SAMUEL

SAMUEL
BAB 201



Keheningan terasa mencengkam di ruang khusus markas aeros itu terlihat Samuel dengan sabar menanti siapa yang terlibat di masalah ini, dia terlihat menatap sadam yang memulai perkerjaan nya dengan baik.


Hingga sebuah tangan menepuk bahu nya yang terasa mengeras akibat emosi yang meluap, Samuel melihat siapa pria yang menyontak kan nya dari keseriusan nya itu.


“Sam,”panggil luis kepada sang adik ipar.


“Ada apa?”tanya Samuel menatap pria itu dengan heran.


Huft..


Luis terlihat menghembus kan nafas nya dengan kasar pria itu mengusap wajah nya lalu kembali menatap Samuel. Samuel yang melihat reaksi luis mengangkat satu alis nya dengan perasaan heran nya.


“Kau kenapa?”tanya Samuel sekali lagi agar luis bisa mengatakan sesuatu tanpa berekspresi yang jelas.


“Aku tahu kebiasaan mu yang kalau serius lupa akan semua hal, tapi kau ingat istri mu sedang menunggu bu—-,”


Bruk..


Belum sempat luis melanjutkan perkataan nya Samuel terlihat mendorong kursi nya dengan kasar sehingga kursi putar itu terbentur dengan dinding dan menimbulkan suara.


“Astaga Lenka,”jawab Samuel dengan panik.


“Bagaimana aku sampai bisa melihat keadaan istri ku sendiri, Arghh ayo luis,”jawab Samuel meninggal kan ruangan itu.


Terlihat bodyguard membuka kan pintu untuk Samuel dan juga luis, pria itu terlihat berhenti di depan pintu dan memberikan perkataan tegas kepada petinggi aeros itu.


“Kalian jangan sampai pulang sebelum mendapatkan laporan itu, mengerti,”jawab Samuel dengan tegas.


“Siap big bos,”jawab mereka.


Akhirnya Samuel meninggalkan markas bersama dengan luis menuju rumah sakit, pria itu melajukan mobil nya dengan kecepatan tinggi tanpa mempedulikan lalu lintas yang padat ketika senja itu. Luis mengeleng.


Dia paham betul dengan sifat ambis dari seorang Samuel jika pria itu sudah fokus dengan satu hal dia akan lupa dengan apa yang terjadi kepada nya sebelum nya dan hanya fokus dengan ambisi nya itu.


“Hei kenapa kau jalan mengarah ke kota mommy lagi,”jawab luis.


“Lenka kan di rs di desa,”jawab Samuel.


“Dia sudah di pindahkan tadi sore,”ucap luis kembali.


Ayolah Samuel seperti nya tidak mencek pesan masuk yang di kirim rere kepada nya sehingga pria itu malah menjauh dari rumah sakit internasional of William yang berada di pusat kota metropolitan itu.


“Kenapa kau tidak bilang dari tadi luis,”


Ckit…


Bersamaan dengan perkataan luis itu Samuel memutar kan mobil nya dengan cepat membuat luis terlonjak kaget, ayolah jika diri nya yang melalukan drive seperti ini tidak masalah tapi jika dia yang menjadi penumpang rasa nya nyawa nya akan melayang begitu saja.


Suara decitan ban mobil yang berasah dengan aspal terdengar nyaring, membuat luis mengelus dada nya dengan sabar. Akhirnya mobil itu mengarah menuju rs tempat Lenka di rawat tidak lama akhirnya Samuel dan luis sampai.


“Aku duluan,”jawab luis langsung masuk ke dalam rumah sakit.


“Hmm,”jawab luis seadanya nya.


Ayolah luis sekarang seperti menjadi tukang parkir padahal dia juga ingin melihat keadaan sang adik tapi siapa sih ga paham luis dia orang yang paling pengertian dan sabar.


Drap.. drap..


Derap langkah kaki Samuel yang cepat tidak berlari tapi melangkah dengan lebar membuat suster mengetahui siapa yang datang.


“Tuan Sam nona William ada di ruangan keluarga lantai atas,”jawab salah satu suster.


Tanpa menjawab pria itu langsung menuju lantai atas, dengan langkah cepat nya dia langsung membuka pintu kamar itu dan melihat sang istri yang terlihat sedang menonton sambil terkekeh.


Lenka yang mendengar perkataan sang suami menatap datar pria itu tanpa menyambut nya yang di mana membuat Samuel memanyunkan bibir nya.


“Sayang aku datang,”jawab Samuel mendekat.


“Kemana saja aku dari tadi di sini loh aku terluka kau lebih mementing kan hal itu dari pada aku,”jawab Lenka membuang muka nya dengan kesal menatap samuel.


Pria itu yang menerima perlakuan tidak menyenangkan dari sang istri membuat nya merengek, tidak peduli jika kedua mertua nya yang sedang duduk di sofa saling mengobrol dengan serius itu. Samuel langsung duduk di kursi di samping kasur Lenka dan mengengam tangan sang istri.


“Sayang apa luka mu baik baik saja?”


“Apa itu menyakitkan?”


“Sayang apa dokter sudah menyembuh kan luka nya?”


“Itu tidak masalah bukan?”


“Apa kau merasa kesakitan?”


“Sayang ku cintaku kenapa kau diam saja,”


Ujar Samuel dengan nada bertanya dan sedikit khawatir nya. Lenka yang tadi nya membuang muka karena kesal seketika menyinggung kan senyum kecil nya, ayolah godaan kecil seperti itu saja dari sang suami dan pujian kecil itu sudah membuat nya senang dan melayang.


Ayolah maka nya jangan menjadi seorang jomblo kadang perhatian kecil dan panggilan lucu dari orang yang kita cintai sudah membuat hati ku berbunga bunga bukan.


“Sayang,”ucap Samuel sekali dengan nada kecil nya menunduk.


Ayolah Lenka sangat gemas akan nada yang keluar dari mulut suami nya itu, dia dapat merasakan bagaimana seorang Samuel sangat mencintai nya dengan cara seperti itu. Pria itu rela merengek dan bersikap manja kepada nya tanpa melakukan hal itu kepada orang lain.


“Aku tidak apa apa,”jawab Lenka memutar badan nya dan menatap Samuel.


Pria itu yang di respon seketika tersenyum senang, Samuel tersenyum sumringah. Dia sangat gemas kepada sang istri, lalu mencium pipi Lenka berulang kali dengan gemas.


“Apakah benar kau baik baik saja kan?”jawab Samuel sekali lagi.


“Ayo aku baik baik saja sayang,”


“Lain kali bisakah jangan lupakan aku seperti tadi?”


“Aku mengkhawatir kan mu juga,”


“Kau bisa mengunjungi ku dulu,”jawab Lenka memberikan wajah sedih nya kepada Samuel.


Pria itu merasa sangat bersalah kepada istri yang sangat dia cintai dia membuang gadis yang dia cintai itu menunggu. Samuel mengengam tangan sang istri lalu menatap dalam wajah Lenka.


“Maaf kan aku sayang aku sangat kesal kepada orang yang berani menyakiti mu,”


“Hingga aku gelap mata mencari siapa orang itu dulu tanpa mau menemani mu ke rumah sakit,”


“Maaf kan aku,”


“Bukan nya aku tidak peduli sayang,”


“Aku sangat sangat khawatir,”ucap Samuel dengan nada serius nya.


Lenka tersenyum, dia paham jika salah satu cara Samuel menunjukkan rasa cinta nya dengan cara melindungi nya dari siapa saja yang menyakiti nya bagi Lenka itu tidak masalah.


“Iya sayang aku minta maaf juga tidak masalah,”jawab Lenka memeluk sang suami.


Saat kedua orang itu tengah berpelukan suara ketukan di sebuah kamar membuat telinga seorang Lukas William terbangun.


“Siapa sih!”