SAMUEL

SAMUEL
BAB 97



Suara kicauan burung terdengar indah di pagi hari, embun pagi yang membasahi rerumputan membuat pandangan mata jadi menyejukan. Kedua indan adam dan hawa itu sekarang masih terbaring di atas kasur dengan posisi lengan pria yang memeluk pinggang ramping sang istri.


Tik.. tik..


Dentuman suara jam terdengar jelas di ruangan itu, Lenka membuka mata nya perlahan dan melihat jam yang sudah menunjukan pukul 8 pagi lewat. Gadis itu yang berusaha berdiri meringis kesakitan di bagian bawah nya.


"Argh.. kok sakit sih, emang begini,"ringis Lenka menahan rasa sakit saat ingin berdiri pelan.


Samuel yang merasakan pergerakan di samping kasur nya itu seketika melihat sang istri yang sudah terduduk dengan bagian atas yang polos, membuat Sam yang baru membuka mata malah meneguk saliva nya keras.


"Sayang tutup pakai selimut ih,"jawab Sam dengan manja karena tidak tahan akan menerkam istri nya lagi.


Gadis itu melirik suami nya yang sudah bangun, tadi sih Lenka bisa menahan sakit nya. Tapi seketika melihat pelaku utama nya sudah bangun membuat gadis itu malah menangis.


Hiks... hiks...


Tangisan dan racauan kecil itu membuat mata Sam yang berat karena mengantuk seketika langsung jreng dan terduduk di samping istri kecil nya.


"Sayang kau kenapa?"tanya Sam dengan wajah panik.


"Kau jahat, kau malah enak-enak tidur. Aku kesakitan, kau tahu!"


"Ini ulah mu,"


"Kau tidak bertanggung jawab sama sekali,"


"Ini ku sakit hiks hiks,"ucap Lenka dengan suara tangisan nya menunjuk bawah perut nya dengan tatapan sendu.


Samuel yang melihat kemana arah tunjuk gadis itu seketika panik, dia juga mendengar kalau sakit untuk pertama kali adalah hal biasa itu tanda nya wanita anda bersegel. Sam tersenyum kecil setelah mengingat artikel itu, pria itu mencium mata gadis nya yang menangis.


"Jangan sedih, tidak apa-apa sayang. Pengalaman pertama memang harus menyakitkan, tidak ada awal yang langsung membuat mu bahagia bukan?"tanya Samuel yang malah mengeluarkan kata-kata bijak nya.


Lenka yang menangis seketika memasang wajah kesal, pria itu malah mengatakan hal tidak masuk akal sama sekali, membuat Lenka memukul dada bidang Sam yang polos tanpa balutan sehelai benang pun.


Bugh...


"Aku tidak butuh kata motivasi, aku juga tahu."gumam Lenka kesal, apa pria ini telat berpikir atau apa? Lenka seorang dokter, salah satu pengetahuan umum seperti itu dia juga tahu.


"Kalau sudah tahu? Berarti kau tahu juga kalau kita harus mandi dan melakukan nya lagi,"bisik Sam mengangkat tubuh istri nya yang terduduk.


Kyaa...


Lenka yang di gendong mendadak seketika kaget dan berteriak, wanita itu mengalungkan tangan nya di leher suami nya, Samuel menyeringai kecil, sedangkan Lenka memutar bola nya malas sudah tahu apa maksud alis yang terangakat dengan mengkode itu.


"Sayang ayolah, jangan lagi!"teriak Lenka kita Sam mulai melancarkan aksi nya.


"Tidak queen tubuh mu candu ku,"bisik Sam dengan sensual membuat Lenka akhirnya tidak bisa menolak.


Suara penolakan itu berubah menjadi suara erangan di sepanjang pagi yang indah, sementara di sisi lain para keluarga tengah asik berkumpul di meja makan hotel william itu, ruangan khusus yang memang di sediakan untuk para keluarga pemilik hotel.


Para orang tua yang mendengar itu seketika saling melirik dan mereka tertawa satu sama lain, mereka sudah paham pengantin baru tidak bisa cepat turun dari kamar apalagi itu malam pertama mereka.


"Tidak apa-apa sayang, makan saja duluan,"jawab Anggun kepada putri nya itu.


Bukan sok polos tapi gadis berusia 16 tahun itu memang tidak tahu menahu apa maksud lirikan orang tua nya dan senyum kecil mereka, sedangkan para pria muda itu hanya diam begitu pun Alisa yang sudah mengerti.


"Alisa kau kapan menikah?"tanya Dhea to the point.


Ohok.. ohok..


Alisa seketika terbatuk dari makan nya, memang teman kecil nya ini tidak bisa mengontrol mulut. Lagi pula daddy nya Axel sama sekali tidak mempermasalah kan soal percintaan Alisa.


"Aku wanita karier Dhea sayang, aku sibuk. Jangan bertanya lagi lebih baik kau fokus sekolah oke,"jawab Alisa mengusap rambut gadis berdarah latin itu, Anggun yang asli orang indonesia dan Reno yang asli orang Italia.


Menghasilkan produk Dean dan Dhea, anak kembar mereka yang satu pria nya sudah fokus dengan pelajaran bisnis sedangkan si cantik Dhea masih bersekolah. Jujur Dhea lebih ke tipe Anggun yang sangat malas belajar.


"Jangan terlalu memikirkan perkataan Dhea sayang, selagi mommy dan daddy mu bisa mengerti, kau tidak apa-apa. Pernikahan itu bukan hanya karena umur mu sudah siap tapi karena keinginan mu sudah siap,"jawab Clara kepada putri nya.


Seketika Alisa tersenyum manis kepada mommy nya dari dulu Clara tidak pernah membedakan anak kandung atau anak sambung nya, Alisa dia perlakukan dengan tulus seperti anak kandung nya sendiri, begitu pun Alaska yang tidak kurang kasih sayang oleh Clara.


"Mommy ku memang yang paling terbaik,"jawab Alisa.


"Selalu saja Alisa di manja, sebaiknya kakak cepat menikah. Apa kakak mau mencari pria kaya saja agar bisa melakukan keinginan kakak, bagaimana dengan kembar empat william,"jawab Alaska melirik pria william itu yang fokus dengan makanan nya.


"Anak kecil jangan ikut campur, aku tidak suka berondong, selera ku turun temurun. Apa mungkin seperti mommy hehe,"jawab Alisa dengan asal.


Seketika Axel yang diam membelalak kan mata mya mendengar jawaban sang putri.


"Alisa!"tegas Axel.


"Bercanda dad, serius banget sih. Keriput nya nambah loh, kasihan mommy suami nya udah tua duluan,"ucap Alisa mengoda Axel.


Lihat, gadis itu sama saja tingkah nya dengan Clara masih muda suka membuat orang emosi dan berkata-kata kasar. Padahal Alisa bukan anak kandung Clara, apa gadis itu saking akrab nya dengan mommy nya itu.


"Sayang benarkah? Aku tidak mau kau menikah lagi,"rengek Axel memeluk istri nya.


"Tentu tidak, aku hanya mencintai mu,"jawab Clara.


Semua orang tertawa atas tingkah Axel tanpa mempedulikan ada anak-anak yang akan melihat rengekan manja CEO Arnolda itu, hingga akhirnta tawa mereka berhenti melihat kedua bintang utama turun menuju tempat mereka.


"Pengantin baru lama banget sih,"jawab Alisa mengoda Lenka yang berjalan tertatih-tatih itu.


"Kayak yang ga paham aja kak, apa perlu aku pahamin,"ketus Lenka yang mood nya sudah jelek karena Sam di tambah para keluarga yang mengoda nya.


"Iya dah yang paham,"