
Di sisi lain mobil sport hitam milik Samuel terparkir dan berhenti di depan mansion william kedua orang itu tampak turun, dengan Lenka yang ingin berlari menghindari pria itu.
"Nona anda mau kemana?"tanya Sam dengan suara bariton nya.
'Ampun dah ini om-om kalau udah cemburu ga pandang bulu yah,' batin Lenka pergi mengangkat gaun nya cepat.
Samuel yang melihat kekasih nya ingin berlari itu seketika tersenyum kecil, pria itu dengan langkah kaki nya yang besar dua kali langkah kaki Lenka mendekat dan menangkap dari belakang tubuh gadis itu, Samuel mengendong Lenka layak nya karung beras.
"Kyaa Sam lepaskan aku, nanti mommy melihat!"teriak Lenka.
"Jangan membodohi ku sayang, mereka pergi menghadiri acara Dean bukan,"senyum seringai Samuel.
"Kenapa kau tahu?!"kaget Lenka.
"Karena dia ponakan ku bod0h,"jelas Samuel yang tersenyum megejek.
"Kau tahu sebaiknya apa yang harus kita lakukan malam ini, haruskah daddy mu ini mengajari baby nya?"
"Kalau ini mau?"tanya Lenka memperlihatkan daging premium itu.
"Boleh, kita pakai ini saja,"ujar Samuel tersenyum lucu kepada sang pacar.
Hampir saja Lenka berpikir aneh tentang apa yang di katakan Samuel bahwa dia akan mengajari nya, tapi setelah mereka ke mansion tadi, saat ini mereka sedang ada di swalayan dekat mansion william, karena Samuel mengatakan akan mengajari Lenka memasak yang benar, karena gadis itu sebelum nya memasak daging kurang matang.
"Huft bisa nya aku berpikiran aneh, aku baru sadar dia memang pacarku,"gumam Lenka mengangguk dan melangkah kan kaki nya dengan Samuel yang mendorong troli belanjaan.
"Padahal kita bisa meminta bantuan pembantu,"jelas Sam saat tadi pria itu meminta di buatkan steak oleh Lenka tapi dia berkata akan lebih enak jika langsung membeli nya sendiri, romantis.
"Apa aku boleh beli cemilan lain juga,"tanya Lenka.
"Boleh,"ucap Samuel megizinkan.
Mereka membayar dan menyelesaikan urusan berbelanja dan berjalan keluar swalayan tanpa di sadari ada seorang pria yang sedang berjalan sambil menelpon menyengol bahu Lenka.
Bruk...
"Aduh,"gumam Lenka terjatuh.
Orang yang menabrak Lenka itu hanya terus berbicara dan melirik sekali, Samuel dapat melihat pria yang memakai topi hitam itu, raut wajah yang dia kenali, pria itu tampak terkejut dan langsung membantu Lenka berdiri.
"Sayang kau baik-baik saja?"tanya Sam khawatir.
"Iya tidak apa-apa, tapi siapa bapak itu dia menyengol dan tidak meminta maaf huh,"sungut Lenka menatap pria yang menjauh itu.
Mereka sampai di mansion, Lenka memilih langsung menyiapkan dinner mendadak mereka, sedangkan Samuel izin pergi untuk menelpon seseorang dan memilih menuju kolam renang.
Drt.. drt..
"Halo big bos ada apa?"tanya Arbian kepada Samuel.
"Arbian pastikan tim mu yang berada di texas melacak kembali lokasi pria yang kita cari, entah pria itu hanya mirip atau bukan aku melihat nya di dekat mansion,"
"Kau pastikan dengan anggota mu, aku mau tahu informasi bagus besok Arbian,"jawab tajam Samuel kepada pria itu.
"Baik bos, saya pastikan,"jelas Arbian mematikan ponsel itu.
Samuel tampak menghela nafas dia menatap langit gelap yang penuh bintang dengan wajah risau nya, entah kenapa dia merasa suatu hal buruk akan terjadi lambat atau cepat.
"Bagaimana ini? Di saat aku sudah nyaman dengan kondisi ku, apa semua akan berakhir begitu saja,"gumam Samuel.
Pria itu melangkah kan kaki nya menuju dapur tempat Lenka sedang memasak, raut wajah nya yang datar sekarang berubah menjadi tenang ketika melihat sang pacar kecil sedang memasak itu, dengan langkah pelan Samuel berjalan mengendap dan melingkarkan tangan nya di pinggang ramping Lenka.
"Astaga kaget, kirain tangan siapa,"kesal gadis itu menepuk lengan Samuel kasar.
Pria itu terkekeh dan terus memeluk gadis nya dari belakang, sesekali pria itu menghirup aroma cerry dari rambut kekasih yang membuat nya candu dan rindu.
Lagi-lagi Sam tidak menjawab dia hanya mengelengkan kepala, lalu pria itu menciumi pipi Lenka sekali membuat sang empu tersenyum geli.
"Apa sih, aku susah tahu,"rengek Lenka berusaha melepaskan pelukan itu.
"Sayang, apa kau mau menikah dengan ku?"tanya Samuel tiba-tiba.
Entah yang berapa kali Lenka mendengar permintaan pernikahan itu dari sang kekasih, membuat Lenka merasa bingung, apa Samuel memang cepat-cepat ingin menikah?
"Tidak,"jawab Lenka santai dan kembali melanjutkan masakan nya.
"Kenapa?"tanya Sam masih setia memeluk gadis itu posesif.
"Bayangkan saja kau selalu mengajak ku menikah di tempat dan suasana yang tiba-tiba, tidak ada romantis nya sama sekali,"ujar Lenka menjawab seadanya.
Samuel terdiam, pria itu mematikan kompor yang masih menyala itu dari belakang tubuh sang pacar, dengan gerakan cepat Samuel membalik tubuh Lenka dan mengangkat nya lalu menduduki nya di atas meja dapur.
Pov doang hehe
"Jadi kau suka hal seperti itu?"tanya Sam dari dekat kepada Lenka.
Gadis itu memasang wajah kesal dan melipat kedua tangan nya di dada, bisa-bisa nya pria itu seenaknya mengangkat diri nya sedang kan dia belum selesai memasak sama sekali, Lenka tampak memayunkan bibir nya.
"Aku sedang masak,"jelas Lenka ingin turun.
Samuel menahan pinggang sang kekasih dan mengunci pergerakan nya agar gadis itu tidak bergerak, Sam tersenyum kecil dan menyelipkan anak rambut Lenka yang di ikat itu.
"Kau suka? Jawab aku sayang,"tanya Sam.
"Kalau kau sudah tahu jangan bertanya, kau ini sangat flat sekali sama dengan siapa yah, Luis seperti nya,"jelas Lenka asal padahal dia tidak pernah tahu berapa mantan sang kakak.
"Aku tidak datar, aku hanya berpikir hal simpel dan tidak merepotkan, bukan kah itu lebih efektif?"tanya Sam dengan wajah polos nya.
Lenka menghela nafas, tangan gadis itu melingkar di leher Samuel, dengan membisikan kata demi kata telinga sang pacar.
"Tuan Morgan, listen to me (dengarkan aku),"
"Hal simpel dan tidak merepotkan seperti yang kau pikirkan itu memang efektif sekali, tapi pikirkan saja itu untuk urusan pekerjaan mu,"
"Apa perlu aku seorang gadis ini harus mengajari mu? Jika di dalam hubungan hal merepotkan adalah hal biasa demi orang yang kau cintai,"
"Para gadis akan senang melihat pria yang dia cintai melakukan hal sulit demi membuat gadis nya bahagia, do you understand? (Kau paham?),"ucap Lenka menjelaskan sedetail nya.
Pria itu tampak diam dan mengangguk lucu, membuat Lenka gemas sendiri padahal pacar ini sudah berumur 32 tahun dan dia sama sekali tidak bisa membahagiakan sang kekasih, dan harus di berikan arahan dulu.
"Kau mengemaskan dasar,"ketus Lenka.
"Kau lebih mengemaskan,"jawab Samuel mencium bibir gadis itu sekilas.
Mereka saling tersenyum tangan Samuel yang tadi menahan pinggang Lenka sekarang berubah posisi masuk ke dalam kaus gadis itu, membuat Lenka menahan geli, mereka berciuman satu sama lain, kecupan demi kecupan Samuel berikan.
Hingga akhirnya perasaan mereka yang hanyut harus buyar ketika ada seseorang yang datang dan malah kaget.
"Astaga naga, eh kalian, aduh kemana yah, aku mau minum, aku ambil air dulu, lanjut lanjut,"ucap Lukas kaget.
"Lukas kau sudah pulang?"tanya Lenka kaget dan langsung turun dari atas meja.
"Iya soalnya tidak jadi, haduh maafkan aku,"gumam Lukas berlari pergi dengan canggung ketika melihat ekspresi suram Sam yang menganggu mereka.
"Si@l seperti nya aku harus cepat menikahi mu, aku sangat tidak suka di ganggu seperti ini,"ujar Samuel melirik Lenka yang malah tertawa melihat Sam yang kesal.