SAMUEL

SAMUEL
BAB 122



"Sayang apa kau melihat kertas di sini?"tanya Samuel berteriak kepada Lenka.


Gadis itu sedang sibuk-sibuk nya menata sarapan di atas meja makan, Lenka terlihat sudah rapi dengan setelan biasa nya untuk pergi ke RS. Sesekali Lenka melirik jam tangan nya.


"Di atas meja ruangan kerja mu by!" teriak Lenka membalas sahutan Samuel.


"Ah benar kemarin kan aku di sana,"gumam Samuel berjalan menuju ruangan kerja nya mengambil kertas yang sangat dia butuh kan itu.


Pria itu langsung melangkah kan kaki nya menuju ruang makan, terlihat istri nya yang sedang menata meja makan dengan lincah, Sam duduk.


"By aku cuman masak nasi goreng dulu maaf yah, soal nya aku ada pasien pagi ini,"ucap wanita itu duduk di samping Sam dan mengengam tangan suami nya meminta maaf.


"Tidak apa-apa, aku juga sudah mengatakan kalau kita harus membawa pelayan yang banyak tapi kau mengatakan ingin mengerjakam nya sendiri, apa tidak terlalu merepotkan?"tanya Sam yang khawatir kepada Lenka yang sangat sibuk dengan aktifitas nya itu.


"Aku lebih suka seperti ini, nanti saja kalau rumah ini sudah ada anak kita,"tawa Lenka kepada Sam.


Mereka saling tersenyum lalu melanjutkan sarapan satu sama lain, di sela makan mereka juga sesekali Samuel berbicara dan menyuapi Lenka yang padahal memiliki piring nya sendiri.


"Ini minum dulu,"jawab Samuel melihat istri nya yang seperti nya sangat terburu-buru.


"Makasih by, apa kita bisa berangkat sekarang?"tawar gadis itu.


"Ayo sayang,"ucap Sam mengangguk dan menyudahi acara makan mereka.


Akhirnya Samuel mengantarkan sang istri sampai ke tempat kerja nya, tidak lupa ritual yang sering Samuel lakukan yaitu cipika cipiki dengan sang istri sebelum merindukan nya.


"Jangan terlalu memaksa kan diri buk dokter,"ucap Sam memeluk istri nya.


"Tidak akan by, sudah dlu yah,"ucap Lenka tersenyum dan berjalan menjauhi sang suami yang ada di depan mobil nya.


'Ah aku sudah merindukan istri ku,' gumam Samuel saat dia baru menutup pintu mobil.


Ayolah Sam, kau baru saja melihat batang hidung istri kecil mu itu dan kau mengatakan kau sudah merindukan nya, astaga pria itu sangat berlebihan.


Drt.. drt..


"Big bos, ini saya,"jawab seseorang yang menghubungi Samuel.


"Kevin, kau tahu dengan sistem baru aeros kami membutuhkan mu,"ucap Samuel kepada pria itu.


"Saya tahu tuan, tapi karena akibat guncangan masalah dengan tim Javier seperti nya kita bisa menunda beberapa minggu lagi,"


"Dan seperti nya saya akan melangsung kan pernikahan dengan Aga, saya harap anda bisa datang bersama nona dan yang lain nya,"jawab Kevin mengatakan itu.


Samuel seketika terdiam, pria itu lalu tertawa dengan seram di telpon membuat Kevin yang mendengar nya sampai merinding.


"Ahaha aku tahu kau menyukai Aga, aku pasti datang Kev, apalagi Lenka pasti akan sangat senang, aku merindukan istri ku,"gumam Samuel di akhir kalimat nya.


"Hmm terimakasih tuan,"ucap Kevin.


Tut.. tut..


Setelah mengatakan itu Kevin langsung mematikan ponsel nya, Samuel dapat menebak pria itu pasti sangat malu karena Sam mengoda diri nya, tentu itu membuat Kevin malu terlebih apa dia sangat jelas.


"Habis menelpon siapa?"tanya Aga yang datang dari dalam rumah nya dan duduk di samping Kevin.


"Sam,"jawab pria itu.


"Benarkah? Kau memberitahu soal pernikahan kita, apa kau juga mengajak Lenka, oiya Gisel juga yang pasti ajak semua teman mu agar aku mendapat banyak hadih!"ucap Agalista dengan senang.


Cup...


"Kyaaa Kevin!"teriak Aga kaget langsung menutup mulut nya menggunakan telapak tangan nya.


"Siapa suruh kau berisik?"tanya Kevin yang santai menjawab itu.


"Ck kau aneh, kata nya tidak suka tapi asal cium anak orang,"kesal Aga kepada calon suami nya itu.


Kevin hanya terkekeh mendengar dumelan Agalista yang terus menciciti nya dengan beribu pertanyaan tentang pernikahan mereka, gadis itu memang sangat antusias yah walaupun itu hanya sebuah kesepakatan.


"Ini pernikahan bukan acara ulang tahun, kenapa kau anggap enteng?"heran Kevin melangkah kan kaki nya ke dalam rumah.


Lama Kevin di sini seperti nya telinga juga lelah mendengar dumelan Aga yang tidak berhenti terlebih sejak dia di Italia dia tidak melakukan apa pun kecuali mengerjakan file yang di kirim tim aeros untuk dia selesaikan, itu pun Aga masih sering menganggu nya.


"Apa tidak boleh?"


"Teman-teman mu semua orang kaya, aku ingin mendapatkan banyak hadiah,"cicit gadis itu seperti anak kecil


"Tapi kau juga kaya,"balas Kevin mengatakan itu santai.


Mereka terus berbicara sambil naik ke lantai atas tempat kamar Kevin berada yang terpisah dari kamar Agalista itu, dan Aga terus saja mengekori nya.


"Ya tapi setidak nya aku ingin mendapatkan hadiah,"jawab Aga cemberut.


"Kau bisa memakai kartu ku,"jawab Kevin lagi.


"Ck dasar kau di ajak bicara sangat tidak asik,"kesal Aga kepada pria itu.


Mereka yang terus berjalan dan Aga yang terus mendumel tidak sadar jika Kevin menghentikan langkah nya mendengar jawaban Aga, gadis itu seketika menabrak dada bidang Kevin yang berdiri di jalan nya.


Bruk..


"Waduh sakit, kayak dinding aja ini badan,"ucap Aga mendongkak dan mengosok kening nya.


"Kenapa kau mengikuti ku terus, aku bosan mendengar ocehan mu,"ucap Kevin.


Aga yang mendengar itu seketika memasang raut wajah kesal, oh ya? Pria di depan nya ini kesal karena ocehan nya yang tidak berhenti itu sih resiko nya karena dia akan menikahi Aga.


"Itu resiko mu menikahi ku, enak saja aku di bilang mnegoceh! Aku berbicara!"sungut Aga yang tidak terima.


"Resiko? Kau tahu, selama aku hidup 39 tahun aku belum pernah mendekati wanita mana pun, jadi kau harus menerima resiko jika aku harus merasakan apa yang orang lain rasakan,"ucap Kevin menyeringai.


Gadis itu terlihat berpikir tidak mengerti maksud perkataan Kevin.


"Susunan kata mu terlalu rumit untuk di mengerti, aku tahu kau pintar tapi bisakah berbicara dengan biasa saja,"kesal Aga.


"Begini contoh nya,"ucap Kevin.


Tanpa kode kode pria itu melepaskan kaus nya di depan Aga, membuat gadis itu membulatkan mata nya kaget dan menelan saliva nya kasar, lalu Aga melirik kanan dan kiri.


"Kau gilaa! Bagaimana daddy melihat! Nanti daddy mengira kita melakukan hal aneh, pakai baju mu!"teriak Aga kesal mengambil baju Kevin yang dia pegang.


Grep..


Kevin tidak mempedulikan dia menarik pinggang Aga dan menghirup aroma leher wanita itu.


"Ini resiko menikahi ku,"