SAMUEL

SAMUEL
BAB 139



"Tidak apa-apa sayang ku, aku kira kau kenapa. Aku jadi takut di mutilasi Samuel haha,"ujar Agalista mengaruk belakang kepala nya dengan canggung.


"Terimakasih Aga hehe,"ucap Lenka tersenyum manis masih dengan posisi nya yang memeluk Samuel itu.


Sedangkan Agalista hanya memasang wajah bingung melihat perubahan mood Lenka yang sedikit aneh menurut nya, tadi saja menangis dan sekarang dia malah tertawa dan tersenyum manis.


"By mau makan pasta? Boleh?"tanya Lenka kepada suami nya itu.


"Tapi kita baru sarapan setengah jam yang lalu, kau yakin sayang masih lapar?"tanya Samuel kepada sang istri.


Gadis itu menganggukan kepala nya cepat seolah mengiyakan perkataan Samuel, sedangkan pria itu tentu hanya bisa tersenyum kecil, dia tidak mempermasalah kan permintaan Lenka, dia hanya takut gadis nya itu kekenyangan.


"Baiklah, aku akan minta pelayan membuat nya oke,"ujar Samuel kepada Lenka.


"Jangan!"teriak Lenka kepada Samuel.


"Jangan kenapa lagi sayang, coba katakan, apa sekarang mau mu,"ucap Samuel memutar badan istri nya lalu menarik lengan nya untuk duduk di paha nya.


Gadis itu tersenyum senang karena Sam sama sekali tidak pernah mengdumel karena keinginan nya, dia lalu mengalungkan lengan nya di leher Samuel.


"Mau yang masak Kevin, Sadam sama Bian,"bisik Lenka di telinga Samuel.


"Hah? Sayang tapi mereka tidak bisa memasak, aku saja ya? Kau tau masakan ku yang paling kau suka bukan,"ucap Samuel menawarkan.


Lenka mengangguk mengiyakan perkataan Samuel sambil memasang wajah cemberut, dia memainkan jari nya seperti anak kecil yang meminta permen.


"Masakan suami ku memang yang paling enak dunia, tapi Lenka pengen makan masakan mereka? Tidak boleh?"tanya gadis itu memasang wajah sedih dan kecewa.


Samuel menghela nafas lalu mengusap rambut istri nya dengan tangan kekar nya.


"Tapi Bian sudah balik, cuman ada Kevin dan Sadam, apa itu tidak masalah?"tanya Samuel dengan sabar.


Lagi-lagi Lenka mengangguk antusias mendengar perkataan Samuel, bagaimana tidak suami nya itu menerima permintaan nya.


"Mau mau, makasih by,"bisik Lenka memeluk Samuel dengan bahagia.


"Sama-sama sayang,"


"Kevin! Sadam!"teriak Samuel memanggil kedua pria itu yang sedang berenang bersama.


Dengan sigap mereka keluar dari kolam renang dan menghampiri pemimpin aeros itu yang sedang duduk bersama ratu aeros itu, dengan bingung Kevin menaikan satu alis nya.


"Ada perintah tuan?"tanya Sadam kepada Sam.


"Kalian buatkan pasta untuk istri ku, karena Lenka ingin makan masakan kalian,"jawab Samuel santai kepada kedua orang itu.


Kevin dan Sadam lalu saling memandang mendengar perintah Samuel, bagaimana mereka bisa di suruh memasak? Padahal mereka sendiri tidak bisa memasak.


"Aku beruntung memiliki istri pintar memasak, jadi selama ini aku tidak pernah mengetahui cara memasak tuan, bagaimana kami bisa melakukan nya tuan? Apa anda bercanda,"tanya Sadam dengan heran.


"Tidak! Aku mau makan pasta masakan Kak Kevin dan Sadam, pokok nya harus ada! Kalau tidak suruh mereka telanjang dada di depan hotel!"kesal Lenka kepada kedua orang itu.


Glek...


Seketika Sadam yang mengatakan itu menelan ludah nya kasar, ayolah itu pasti adalah hal yang sangat memalukan untuk nya dan Kevin, aset dan tubuh nya sangat berharga.


"Nona, apa tidak bisa ada hal yang lain saja?"tawar Kevin kepada Lenka.


"Kalian dengar? Ratu sudah bertitah haruskah aku menyuruh kalian melakukan hal tidak senonoh itu?"tanya Samuel santai.


"Lebih baik aku memasak dengan wakil,"ucap Sadam melirik Kevin.


"Ya, kami akan masakan saja nona,"pasrah Kevin.


Sedangkan Lenka yang dari tadi hanya diam dan melongo seketika tertawa paling keras melihat Kevin yang memasang wajah masam, entah kenapa penderitaan Kevin adalah hal yang paling membahagiakan bagi nya.


"Haha mampus, haha eh maksud ku kasihan suami ku haha,"tawa Agalista menatap Kevin.


Pria itu seketika memasang raut wajah kesal, dan menarik tangan Agalista untuk memaksa nya berdiri dari duduk nya.


"Istri durhaka,"kesal Kevin mengelitik Agalista membuat gadis itu berlari mengelilingi kursi agar menghindari Kevin yang mengejar nya.


"Haha mampus sih, kasihan banget. Tapi orang cuman bikin pasta kok ga bisa, giliran nembak orang sat set aja,"ejek Agalista kepada Kevin.


Ayolah kedua orang itu seperti anak kecil, Kevin behenti berlari sedangkan Agalista terus mengelilingi kursi itu lalu Kevin menangkap tubuh Agalista yang melewati nya.


Wanita itu memang tinggi tapi Kevin tetap yang lebih tinggi, dia memiliki tinggi sedagu Kevin, yah untuk ukuran wanita eropa tinggi badan segitu adalah hal wajar saja bukan seperti orang asia yang rata-rata bertumbuh pendek.


"Dapat kau,"ucap Kevin senang mengendong Agalista ala bridle style itu.


"Kyaa lepaskan aku Kev, maafkan aku! Aku hanya bercanda Kev, haha ampun,"teriak Agalista yang memberontak di dalam gendongan Agalista.


Pria itu tidak mendengar sama sekali permintaan Agalista, dia terus berjalan dan berdiri di depan kolam berenang, Kevin menyeringai kepada Aga. Seketika wanita itu kaget.


"Jangan lepaskan gendongan mu, make up ku bisa rusak!"teriak Aga kesal.


"Apa itu tidak anti air? Tapi ya jika memang tidak aku akan tertawa untuk mu,"ejek Kevin bersiap melepaskan gendongan nya.


Satu, dua, tiga.


"Tidak kev!!"teriak Aga menolak itu.


Byur...


Seketika Agalista terjatuh ke kolam renang di ikuti Kevin, karena Aga menarik leher Kevin mau tidak mau membuat pria itu ikut kembali tercebur ke dasar kolam.


"Hosh hos, Kevin!!"teriak Agalista dengan keras mengema di seluruh kolam renang pribadi di hotel itu.


Sedangkan Lenka yang melihat itu hanya terus tertawa dan memvidiokan kedua makhluk itu, benar saja Aga tidak memakai make up anti air, maskara nya luntur dan meninggalkan jejak hitam.


"Wah kau mengotori air kolam ini Aga, sangat kotor,"ucap Kevin mengeleng tertawa.


"Siaalan kau! Ke sini kau hah!"teriak Agalista berenang mendekat kepada Kevin.


Tapi pria itu tertawa juga menikmati penderitaan Aga, dia berenang menjauh agar Aga tidak menangkap nya.


"Aku sudah memakai pakaian bagus, ini mahal tapi uang kau sih, tapi tetap saja ini pakaian mahal! Dan make up ku yang sudah cantik, kau nodai, dasar pria tidak akan tahu bagaimana perasaan ku!"teriak Agalista kesal.


"Benar, hu dasar kak Kevin, kau juga sayang pria tidak akan mengerti perasaan wanita. Dasar tidak peka lemot,"kesal Lenka malah mengatakan hal itu kepada Sam.


"Sayang, aku dari tadi diam loh,"