SAMUEL

SAMUEL
BAB 133



Arbian yang padahal sedang menikmati makan nya itu seketika sudah sangat tidak mood, dia membuang buket bunga itu dan memilih berjalan mengambil makanan kembali.


Bruk...


Tanpa sadar Arbian tidak sengaja menyengol seseorang, pria itu menumpah kan gelas wine mengenai gaun berbahan sutra itu. Arbian terkejut bukan main.


'Waduh baju mahal, bisa habis uang gua ganti nya,' bisik Arbian ketakutan.


"Kak Arbian?"ucap seseorang itu menyapa.


"Lah Alisa? Kirain siapa, astaga maafkan aku, aku tidak sengaja. Aku akan mengganti nya setelah menjual beberapa saham ku,"ujar Arbian galau.


Alisa tertawa mendengar kepanikan Arbian itu, membuat Arbian hanya heran aneh kepada gadis itu. Apakah Alisa orang yang mudah tertawa, membuat nya merasa mendengar suara tawa Alisa lama kelamaan seperti hantu saja.


"Tidak perlu kak, nanti aku cuci saja,"ujar Alisa menolak.


Semua orang melihat mereka, pakaian semua orang di pernikahan Kevin dan Aga sesuai dress code yang di tentukan. Arbian yang merasa kasihan seketika melepas jas nya dan memasangkan nya erat pada tubuh Alisa.


"Pakai ini saja, maafkan Aku, hah aku sangat lapar padahal,"ucap Arbian melirik makanan gratis yang banyak.


"Segitu nya pengen makanan gratis kak haha?"tawa Alisa kembali.


Ayolah Alisa orang yang receh dan gampang tertawa sedangkan Arbian orang yang pecicilan dan sangat bertingkah random siapa yang tidak tertawa jika melihat itu bukan.


"Tentu, big bos saja jarang mentraktir kami makanan mahal itu terakhir saat dia jadian dengan nona Lenka. Hah itu sangat enak,"ingat Arbian kembali mengingat dia mengurus abis kartu kredit Sam.


"Sabar yah kak, aku saja lebih suka makanan tepi jalan sih, lebih enak,"ucap Alisa mengingat hobi nya.


Mungkin kebiasaan ini di lihat karena kebiasaan Clara yang suka makan bakso di tepi jalan saat sma nya dulu, jadi Alisa yang melihat kelakuan ibu sambung nya itu yang sering di coba kan makanan juga akhirnya ketagihan.


"Orang kaya emang beda,"gumam Arbian mengeleng mendengar itu.


Tidak lama mereka berbincang karena Arbian benar ingin makan lagi, Alisa hanya diam menemani pria itu karena memang dia juga tidak punya teman. Lenka? Gadis itu sibuk dengan suami nya, orang yang sudah menikah circle nya memang sudah beda.


"Jangan memasang wajah kesal, kau seram,"ujar Kevin kepada Agalista yang tidak ramah sekali menyapa orang-orang yang memberikan selamat.


"Salah siapa? Aku kan sudah bilang tidak ingin menikah, ini sih resiko!"ujar Agalista menekan kata-kata nya.


"Hmm,"jawab Kevin dengan datar.


Gadis itu hanya melongo mendengar jawaban Kevin, bisa-bisa nya pria itu hanya bersikap datar saat ini. Agalista yang iseng menarik dasi Kevin lalu mencium bibir nya.


"Wah kalian romantis loh,"ucap salah satu tamu memuji.


"Ah benar, karena aku yang lebih dominan hehe,"jawab Aga dengan bangga mengaruk.


Tidak hanya sekali Aga melakukan tindakan nya berulang kali membuat Kevin merasa kesal, hingga saat gadis itu ingin melakukan nya lagi Kevin yang dulu menciium Aga. Menahan pipi gadis itu dan menarik pinggang nya.


Pria itu meeluumat bibir Aga ganas, tanpa mempedulikan para tamu yang sudah bersoraj dan bertepuk tangan meriah. Membuat Agalista mendorong dada Kevin, yang tadi nya Kevin yang kesal sekarang malah Aga yang kesal, wajah gadis itu memerah padam karena malu.


"Aga Kevin tahan dulu, teman daddy sampai ketawa loh,"ucap pria itu mengeleng.


"Ah maaf daddy, tapi Aga tidak sabar dan terus mencium suami nya ini,"bela Kevin dengan senyum maut nya.


"Lah kok Aga? Kan Kevin!"teriak Aga bingung.


Kevin hanya bisa terkekeh menahan tawa melihat Aga yang malu sendiri karena ulah nya yang awal awal mengoda nya, Agalista yang kesla dengan iseng menarik kembali dasi Kevin tapi bukan untuk mencium pria itu.


Aga menarik dasi itu kuat, sehingga leher Kevin seketika tercekik karena ulah Agalista, wanita itu tertawa puas Kevin mendengus kesal dan mengigit pipi gadis itu.


"Ayolah Kev!"teriak Aga.


Mereka saling menyalahkan satu sama lain, hingga akhirnya acara selesai. Siang sore berganti malam, para tamu undangan sudah pulang, mereka akhirnya menghela nafas puas.


"Hah akhirnya aku bisa melepas gaun yang berat ini!"teriak Aga senang.


"Aga ini untuk kau pakai, hadiah dari Lenka yang cantik,"ucap Lenka memberikan itu.


"Wah makasih sayang ku, aku akan memakai nya, kalian kapan mau balik ke indo?"tanya Aga kepada gadis itu.


Tapi bukan nya Lenka yang menjawab para pria saling melirik dan mengangguk seolah memahami apa yang ada di dalam otak mereka tersebut.


"Kita akan liburan dulu, kalian nikmati saja,"jawab Samuel santai.


"Wah seru bisa liburan bareng,"ucap Gisel antusias.


Di sisi lain seorang gadis cantik memakai jas terus menunggu jemputand dari supir keluarga Arnolda, gadis itu memilih menginap di rumah keluarga Alferoz bersama Dhea. Tapi entah kenapa mobil nya tidak kunjung datang, Alisa menelpon seseorang.


Drt.. drt..


"Aska kakak sudah di acara pernikahan Aga dan Kevin, tapi tidak ada jemputan,"rengek Alisa kepada sang adik.


Alaska yang fokus belajar itu seketika panik mendengar nya, bagaimana tidak Alisa yang sudah berumur 23 tahun itu masih buta arah tidak mengetahui jalan yang benar, dia orang yang pelupa.


"Kau balik ke dalam hotel, menginap saja di hotel, aku akan meminta kamar untuk di oesan kan! Jangan pergi kemana mana!"tegas Alaska kepada sang kakak.


"Iya bawel ga,"dengus Alisa langsung mematikam ponsel nya.


Gadis itu menuruti kata Alaska dia menunggu di dalam dan akhirnya ada seseorang karyawan hotel yang membantu nya mencari kamar mya, gadis itu berterima kasih.


Alisa merasa lega, dia langsung merebahkan diri nya ke kasur menjadi seorang pengangguran berkualitas adalah kemauan nya, bukan pengangguran sih Alisa memang menghabiskan waktu nya mencoba memakai segala uang nya untuk membangun suatu usaha.


"Huh, apa aku cari suami saja yah, aku malas bekerja dan hanya ingin memasak untuk nya, atau setidak nya pacar bukan?"gumam Alisa mendengus kesal.


Alisa merubah posisi baring nya menjadi duduk dia melihat alat karaoke lalu tersenyum senang.


"Haruskah aku karaoke? Walaupun sendirian tetap happy dong,"ujar Alisa yang tadi nya mengalau berubah happy.


Tanpa pikir panjang Alisa menganti baju nya dengan piyama sederhana dan mulai bernyanyi dengan keras, lagu rock metal kesukaan nya hingga akhirnya suara ketikan terdengar.


Tok.. tok..


"Hah apa aku berisik? Tapi kan ini kedap suara,"