
"Kau gil@ mengajak ku menikah seperti mengajak ku membeli boneka unicorn,"ketus Lenka mendorong tubuh pria itu keluar dari kamar mandi dengan ketus.
"Aku bercanda, Aku tidak melamar Nona William dengan cara mendadak seperti itu, cincin ini,"tunjuk Samuel kepada cincin yang pernah Dia berikan kepada Lenka.
Cincin itu melingkar di jari manis nya dan di jari manis Lenka, sontak gadis itu melirik cincin yang di berikan Samuel itu pada jari nya.
"Itu bukti cintaku, Aku tidak pernah memberikan hati ku untuk siapa pun kecuali diri mu, jadi Aku akan menunggu sampai kau siap menikahi ku, tapi sebaiknya jangan terlalu lama karena Aku akan semakin tua,"ucap Samuel tertawa menatap Lenka.
Gadis itu menghela nafas, pernikahan? Tentu itu hal yang sangat jauh Dia pikirkan, umur nya saja masih 19 tahun tapi sedangkan Samuel memang sudah waktu nya, Lenka berjalan dan memegang dada bidang Samuel dan menatap mata nya.
"Tidak apa-apa, semakin tua kau semakin sexy,"bisik Lenka menatap pria itu dengan tatapan mengoda.
Gyut..
Samuel menarik hidung gadis itu gemas, entah dari mana Lenka belajar hal seperti itu membuat nya was was jika gadis itu berani melakukan nya pada pria lain.
"Aku ingatkan padamu sayang, jangan mengoda ku, Aku bisa menerkam mu di sini,"balas Samuel berbisik.
Pria itu menjil@t leher mulus Lenka, membuat gadis itu merinding dan mundur beberapa langkah karena panik.
"Hei kau takut? Aku ingat kan babe jangan berani mengoda pria selain Aku seperti tadi, atau mungkin saja Dia berakhir menuju akhirat lebih cepat dari pada jadwal kematian nya,"ucap Samuel menyeringai menatap Lenka yang memasang wajah memerah.
"Iya, sana Aku ingin mandi,"ketus Lenka mengusap leher nya bekas jilat@n Samuel itu.
Pria itu melengang pergi meninggalkan Lenka untuk berendam dan mandi, sedangkan gadis itu langsung mengunci pintu kamar mandi, entah kenapa Dia merasa harus ekstra hati-hati.
"Bisa-bisa Aku akan melakukan hal seperti itu, Aku belum ingin memperaktekan pelajaran biologi itu, Setelah salah satu sperm@ berhasil menembus sel telur, maka sel telur akan berubah bentuk dan membentuk lapisan sehingga sperm@ lain tidak bisa menembus masuk, nah itu proses pembuahan dan akan berlanjut menjadi proses kehamilan,"
Lenka terus bergumam mengingat pelajaran itu dengan wajah malu, lalu Dia mengacak rambut nya dan berteriak.
"Tidakkk, Lenka kau mesum!"teriak Lenka dengan wajah malu.
Setelah lama Lenka di kamar mandi, Dia keluar menggunakan handuk yang di lilitkan nya, gadis itu lupa jika Dia tidak memiliki baju, dengan lihat kanan dan kiri Dia berteriak kepada sang kekasih.
"Samm!!"teriak Lenka kepada pria itu.
Tidak ada jawaban sama sekali, Lenka keluar dengan heran, tapi seketika pintu kamar pria itu terbuka dari luar.
Cklek...
"Ada apa?"tanya Samuel dengan heran.
Sepertinya jika Samuel di tanya selama hidup nya berapa kali Dia merasakan hari yang paling sulit, mungkin ini yang kedua kali nya, dan hari ini ini adalah yang kedua hari tersulit nya, bukan karena pekerjaan Aeros yang berat tapi karena keimanan nya di uji oleh sang kekasih yang selalu membuat nya panas dingin.
"**1*,"umpat Samuel memutar badan nya agar tidak melihat sang kekasih.
"Baju ku Sam, pinjamkan baju mu,"ucap gadis itu berjalan menghampiri pria itu meminta bantuan.
"Stop jangan mendekat, apa kau mengoda ku,"ucap Samuel merasakan Lenka yang mendekat kepada nya.
"Ya, apa kau mau Aku berkeliaran di apartemen mu seperti ini?"tanya Lenka menahan tawa nya melihat badan Samuel yang menegang karena mendengar nya.
Pria itu tidak menjawab sama sekali dan langsung membuka lemari dan mencari baju kaus untuk gadis itu, Samuel memberikan celana bahan berwarna hitam pendek milik nya dan baju kaus bewarna hitam itu.
"Pakai ini, jangan sampai kau seperti ini,"ucap Samuel masih tidak menatap ke arah Lenka.
Langkah gadis itu berjalan masuk ke walk in closet dan menganti pakaian nya di sana, Samuel bilang itu baju ukuran terkecil yang Dia miliki tapi seperti nya itu tetap kebesaran untuk seorang Lenka yang badan nya mungil.
"Baju mu kebesaran,"ujar Lenka yang baru keluar.
"Tidak ada lagi sayang hanya itu terima saja, atau Aku seperti nya berubah pikiran kau bisa tel@njang di depan ku saja, tidak apa-apa,"goda Samuel menatap gadis itu dengan menyeringai.
'Halah tadi aja udah ketar ketir, giliran godain orang bisa yah, mau buat Lenka takut gitu, oh tidak bisa,' batin gadis itu dengan wajah mengejek tanpa di sadari Samuel.
"Kenapa kau melihat ku, apa pacar mu ini tampan? Beruntung lah sayang, pacar mu sangat tampan,"ucap Samuel dengan percaya diri nya.
"Kau memang sangat tampan baby, tapi Luis dan saudara ku yang lain juga tampan, itu sudah biasa bagi ku, sebaiknya sayangi Aku dengan cinta mu,"ujar Lenka berjalan menuju meja makan.
Pria itu mengikuti langkah Lenka, entah ada sesuatu apa yang membuat Samuel terus tersenyum sepanjang perjalanan ke meja makan, membuat Lenka heran.
"Kenapa?"tanya Lenka.
"Panggil Aku baby lagi sayang, Aku menyukai nya itu terdengar sangat ****1 di telinga ku ketika kau yang mengucapkan,"ucap Samuel memeluk gadis itu dengan manja melingkarkan pelukan nya dari belakang.
"Astaga pacar ku ini sangat manja, kemana sifat mu yang kalau berbicara di depan bawahan selalu berkata kejam itu baby,"ucap Lenka kembali mengusap pipi pria nya itu.
"Kau mengemaskan memanggil ku seperti itu,"ujar Samuel membalikan pelukan nya.
Pria itu memandang wajah gadis nya lalu mengusap pipi Lenka, dengan saling pandang mereka akhirnya melesatkan ciuman yang terlebih dahulu di dominasi oleh Lenka, membuat Samuel menyeringai dan menahan tengkuk Lenka.
Lenguhan merdu terdengar dari apartemen pria itu, membuat Samuel mengil@ tapi Dia masih bisa menahan nya, pria itu melepaskan ciuman mereka.
"Kau lapar? Bagaimana kita makan saja,"bisik Samuel yang menatap gadis nya.
Lenka tampak menghirup nafas nya dalam akibat ciuman agresif Samuel yang masih sangat susah Dia imbangi itu, lalu Lenka menyeringai dan berbisik.
"Lapar? Kalau makan Aku gimana baby?"bisik Lenka mengoda.
Gyut...
Lagi-lagi Samuel menarik hidung gadis itu dengan gemas, membuat Lenka memasang wajah kesal karena sakit.
"Hidung ku bisa lepas tahu,"kesal Lenka.
"Jangan mengoda ku Nona William, Aku ini seorang pria, camkan itu,"