Get the f*uck out of here!(Pergi dari sini),"
"I don't want to know find my girl until I find her, and bring her here without a scratch! Or all of you will die,"
(Aku tidak mau tahu cari gadis ku hingga ketemu, dan bawa Dia kesini tanpa sedikit pun goresan! Atau kalian semua yang akan mati)
Samuel seketika naik pitam gadis yang Dia cari tidak ada di tempat yang telah di informasikan Sadam pria itu memaki semua orang yang ada di depan nya.
"Kevin!"
"Yes Bos,"ucap Kevin langsung berdiri dengan cepat di samping Samuel atau Dia juga yang akan menjadi korban kekesalan selanjut nya.
"Dimana gadis ku,"ucap Samuel dengan tatapan tajam nya.
Pria itu meneguk saliva nya dengan susah, pria itu membuka tablet dan langsung menghubungi Sadam, pria itu langsung memberikan nya kepada Samuel.
"Sorry bos, seperti nya kita di tipu, Nona di bawa pergi menggunakan helikopter menuju luar kota Roma, Aku sudah memastikan koordinat nya kembali,"ucap Sadam dengan wajah serius nya.
"Sadam you, jika kedua kali nya kau membuat kesalahan jangan salah kan Aku menghabisi mu,"ancam Samuel melempar tablet itu dengan kasar.
Bruk..
Panggilan terputus..
Telpon itu seketika terhenti ketika Samuel melempar nya, Sadam yang kendengar suara dingin Samuel di seberang telpon sana membuat diri nya sudah ketar ketir.
"Tikus kecil si@lan gara-gara kalian mengendap Aku terlalu fokus dengan gedung nya, Fu*ck this **1*! " umpat Sadam memukul komputer nya merasa di remehkan menjadi anggota tim informasi karena oleh tikus kecil itu.
"Kalian pastikan koordinat Nona Lenka dengan sempurna, atau Aku akan menendang kalian dari Aeros,"kesal Sadam kepada rekan nya yang tampak bertele-tele.
Semua orang tampak dalan emosi yang memuncak karena permainan yang di lakukan musuh hanya permainan kecil tapi dapat mengecoh mereka semua.
Sementara itu Lenka kembali terbangun, hal yang Dia rasakan pertama adalah sesak, ruang bernafas nya terasa sangat terbatas satu hal yang dapat Dia ketahui seperti nya Dia di masukan ke dalam sebuah tas dengan kaki nya yang di tekuk, Lenka juga dapat mendengar suara helikopter yang mendarat, si@lan seperti nya Dia sudah di bawa jauh dari kediaman nya.
"Angkat dan lemparkan saja Dia ke gedung, pastikan Dia tidak mati,"ucap salah satu pria itu menyuruh bawahan nya untuk membawa tas yang berisikan Lenka di dalam nya.
Tim Aeros bersiap masuk pergi menuju lokasi yang sudah di tentukan Sadam itu, dengan perintah Samuel mereka berhenti dan mendengar intruksi pria itu.
"Aku tidak suka milikku di sentuh, jika ada yang menyentuh nya seujung rambut, jika Dia tergores sedikit pun dengan kelalain kalian, Aku akan menghabisi kalian semua,"