SAMUEL

SAMUEL
BAB 33



Hari sudah semakin larut dan malam, Lenka saat ini tengah bersiap pergi untuk acara reuni SMA nya, entah kenapa Dia sangat tidak sabar bertemu teman-teman nya, yah walaupun Dia cuman hanya ingat Gisel seorang diri.


Tring.. tring..


Ponsel Lenka berbunyi menampilkan notifikasi pesan dari seorang pria yang menjadi pacar dadakan nya, dan pemaksaan yang lebih jelas di sini, Lenka masih ragu dengan perasaan nya, yah walaupun terkadang gadis itu kerap cemburu tidak suka melihat Samuel dekat dengan wanita lain.


**Samuel Morgan** : Sayang jika kau bersenang-senang pergilah, jika Aku tahu kau memakai baju seperti itu lagi, Aku akan menarik mu pulang dan memakan mu.


Lenka mendengus kesal melirik pesan dari pria dewasa itu, membuat mood nya semakin tambah buruk atas sifat cemburu dan posesif Samuel yang menurut nya sangat berlebihan itu.


"Ya, ya terserah kau Tuan Morgan,"gumam Lenka tanpa membalas pesan itu dan hanya mengomel sambil melihat penampilan nya di cermin.


Dengan balutan celana bahan hitam sederhana tanpa brand, serta baju kemeja yang di padukan dengan dalaman bewarna putih, sungguh penampilan sosok yang sangat sederhana untuk seorang anak Billioiner dari keluarga William tersebut.


"Lihat, Aku sangat tertutup,"gumam Lenka puas dengan hasil balutan pakaian nya sambil berbicara sendiri.


Drt.. drt..


"Nona Lenka, Aku sudah di bawah apartemen mu, cepatlah turun, tidak mungkin Aku menjemput mu ke atas bukan,"ketus Gisel langsung mematikan ponsel nya.


"Dasar, wanita itu membuat ku emosi, Dia tidak memberi salam dan juga langsung mematikan ponsel nya,"kesal Lenka mengambil tas nya.


Gadis cantik berambut gelembong bewarna hitam pekat khas orang Asia itu berjalan turun menyusuri lift dan lorong apartemen yang sepi, Lenka berjalan santai dan sampai kepada mobil silver sedan yang terparkir sambil membunyikan klakson nya keras.


Tin.. tin..


"Lenka, apa-apaan pakaian mu itu, kita sudah berumur 19 tahun, pakailah outfit yang sedikit elegan,"teriak Gisel menurunkan kaca mobil nya menatap Lenka tidak percaya.


"Jangan banyak bicara dan mengurus diri ku, cepat,"balas Lenka masuk ke dalam mobil sahabat nya itu tanpa mempedulikan ceramah Gisel sepanjang jalan menuju tempat reuni mereka.


Gisel terus beradu bacot dengan mengatakan dan mengeluhkan kata-kata tentang pakaian Lenka yang Dia bilang sangat tidak cocok untuk gadis secantik Lenka.


'Dengan Gisel membuat ku pusing mendengar Dia mengeluh pakaian kekanakan ku, dengan Sam Dia terus mengeluh dan cemburu kalau Aku memakai pakaian terbuka, serba salah,' batin Lenka memegang kepala nya mengeleng.


Mereka akhirnya sampai di sebuah restoran mewah, Gisel berjalan terlebih dahulu di ikuti Lenka, pelayan toko melihat pakaian Lenka yang biasa sedangkan semua orang masuk kesana memakai dress atau pun pakaian elegen untuk berkencan ala orang kaya.


"Nona apa Anda sudah reservasi terlebih dahulu? Harga di sini cukup,"


"Kami sudah memesan tempat,"jawab Gisel cepat tanpa mendengar lanjutan kata pelayan yang membukakan pintu untuk mereka.


Lenka tidak mempedulikan pandangan orang tentang nya, Dia hanya lewat walaupun di tatap orang, jika ada Varo di sana, pria itu sudah memastikan akan membeli tempat itu karena menghina putra satu-satu nya itu, dan membuat pelayan itu menutup mulut nya dengan uang dollar yang banyak.


'Jika Mommy yang di sini, Daddy pasti sudah memecat pria itu,' gumam Lenka tertawa mengingat cara berpakaian Mommy nya juga sederhana dan tidak suka mencolok mewah.


Kedua gadis itu berjalan beriringan, hingga sampai pada sebuah meja besar yang sudah banyak terdapat para gadis-gadis cantik saling berbincang.


"Astaga apa itu kau Lenka, Ketos cantik kita kembali,"ucap salah satu gadis sana memberitahu teman-teman nya.


"Buk dokter lulusan terbaik universitas luar ini, udah duluan dari pada kita selesai kuliah nya nih guys,"


Sambutan dan sapaan ramah di lontarkan kepada Lenka, walaupun itu hanya sekedar basa basi, hei di sana semua nya yang duduk adalah anak orang kaya, jika tidak mereka tidak akan pernah dulu bertemu di sekolah internasional high school khusus perempuan.


"Kau lihat, Aku baru saja membeli kalung berlian ini dari produk desain perusahaan A&E,"ucap salah satu teman Lenka memperlihatkan leher putih nya dengan kalung mewah.


'Bukan kah itu perusahaan Uncle Reno? Aku ingat itu nama produk Alferoz dan Edward, seperti nya kalung itu yang di kirim Dhea untuk sebagai hadiah wisuda, apa benar baru di luncurkan,' batin Lenka yang merasa heran karena sudah lama memiliki nya.


"Wah kau keren, perusahaan itu hanya memproduksi brand nya sangat limitid edition, itu bisa di hitung dengan hitungan jari, Ah sangat sayang Aku tidak bisa membeli nya,"keluh salah satu teman Lenka yang lain.


Brak..


Gisel yang kesal mengebrak meja restoran itu, Dia mendengus kesal.


"Kalian bisa tidak kalau berkumpul jangan pamer kekayaan seperti itu, Aku lelah mendengar nya,"ketus Gisel.


"Aduh Gisel, kami tahu kau hanya beruntung masuk ke IHSG dulu, apa pakaian mu itu KW?"


"Aku tidak tersinggung sama sekali, tapi ayolah teman-teman apa tidak sebaiknya kita bernyanyi atau mempermainkan permainan yang menyenangkan,"tawar Gisel kepada teman-teman nya itu.


Mereka semua saling menatap mendengar penuturan Gisel, lalu saling tertawa setelah itu.


"Sayang ku Gisel, kita bukan anak kecil lagi, ayolah setidak nya lakukan dengan elegan, kita bisa menikmati segelas sampanye mahal ini dengan pelan,"


"Benar begitu Lenka?"ucap salah satu teman Lenka menaikan satu alis nya seolah ingin tertawa mengejek.


"Aku hanya ikut saja,"ucap Lenka menjawab seadanya karena Dia memang sudah bosan.


"Pftt, Lenka kau dulu memang berwibawa, tapi makin kesini apakah penampilan mu semakin kampungan dan murahan, apa kemeja mu itu bermerk? Aku kasihan, kenapa kau bisa kuliah di universitas terkenal dan mahal yah,"ejek teman Lenka secara tidak langsung.


Andai Lenka bisa mengatakan identitas nya dengan gamblang, mengatakan kalau Dia adalah anak billioiner dan memiliki banyak koleksi kalung berlian tas brand, mobil dan semua yang Dia ingin kan.


Tapi Lenka sangat malas, jika Dia membeberkan itu semua teman nya hanya akan menjadi penjilat sepanjang pertemuan mereka, membuat gadis itu tersenyum kecil.


"Anastasya, kau masih seorang rendahan yang menilai seseorang oleh status sosial, Aku seorang wanita terpandang dan memiliki pemikiran ku sendiri, semua orang di nilai bukan karena penampilan dan status mereka tapi cara bicara mereka,"


"Sepintar dan sekaya apa pun diri mu, jika kau tidak memiliki sifat yang baik jangan harap orang lain akan menghargai mu,"


"Kau tahu? Monyet pun tahu mana kawan dan mana lawan,"balas Lenka dengan santai.


Duar..


Bagai petir, perkataan Lenka membuat wanita itu terdiam dan kalah telak, Dia melongo memasang wajah raut tidak terima atas perkataan Lenka, tunggu? Dia juga secara tidak langsung menyamakan diri nya dengan seekor monyet.


'Gadis si@lan, cuman gara-gara dulu Dia terkenal di IHSG sebagai ketos, Dia kira bakal mencari perhatian semua orang lagi dengan cara bicara nya yang penuh wibawa itu? Kau lihat seberapa besar uang bermain Lenka,'