SAMUEL

SAMUEL
BAB 17



Samuel menatap suasana apartemen nya yang tiba-tiba mati lampu membuat berdecak sedikit kesal, pria itu tetap melanjutkan diskusi nya dengan beberapa anggota yang berada di Italia, dan Amerika tentang tim gold pengejar pria misterius.


"Apa tempat Anda mati lampu Big Bos di sana sangat gelap,"ucap salah satu pria yang ada di laptop Samuel.


"Abaikan saja, Aku hanya perlu informasi penting nya bukan wajah ku!"ujar Samuel tegas mengatakan itu.


"Ba ba baik bos, jadi kami tim gold sudah mencari pria x itu ke las vegas, tapi seperti nya Dia sudah berpindah ke texas pergerakan mereka cukup tidak beraturan, dan yang paling penting mereka tidak meninggalkan jejak sedikit pun atau saksi,"ujar pria itu menjelaskan nya.


"Seb--,"


Ucapan Samuel seketika terpotong ketika Dia seperti nya mendengar suara tangisan Lenka yang berada di depan pintu apartemen nya, membuat Dia langsung membuka pintu.


Brak..


Pintu di buka, memperlihatkan Lenka memeluk boneka unicorn nya dengan lampu senter hp yang menyala memperlihat kan pipi chubby nya yang sudah memerah karena menangis.


"Ada apa ini?"tanya Samuel melirik bodyguard nya kesal.


Grep...


Lenka langsung memeluk pria itu dengan erat beserta boneka unicorn nya yang menjadi penengah.


"Sam mereka tidak mengizinkan ku masuk, kau tahu Aku takut hiks hiks," ucap Lenka memeluk tubuh pria itu dengan erat.


Damn, betapa bod0h nya Samuel Dia sampai lupa kalau gadis nya itu sangat takut kegelapan, bagaimana Dia tidak mengingat dan menjemput langsung serta mencari gadis itu saat mati lampu tadi langsung.


"Oke, tidak apa-apa tenangkan diri mu,"ucap Samuel mengusap rambut gadis itu dan menarik nya ke dalam apartemen.


Pria itu memilih ke sofa di mana laptop nya masih menyala menampilkan rapat meeting diskusi nya itu, Lenka terus mengengam jari-jari Samuel seperti anak kecil dengan satu tangan memegang boneka.


"Apa Aku menganggu mu Sam,"ucap Lenka dengan wajah sedih.


"Tidak,"


"Kalian kita lanjut besok, Aku ingin tidur,"ujar Samuel kepada rekan nya itu.


"Yes boss," ujar mereka menjawab.


Laptop di matikan sehingga cahaya mereka seketika minim kembali, ponsel Lenka juga sudah mati membuat nya semakin mengengam tangan Samuel erat.


"Kau tidur saja di kamar ku, Aku akan menemani mu,"ucap Samuel membawa gadis itu ke kamar nya.


Tanpa basa basi Lenka masuk ke dalam selimut dengan posisi terus mengengam tangan Samuel, sedangkan pria itu duduk di sisi ranjang mengusap rambut Lenka dengan satu tangan nya yang lain.


"Kau tidur lah,"ucap Samuel.


"Kau tidak melakukan apa pun kan?"tanya Lenka dengan suara sesegukan kecil nya membuat Samuel tersenyum lebar di balik gelap nya malam itu.


Pria itu merasa gemas sendiri melihat siluet Lenka dengan wajah memerah dan suara sesegukan nya yang malah terdengar dan terlihat lucu di pendengaran Samuel.


Gadis itu memasang wajah cemberut, memperlihat kan kesan manis nya, jika di lihat seperti ini Lenka masih bisa di lihat seperti gadis 19 tahun yang lucu, tapi jika sudah di RS kepribadian nya dan semua hal dalam urusan kedokteran membuat nya berwibawa dan tegas.


"Walaupun Aku seseorang yang kau cap kejam dan gil@, Aku tidak akan melakukan hal menjijikan itu babe, Aku tidak akan melakukan itu sebelum Aku mejadikan mu milik ku,"gumam Samuel di ujung kata nya mengusap helain rambut Lenka.


Gadis itu yang mendengar nya seketika merasa aman dengan ucapan Samuel, mata nya kembali terpajam dan menikmati waktu tidur nya sambil mengandeng tangan Samuel.


Cup..


Pria itu mengecup pipi Lenka dan berusaha melepaskan gengaman itu pelan, Dia membuka pintu apartemen yang masih dalam suasana gelap itu, Samuel berusaha sabar dan mengontrol kekesalan nya karena Dia sedang senang.


"Kalian beruntung karena mood ku sedang baik, Aku memang melarang kalian mengizinkan siapa pun masuk termasuk Kevin atau pun Tuan Varo sampai petinggi pemerintah pun masuk ke ruangan jika Aku sedang serius, tapi satu hal yang harus kalian tahu, jangan larang gadis ku untuk masuk,"


"Atau pun membuat Dia menunggu dan menangis seperti tadi,"


"Do you understand?" tanya Samuel menatap kedua bodyguard nya itu tajam.


"Yes Boss!"teriak mereka dengan kaget.


"Kalau begitu jaga di luar gedung saja, tinggalkan pintu,"ucap Samuel menutup pintu apartemen nya dengan keras.


Untung saja Dia berusaha menahan emosi nya terlebih Dia juga melakukan itu demi Lenka, agar gadis itu tidak takut melihat sifat nya yang tempramental itu.


"Menahan emosi seperti ini sangat membuat ku harus bersabar keras, kalau biasanya Aku bisa menguliti mereka langsung jika membuat ku kesal,"gumam Samuel berjalan dan membuka pintu kamar nya.


Selimut yang sedikit melorot di benarkan Samuel, pria itu mengambil selimut dan bantal lalu memilih keluar kamar dan tidur di sofa, satu ruangan dengan Lenka saja sudah membuat nya susah tidur apa lagi satu ranjang.


Kedua orang itu akhirnya tertidur masing-masing dengan suasana hati yang mereka rasakan, malam panjang berlalu Lenka terbangun dari tidur nya mengerjap kan mata beberapa kali menghirup aroma kamar yang asing.


"Ini bukan aroma ku,"gumam Lenka.


Gadis itu seketika langsung terduduk, Dia memukul kepala nya pelan baru teringat kejadian tadi malam di mana Dia menangis tersedu-sedu kepada Samuel, astaga Dia seperti seorang bocah membuat Lenka merasa malu harus bertemu Samuel setelah kejadian semalam yang menimpa diri nya.


"Aaa Aku sangat malu,"teriak Lenka dengan frustasi mengacak rambut nya.


Dengan perlahan Lenka membuka pintu kamar, kosong tidak ada siapa pun apartemen itu seolah-olah sangat kosong kecuali diri nya, Lenka yang mengendap itu seketika menaikan alis nya dan berjalan normal.


"Apa Dia sudah pergi?"gumam Lenka berjalan ke arah ruangan tv yang ada sofa nya.


Ada sebuah bantal tidur dan selimut, seperti nya Samuel menempati janji nya kalau Dia tidak akan melakukan apa pun kepada Lenka, seketika Lenka merasa senang entah kenapa walaupun sifat Samuel yang menurut nya gil@ tapi Dia masih bisa menjaga seorang gadis dan menghormati nya.


Sebuah note ada di meja makan serta sarapan khas Italia itu tersedia, dengan tulisan.


**Good morning babe, Aku sudah pergi karena urusan mendadak, jangan lupa makan sarapan mu dan jangan terlambat bekerja ur mine.


-Samuel**


Note itu membuat Lenka tertawa kecil, Dia memakan dan menikmati sarapan itu lalu pergi bekerja ke RS dengan semangat.