
Flasback on
Pov ruangan rapat aeros:
Huft.. huft...
Suara nafas teratur dari orang yang tertidur tersebut membuat Sam dan yang lain nya menatap ke arah pria tampan yang tertidur di sofa tempat mereka rapat, dengan kesal Sam mengetuk kepala pria itu.
Duk...
"Akh sakit mom, Bian masih mau bobo ih,"keluh pria itu malah memeluk lengan Sam erat.
Perempatan sikut muncul di kening Sam, pria itu seketika merasa kesal atas tindakan anak buah nya itu bagaimana tidak saat orang tengah membahas hal penting, posisi nya di sini Arbian adalah ketua anggota penyerang dan pengejar posisi yang sangat penting untuk melawan musuh tapi saat rapat di gunakan untuk mempelajari tata letak markas dia malah tertidur.
"Apa aku harus marah?"gumam Sam mengusap dagu nya menahan emosi.
"Jangan bos biar saya,"balas Kevin dengan wajah datar nya.
Pria itu mulai mendekat ke sofa Arbian, lalu dengan sangai Kevin menutup lubang hidung Arbian kuat seketika pemasokan nafas Arbian tercekat membuat pria itu membuka mata nya lebar dan membuka mulut.
Huft... huft..
Plak..
Arbian memukul lengan Kevin kesal, bisa-bisa nya dia mendapatkan tindakan itu saat diri nya tengah bermimpi bermain bersama dora mencari harta karun, lalu mencari kantong doraemon dan membantu naruto jadi hokage.
"D@mn,"umpat Arbian.
Brak..
Samuel melempar proposal yang ada di tangan nya ke depan wajah Arbian yang baru bangun membuat pria itu sekali lagi terkejut dengan apa yang dia rasakan.
"Pelajari itu sendiri, kau harus tau, sampai besok!"tegas Sam tajam.
"Ayolah big bos gitu aja marah, aku pintar kok dont worry,"ucap pria itu.
Kring.. kring..
Suara ponsel membuyarkan pendengaran semua orang ternyata itu adalah alarm hp Arbian yang sudah menunjukan pukul 7 malam pas, membuat pria itu dengan santai keluar pergi.
"Mau kemana kau hah?"tanya Sam kesal sudah di tinggalkan saat bicara.
"Pulang big bos, sudah waktu nya aku ingin bertemu mommy tercinta ku, apa anda tidak ingin bertemu nona Lenka, huh,"kesal Arbian melangkah kan kaki nya keluar ruangan.
Brak..
Pintu tertutup, melihat Arbian sangat hebat dalam berkelahi dan menggunakan senjata tanpa orang sadari pria itu sangat lengket kepada mommy nya, sampai-sampai dia di katakan anak mommy di umur tua nya saat ini.
"Lenka,"gumam Sam yang baru sadar dengan kekasih nya ketika mendengar jawaban Arbian.
"Bukan nya nona pergi yah bos, saya lihat di sosmed nya,"ujar salah satu pengawal di ruangan rapat itu dengan sekali menahan kantuk.
"Sadam cepat lihat,"ucap Sam yang baru sadar kalau pacar nya itu memang pergi.
Sadam yang mendapat perintah itu langsung melaksanakan perintah bos nya melacak foto terbaru nona Lenka, padahal sih tanpa perlu di lacak bisa cek sosmed.
Ketika sudah menemukan nya seketika mata Sadam tertegun melihat foto itu, gadis dengan rambut nya di blow itu terlihat cantik dengan senyum kikuk nya bersama Lenka serta Agalista.
"Cantik,"gumam Sadam tanpa di dengar siapa pun.
"Ini tuan,"jelas Sadam memperlihatkan foto itu.
Brak..
"Lenka, baju kurang bahan apa itu, apa dia mau aku merobek nya agar tidak usah memakai baju sekalian,"kesal Samuel mengebrak meja kuat.
"Sadam lacak lokasi antar aku kesana,"jelas Sam berjalan keluar ruangan terlebih dahulu.
"Saya ikut bos,"ucap Kevin yang ingin menemui Agalista.
Mereka akhirnya pergi bertiga menuju tempat Lenka dan yang lain nya berada di pesta acara prom night itu, sesekali Sam yang menatap foto Lenka itu menahan kesal.
"Berani-berani nya dia memamer kan tubuh nya itu untuk umum,"kesal Sam mencengkram setir mobil nya.
Pov mobil Sam, Kevin, dan Sadam.
Mobil bewarna hitam itu saling mengas satu sama lain dengan kecepatan tidak rata-rata, tidak lama di perjalanan akhirnya Sam sampai di tempat lapangan kampus yang sudah ramai.
Drap.. drap..
Langkah kaki ketiga pria tampan itu menjadi pusat perhatian terutama bagi wanita di kampus sana yang menjadi junior ikut bergabung dan tidak memiliki pasangan jiwa jomblo mereka meronta-ronta.
"Gil@ ganteng banget, produk lokal bukan sih,"
"Bukan kayak bule itu, tapi kok ih ganteng banget yang tengah,"
"Gua yang kiri deh ada brewokan nya dikit,"
Bisik-bisik tetangga mulai terdengar keras, Sadam menunjukan titik yang melacak kalung yang pernah di berikan Sam kepada Lenka itu.
Flasback off
Samuel melihat dari kejauhan serta mendengar suara gadis nya, pria itu mendekat perlahan mendapati sang kekasih yang sudah mendorong seorang wanita hingga tersungkur, saat melihat sang pria ingin membalas nya Sam dengan gercap melindungi Lenka.
"Jika para gadis bertengkar jangan ikut campur dan ambil bagian, apa kau banci?"tanya Samuel tajam pria itu.
"Siapa kau berani-berani baru datang mengacau,"tanya pria itu siap mengajak Sam adu pukul.
"Kau tahu aku bosan dengan adegan siapa kau di setiap pertemuan ku dengan orang asing, ketika aku sudah membalas nya lalu orang itu meminta maaf, kau lihat saja vidio ini bagaimana aku,"jelas Sam yang memang malas.
Sorot mata semua orang tertuju kepada mereka, Lenka yang mendapati kekasih nya datang seketika tersenyum senang, Samuel menghadap badan tegap nya kepada Lenka dengan raut wajah datar.
Grep..
"Sayang kau di sini,"peluk Lenka pada badan Sam yang lebih tinggi.
Tidak ada jawaban sama sekali pria itu mengusap bahu mulus Lenka dengan tangan besar nya membuat orang yang menatap mereka juga salting, pria itu menaikan usapan nya ke leher Lenka lalu mendekat kan mulut nya untuk bicara ke telinga Lenka dengan tangan yang masih mengusap leher putih gadis itu.
"Sangat seksi sayang, do you want daddy to tear your sexy clothes at home later? (apa mau daddy merobek baju seksi mu ini di rumah nanti?),"bisik Sam dengan suara bariton nya kepada Lenka.
Glek..
Gadis itu menelan saliva nya kasar dia langsung mengeleng dan menutupi bahu nya dengan tangan kecil nya.
"Bagaimana cara aku menghukum mu?"gumam Sam dengan senyum kecil nya mengoda Lenka.
"Jangan berani berani yah Sam,"tegas Lenka mendorong tubuh pria itu malu mendengar ucapan Sam.
Pria itu melepas jas nya lalu menutup tubuh Lenka itu agar tidak terlihat, sungguh romantis, semua mata pria yang menatap Lenka kelaparan tadi sekarang bungkam.
"Watch your eyes before I pry them out (jaga mata mu, sebelum aku mencongk3l nya,"