SAMUEL

SAMUEL
BAB 210



Beberapa bulan kemudian


Setelah semua kejadian terlewatkan setelah di mana kejadian yang menerorkan rere tersebut tidak lagi ada ancam sama sekali yang menyerang keluarga William dan Morgan.


Entahlah apa yang di pikirkan penjahat tersebut inti nya kehidupan keluarga mereka kembali berotasi seperti semula sibuk dengan pekerjaan yang seharus nya mereka lalukan seperti sebelum nya.


Tidak terasa kandungan Lenka sudah memasuki bulan kelahiran yang akan di jadwal akan melahirkan beberapa minggu lagi, dan ya Samuel yang baru belajar menjadi seorang suami lebih memutuskan hanya di rumah menemani sang istri seperti saat sekarang ini.


“Sam ayolah jangan malas malas an seperti ini, mending kamu masuk kerja,”ujar Lenka yang sedang melakukan senam ibu hamil sambil melihatkan siaran televisi di depan nya.


Samuel yang baru keluar dari dapur dengan segelas jus dan buah buahan itu terlihat menatap datar sang istri, dia meletakan gelas minuman dan piring tersebut di atas meja dekat tv.


“Ayolah sayang aku hanya ingin menemani mu, kau kan akan melahirkan aku sangat khawatir tidak akan tepat waktu nanti dan kau sedang sendirian.”ujar Samuel mengatakan itu.


“Bagaimana aku bisa sendirian? Jika semua orang terus memperhatikan ku seperti ini sayang!”teriak Lenka sedikit mengeluh melirik beberapa orang.


Ya di dalam ruangan mansion William itu ternyata bukan hanya ada Lenka dan Samuel di sana tetapi ada sang daddy dan mommy yang tengah bersantai, terlihat luis yang semakin hari juga mengurangi kesibukan nya itu.


“Hehe sayang tapi tetap saja,”ucap Samuel mengaruk belakang kepala nya yang tidak gatal.


Semenjak menginjak kehamilan usia tua Lenka selalu di awasi orang di sekitar nya dan Samuel malah mengatakan jika diri nya terus terusan sendirian? Jadi siapa yang menatap nya sekarang ini?


Huft…


Lenka terlihat menghambuskan nafas nya secara perlahan ketika mendengar pernyataan sang suami, dia juga tidak dapat melarang karena itu wujud kasih sayang keluarga dan suami nya.


“Terimakasih sayang, aku menerima itu.”jawab Lenka mengambil gelas jus yang di sediakan sang suami.


Samuel sangat senang dan bahagia di puji istri kecil nya itu. Lenka yang sudah selesai melakukan senam itu langsung berdiri dia terlihat beberapa kali mengatur nafas dengan cepat.


Huft hah Huft hah.


“Sayang kenapa kau mengatur nafas terus menerus seperti itu bukan kah senam nya sudah selesai, lihat itu,”tunjuk Samuel di depan televisi yang sudah menyelesaikan siaran nya.


Tidak ada jawaban sekali Lenka memilih berjalan menuju sofa dan memilih duduk kembali. Wanita Morgan itu terlihat mengusap keringat yang menetes dari kening nya akibat bekas olahraga yang dia lakukan.


“Sam ambil kunci mobil ayo kita ke rumah sakit,”ujar Lenka mengusap perut nya beberapa kali.


“Hah untuk apa sayang? Bukan kah jadwal konsul nya besok siang?”tanya Samuel dengan heran.


Dengan santai nya Lenka yang terus mengatur nafas berdiri dan berjalan menuju ruangan kamar yang ada di bawah sambil memadukan beberapa pakaian bayi sudah mereka beli.


“Aku tidak sanggup, suruh bibi melakukan ini seperti nya aku akan melahirkan apa kau tidak akan mengantar ku?”jawab Lenka yang sambil membawa tas di tangan nya.


Semua orang seketika yang awal nya terdiam dan saling pandang seketika heboh, mommy dan daddy yang fokus dengan makanan mereka seketika langsung berdiri begitu pun luis yang berteriak memanggil dokter.


Pria itu dengan panik langsung menarik Lenka untuk membawa nya ke mobil, Samuel yang merasa ke beratan tapi jalan nya bisa cepat membuat nya heran dan menengok nya ke belakang. Pria itu melihat tas Lenka yang dia tarik tapi Lenka malah tidak ada.


“Sam istri mu di sini! Kenapa kau hanya membawa tas nya!”teriak rere kepada menantu nya itu.


“Astaga bodoh nya aku maaf mom,”teriak Samuel.


Pria itu kembali berlari menuju rere yang memapah Lenka yang masih terus mengatur nafas nya dengan tenang, Lenka terkekeh setengah mengeleng melihat suami nya yang kembali datang kepada nya itu.


“Apa kau kira aku bisa di tarik seperti itu ketika aku akan melahirkan Sam?”Ejek Lenka kepada sang suami.


“Jangan terkekeh semua orang panik dan kau hanya berbicara santai,”kesal Samuel langsung menggendong sang istri.


Tetapi saat Samuel ingin mengangkat dia sedikit mengerutkan kening nya yang mana membuat Lenka memasang wajah kesal.


“Kenapa aku berat? Yang kau angkat tiga orang sekarang sayang maka nya berat,”kesal Lenka kembali kepada Samuel.


“Ti ti tidak kok kamu ga berat, ayo kita ke rumah sakit,”jawab Samuel dengan langkah berat memasukan sang istri ke dalam mobil.


Semua keluarga terlihat di hubungi atas kelahiran baby twins Lenka yang akan segera launching itu, begitu pun para keluarga yang ada di luar negeri pun ikut langsung heboh ingin segera memeju Indonesia.


Dengan kecepatan tingggi Samuel melajukan mobil nya tapi dalam keadaan yang juga berhati hati, dia menatap sang istri yang dengan santai mengatur nafas tapi sesekali mencengkeram tangan diri nya karena yang menyetir adalah varo.


“Sayang kenapa kau sangat tenang?”tanya Samuel.


Ya ekspetasi nya sama seperti dahulu ketika rere akan melahirkan dia akan merasa akan mengalami deja vu ketika melihat varo yang kesusahan dan sangat heboh ketika rere melahirkan.


“Sam apa kau lupa walaupun ini pengalaman pertama nya Lenka adalah seorang dokter yang kritis dia tidak mau panik agar kita juga tidak terlalu panik karena itu malah akan tidak berjalan lancar, aku yakin Lenka juga merasakan sakit yang sama dia hanya menahan nya saja,”ucap rere tersenyum menatap sang putri yang begitu tegar.


Samuel yang mendengar itu seketika sedikit sedih Lenka adalah gadis kecil nya yang sangat kuat, dia terus mengengam tangan Lenka memberikan kekuatan kepada sang istri, laporan dari atasan jika anak pemilik rumah sakit akan melahirkan dokter khusus Lenka sudah bersiaga menyambut mereka.


Lenka langsung di larikan ke ruangan bersalin dokter wanita itu terlihat tersenyum.


“Masih pembukaan 3 Sam, kalian bisa menunggu,”ucap dokter itu.


“Menunggu apa? Tapi istri ku mengatakan sudah merasakan sakit dan ingin melahirkan,”kesal Samuel.


“Karena Lenka sangat peka akan hal itu dia saat datang belum pembukaan akhir Sam, kita harus menunggu jika kau tidak mau keluar,”kesal dokter itu.


Belum sempat samuel mencerca dokter itu Lenka sudah berbicara dengan lembut keringat terlihat mengucur di kening nya.


“Sayang jangan buat keributan temenin aku saja,”