
Di sebuah apartemen mewah berukuran sedang itu terdapat gadis cantik yang sedang memasak dengan cekatan dan tangan nya yang terampil, Lenka tinggal di apartemen karena keinginan nya yang ingin hidup mandiri.
Sebenarnya, Varo dan Rere sangat tidak menyetujui keputusan putri semata wayang mereka tapi dengan bujukan yang di berikan Lenka kalau Dia dalam tanda kutip "Akan baik-baik saja"
Nope, itu tidak benar Varo tetap tidak merasa aman atas keputusan Lenka tapi izin tetap di dapatkan sang gadis.
"Emm udang saus padang kesukaan ku,"ucap Lenka mencicipi masakan nya yang hanya di dapatkan bumbu nya di Indo itu.
Hingga akhirnya suara ketukan pintu apartemen Lenka membuat gadis yang ingin menata makanan nya itu mendengus kesal.
Tok.. tok..
Dengan jalan di hentakan Lenka membuka pintu itu keras dan berteriak kepada sang pengetuk pintu.
Brak..
"Bisakah kau sabar sedikit!"teriak Lenka dengan wajah lucu nya memaki pria yang menatap nya dengan tatapan datar.
"Malam Nona Lenka, perkenalkan Ak--,"
Belum selesai pria itu berbicara, gadis itu sudah berteriak kaget.
"Sam!"teriak Lenka celingak celinguk kanan kiri melihat apakah Samuel membawa para bawahan nya yang seram itu.
"Yes babe,"balas Samuel tersenyum kecil.
"Apa yang kau lakukan di sini? Kau gil@ sampai menguntit ku hingga datang ke Indo,"teriak Lenka dengan kesal kepada Samuel.
Pria itu tidak menjawab Dia mendorong tubuh Lenka pelan yang menghalangi pintu masuk apartemen, lalu dengan seenaknya masuk melewati gadis itu yang melongo dengan tingkah nya.
"Kau terlalu percaya diri, Aku di utus Tuan Varo untuk menjadi pengawal pribadi mu Nona Lenka Ananda William,"ujar Samuel mengatakan itu melirik Lenka dengan ekor mata nya yang tajam.
"Kau gil@! Buat apa Daddy ku mengutus seorang pria yang seharusnya bisa saja memotong tubuh ku menjadi bagian paling terkecil,"cicit Lenka yang merasa di bohongi.
"Tanya saja,"ucap Samuel cuek mengatakan itu dan mengangkat bahu nya merasa menang.
Seperti nya Dia akan ada alasan untuk bertemu dengan Lenka setiap hari tanpa harus mengakui kalau Dia merindukan gadis itu.
Sore hari di mansion William
"Sam jika ini berbahaya jangan lanjutkan, cukup Daddy mu saja yang berkorban untuk William,"ucap Varo kepada pria yang sudah Dia anggap adik nya itu.
"Tuan Daddy ku berpesan William adalah segala nya bagi kami, ini setimpal dengan kebaikan kalian di masa Daddy ku,"ucap Samuel mengatakan itu dengan nada datar nya.
Varo terlihat mengerti dan mengangguk tanda paham kalau keputusan Samuel sudah bulat, pria itu seketika membahas hal yang lain.
"Oiya Sam utus bodyguard pilihan mu untuk menjaga Lenka, Dia memilih tinggal sendiri, Aku takut putri ku kenapa-kenapa,"ujar Varo mengatakan itu.
Pantas saja Samuel tidak menemui Lenka dari tadi, Dia sangat penasaran sampai mata nya sesekali melirik mansion itu jika Lenka lewat.
"Aku akan memilih yang terbaik untuk mu Tuan,"ucap Samuel tersenyum kecil kepada Varo.
Begitulah Samuel bisa mendapatkan akses untuk bertemu Lenka dengan alasan menjaga gadis itu karena di suruh Daddy nya, Lenka yang masih kesal segera menelpon Varo, tapi Daddy nya itu bilang itu adalah hal yang terbaik untuk diri nya.
Dengan kesal Lenka memilih ke ruangan makan dan makan sendiri tanpa menawari Samuel makanan, pria itu yang tidak kunjung melihat Lenka mencari gadis itu.
"Apa kau tidak menawari ku?"ucap Samuel yang duduk di depan Lenka.
"Makan saja sendiri, dari tadi kau juga menganggap jika ini rumah mu,"ucap Lenka kepada Samuel yang benar langsung mencoba masakan nya.
Ohok.. ohok..
Samuel yang mencoba masakan Lenka itu seketika tersedak, tentu Lenka merasa heran dan langsung mengambil makanan nya, mata nya menatap telinga dan wajah Samuel yang sedikit memerah.
"Apa kau selalu makan makanan pedasa seperti ini?"ujar Samuel meminum air putih itu dengan sekali tegukan.
Lenka yang baru sadar jika Samuel tidak suka pedas itu tertawa terbahak-bahak sedangkan pria yang di tertawakan itu hanya memasang wajah kesal dan datar nya.
"Haha He is so cute, lihat lah diri ku sudah seperti tomat, apa-apaan otot ini,"ucap Lenka menepuk lengan Samuel.
"Apa-apaan sifat pysco mu itu, jika kau makan pedas saja sudah seperti orang tersiksa haha,"ucap Lenka tertawa dengan puas nya mengusap air mata nya dengan ujung jari nya.
Pria itu merasa kesal atas ejekan Lenka kepada nya, tanpa pamit Samuel langsung keluar dari apartemen dengan wajah kesal dan datar nya meninggalkan Lenka yang masih tertawa keras.
Brak...
"Apa salah pria tidak suka pedas,"gumam Samuel dengan kesal nya membuka pintu apartemen yang ada di depan nya itu.
"Haha Dia sampai malu seperti itu, astaga sam, sam,"ucap Lenka mengeleng mengingat wajah lucu Samuel yang memerah karena memakan masakan nya.
Suara tawa tadi sudah menghilang, Lenka memilih tidur karena hari yang juga sudah larut, sementara itu Samuel yang berbaring di kasur apartemen nya mengingat wajah Lenka yang tertawa lepas di depan nya seketika tersenyum.
Wajah cantik gadis itu, semakin hari semakin membuat nya ingin memiliki Lenka tapi apakah Dia bisa, Lenka seperti nya tidak menyukai pria tua seperti nya, Samuel berdiri di depan cermin.
"Aku tampan,"gumam Samuel mengangguk memastikan wajah nya.
"Lalu selain tampan apalagi yang di sukai wanita?"tanya Samuel bingung merasa diri nya cukup sempurna di mata gadis lain.
Pria itu mendengus pengalaman cinta pertama membuat nya merasa sulit, kadang Dia berpikir tidak memiliki rasa sama sekali dan tetap menjadi manusia berdarah dingin saja.
Malam panjang berlalu, malam berganti menjadi pagi, Samuel sudah bangun dan bersiap keluar pintu apartemen nya dan ingin turun berolahraga pagi hingga akhirnya pintu apartemen Lenka terbuka dan suara teriakan gadis itu mengiringi langkah nya.
Akhhhh...
Grep..
Lenka langsung melompat ke tubuh Samuel dan memutar kaki nya ke pinggang pria itu lalu tangan nya mengalungkan ke leher Samuel, sehingga Samuel sontak memegang pinggang gadis itu agar tidak terjatuh, Lenka terus berteriak menatap pintu kamar nya hingga akhirnya teriakan nya berhenti dengan wajah kaget menatap Samuel.
"Sam? Kau tinggal di depan?"ucap Lenka yang malah terkejut balik.
"Hmm, iya ada apa?"tanya Samuel masih dalam posisi itu.
"Itu Sam tolong Aku, ada kecoa terbang di dalam kamar mandi ku, Aku takut,"rengek Lenka masih merasa kaget.
"Aku akan menolong mu, beri Aku ciuman,"