
Fika merasa kurang suka berada di tempat seperti ini. Ramai, bau alkohol, pakaian terbuka. Ia kini merasa sangat pusing setelah teman nya berusaha mengajak dan memaksa nya mencoba apa yang mereka coba.
"Fik lu coba deh, ini enak benaran ga bohong,"tawa teman Fika merangkul bahu gadis itu dan memaksa nya minum.
"Siaalan anak gadis orang woi, kok di ceekokin gilaa lu,"teriak teman pria yang ada di meja yang sama.
"Wee gua cuman nawarin, benarkah Fik?"tanya gadis itu menyengol bahu Fika kuat.
"Ohok ohok... I i iya Ce,"ucap gadis itu tersedak.
Fika kini merasa sangat kian pusing setelah menerima minuman yang di sodorkan teman nya itu.
"Ce aku pusing, kamu kasih minuman apa?"tanya Fika dengan polos.
"Sini ikut gua Fik, gua ilangin pusing nya,"ucap pria yang tidak Fika kenal, tapi dia dapat tahu kalau pria itu adalah teman dari Cece.
Pria itu membawa Fika menjauh dari keramaian. Ia menggandeng Fika ke suatu ruangan, mirip kamar tidur, Fika bukan nya tidak mau menolak tapi dia sangat pusing dan ingin terjatuh kala itu seperti orang linglung.
"Lah kamar? Kak aku antar pulang aja yah, rumah aku dekat kok,"ujar Fika polos dan hendak keluar dari kamar itu, Fika memang sangat polos. Arbian sangat memanjakannya dan membuatnya jauh dari dunia kotor seperti itu sehingga ia tak mengerti mana baik mana buruk.
"Disini aja istirahat dulu kakak temenin kok, jangan takut,"ucap pria itu tersenyum ramah.
Gadis itu yang memang sangat pusing dan tidak tahan akhirnya mau tidak mau menjatuh kan diri nya ke kasur kamar itu.
"Kak, kakak keluar dulu aja aku mau telpon kak Arbian minta jemput,"ucap gadis itu mencari ponsel nya.
"Hm."
Fika merebahkan dirinya di atas kasur bernuansa merah itu. Menatap langit-langit dan mengayun-ayunkan kakinya, sambil berusaha menghilangkan pusing nya.
Saat ia memejamkan mata, suara pintu terkunci melintas di telinganya. Fika tentu kaget dan memaksa nya untuk terduduk dari kasur.
"Kok di kunci?"tanya Fika heran.
"Kak kok masih di sini?"tanya Fika sekali lagi
"Akh.."
Tubuh Fika bergetar. gadis itu ketakutan saat pria itu tiba-tiba menindih tubuh nya.
"Kak minggir, apa yang kau lakukan!"ronta Fika berteriak ketakutan.
Berbagai cara ia lakukan untuk menyingkir dari pria itu. Mulai dari mendorongnya, memberontak, dan berteriak tapi semua sia-sia.
"Hhh, kamar ini kedap suara sayang. Mau kemana hm?"tanya pria itu sambil bermain di leher Fika. Menghirup rakus aroma gadis belia itu.
"Kak, awas! Aku mau pulang.. hiks.. Aku nggak mau!"racau Fika seseguka.
Pria itu tersenyum smirk.
"Kamu jaalangku malam ini."bisik pria itu kasar.
"Nggak! Kak!"ronta Fika menolak.
"Emh.."Fika merasakan sakit pada bibirnya karena pria itu yang terus bermain kasar di biibir pink miliknya.
Srek.. srek..
Gaun pendek milik Fika di sobek paksa oleh Pria itu. Fika menangis semakin kencang. Kenapa ini harus terjadi padanya? Kenapa ia tak menurut pada kakaknya dan membohongi kakak nya?
"Jangan kak! Hiks.. Jangan!"
"Janhan!!!"
Tamparan keras dari pria itu mendarat tepat di pipi Fika.
"Kau pria baajingan!!!"
"Gadis nakal! Nggak mau nurut sama aku, hm?"
"MINGGIR!!"
"JAHAT!!!"
Pria itu sama sekali tidak ingin berhenti. Justru kini tangannya sudah menjelajahi tubuh Fika dengan liar.
Sebuah kejadian yang hina telah di alami oleh Fika. Sakit dan trauma bercampur. Hal itu sangat menjijikan untuk dia ingat. Bibirnya seakan tak bisa berbicara apa-apa. Air matanya terasa mengering. Hidupnya, masa depannya sudah hancur di tangan pria yang tidak dia kenal, dia harus mengecewakan satu-satu nya pria yang paling dia cintai.
"Aku kotor, Kakak.. Fika kotor,"gumam gadis itu mengeratkan selimut nya.
Fika menoleh ke arah pria itu yang masih tertidur di samping nya. Wajah tak berdosa yang amat ia benci. Jika saat ini dirinya bisa bergerak, ia pasti akan membunuh pria siaalan itu.
Fika kemudian menatap tubuh polosnya. Bahkan memandang tubuhnya sendiri membuat dia jijik. dia merasa dirinya seperti gadis murahan yang menjual keperaawanannya pada seorang pria.
"Fika nakal kakak. Maafin Fika, Fika nggak mau kecewain kakak, Fika nggak mau bikin malu kakak, padahal cuman kakak satu-satu nya untuk Fika,"gumam gadis itu mengingat senyum Arbian yang selalu menjadi semangat hidup nya saat orang tua mereka pergi.
"Maafin Fika kakak. Tapi Fika mau buat keputusan buat Fika sendiri. Selamat tinggal kakak."gumam gadis itu.
Fika menoleh ke arah pria itu sekali lagi.
"Kakak harus bunuh dia! Di hari dia mati nanti, Fika bakal temuin kakak. Fika janji. Kakak nggak boleh biarin orang kayak dia hidup."
Fika kemudian menahan napasnya. Tangan nya dia cengkram kuat ke leher nya sendiri.
Hal itu tidak sesakit traumanya saat ini. Fika mulai merasakan kepalanya pusing. Ia masih terus menahan napasnya hingga jiwa nya kini telah lepas dari raga mungil miliknya.
Fika telah pergi membawa trauma dan rasa bersalah pada kakak yang paling dia cintai selamanya.
"Sayang?"panggil pria itu yang baru saja bangun.
Bastian mengira Fika tertidur karena nikmat yang ia berikan tapi ternyata ia tak merasakan ada napas yang keluar dari hidung gadis yang telah dia gagaahi itu.
"Sayang?"
"Siaalan, dia mati!"
Pria itu dengan cepat mengenakan kembali pakaian miliknya dan keluar dari kamar mencari keberadaan teman Fika.
Setelah menemukan Cece, dia menggandeng Cece ke dalam kamar. Cece terkejut bukan main.
"Dia mati, Ce gua harus apa? Siaalan padahal dirinya sangat nikmat."gumam pria itu.
"Gila lu! Gua ga tahu ini urusan lu,"teriak Cece kaget.
"Ce bantuin gua Ce, jangan gitu,"ucap pria itu sangat panik.
"Gua tahu Fika itu ortu nya udah meninggal, kata nya abang nya masih di luar negeri, lu buang aja mayat, pokok nya gua ga ikut campur,"ucap Cece merasa takut dan pergi.
"Cece bangsat, kalau tahu dia nekat gini gua juga gamau mainin teman lu aanjing!"
..............
Mohon maaf sebelumnya jika cerita ini masih belum sesuai ekspektasi semua nya, aku juga lagi berusaha bikin plot cerita agar tidak bosenin, and untuk pembaca lama kelanjutan cerita tetap di tunggu dengan sabar. Terimakasih untuk dukungan nya jangan lupa berikan dukungan dengan vote dan juga like serta komen.
Ga masalah sepi yang penting beberapa pembaca puas dengan cerita yang aku tulis terimakasih semua nyaaa