SAMUEL

SAMUEL
BAB 74



Malam hari nya


Saat ini Lenka dan keluarga besar serta ada Gisel dan Agalista tengah makan malam, ada nya kedua teman Lenka itu karena mereka ingin mengadakan acara piyama party untuk para gadis karena sekaligus merayakan ulang tahun Lenka.


Happy birthy day


Happy birthy day to you


Ucapan itu terlontar oleh para pria william yang tengah memegang kue dan datang dari dapur dengan para pelayan yang lain memeriahkan acara mereka.


"Kalian? Kenapa malah ikut suprisein aku, kakak Uis,Eon,Ukas kan juga ulang tahun,"ucap Lenka dengan senang tersenyum dan memeluk bergantian pria william yang sangat dia cintai.


"Kami seorang pria tidak terlalu memikirkan hal itu, kami mementingkan mu Enka,"jawab Luis mengecup kening sang adik.


"Daddy tidak menyangka kalian sudah sebesar ini dan Lenka akan menikah, padahal kami memproduksi kalian saja hanya sekali, langsung jadi,"ucap Varo seolah-olah sedih mengalay.


"Mas! Mulut nya di filter,"ketus Rere kepada suami nya yang tidak pernah berubah kekonyolan nya itu walaupun semakin tua umur nya.


Kue itu di letakan di atas meja setelah mereka selesai makan malam, Lenka menerima pelukan hangat dari keluarga nya, saat ini mereka tengah duduk di ruang tamu mansion william.


"Jadi kemana calon suami mu, apa dia tidak akan menyapa daddy?"tanya Varo pura-pura marah padahal dia tahu kalau Samuel ada urusan penting.


"Dia hanya mengantar ku tadi, Sam bilang dia ada urusan mendadak aku tidak tahu itu,"ucap Lenka santai sambil sesekali tertawa dengan teman nya.


"Biarlah mas, Sam kan punya hal yang penting, tapi sayang kau yakin sudah ingin menikah?"


"Mommy tidak mempersalahkan kau menikah lebih cepat, karena mommy menikah saja saat umur 18 tahun, mom hanya mengigatkan kau menikah jika benar-benar sudah siap,"jelas Rere mengingat kan anak nya itu.


Gadis itu tampak mendengar ucapan serius Rere tanpa melewati nya sedikit pun, Lenka mengengam tangan sang mommy lalu berkata.


"Lenka sudah siap, dan mom tahu sebelum dia melamar Lenka, cincin ini sudah ada dulu di jari Lenka,"ucap gadis itu memperlihatkan cincin yang selalu berada di jari manis nya.


Semua orang tampak saling menatap dan tersenyum, terutama Luis yang sangat sister complex itu sekarang sudah menerima keputusan adik nya.


"Akhirnya Lenka yang mendahului kita kesampaian juga benarkan Luis, Leon,"ucap Lukas merangkul kedua pria tampan yang duduk fokus dengan buku mereka.


"Hmm,"itu lah jawaban dari kedua orang itu.


Membuat Lukas hanya mendengus kesal mendengar kedua saudara nya yang tidak terlalu bisa melepaskan ekspresi mereka.


"Gisel apa kau sudah punya pacar mari menikah?"tawar Lukas kepada sang gadis yang fokus dengan permainan ular tangga nya bersama Aga.


"Kau lebih muda dari ku sadar umur, aku tidak suka berondong,"jawab Gisel santai merosting anak terkaya di dunia itu.


Membuat Lukas yang memasang wajah pengoda nya sekarang berubah dengan raut wajah syok, Gisel adalah orang kedua yang selalu menolak ketampanan nya setelah Lenka.


"Haha makanya jadi cowo jangan genit, geli tahu,"ketus Lenka mengejek sang kakak.


Pria itu memasang wajah cemberut dan memeluk Rere layak nya ibu dan anak, Lukas memeluk posesif sang mom tanpa dia sadar hawa di sana sudah berubah karena sang pawang Rere sudah memasang raut wajah kesal.


"Lukas jangan peluk istri ku, kau sudah besar, dulu kau memang lucu, sekarang kau sudah pria dewasa, jadi cari pawang mu sendiri,"ketus Varo mendorong anak nya tanpa perasaan.


Bruk..


Lukas terjatuh seperti nya dia mulai merasa di sini apakah diri nya anak pungut dan hanya kebetulan keluarga nya kasihan dan mengadopsi nya, lihat lah daddy nya yang begitu kasar kepada nya dan mommy nya yang malah tertawa.


"Kenapa Lukas terus sih, apa Lukas anak pungut yah,"teriak Lukas.


"Jangan mengeluarkan suara manja mu aku jijik, kau itu seorang dosen mana wibawa mu,"ucap Luis masih fokus dengan buku nya.


"Luis benar, jika kau anak pungut tidak mungkin wajah mu mirip kita atau pun mirip mom dan dad, pakai otak mu yang benar jangan memikirkan para wanita saja, dasar pemburu kel@min,"gumam Leon di akhir kalimat.


"Kalian kalau sudah ngatain Lukas begitu yah, kompak iya,"rengek Lukas malah memeluk Lenka meminta pertolongan.


"Ih apa sih Lukas, jangan peluk badan Lukas berat,"ketus Lenka.


Saat mereka asik tertawa dan berbincang itu, tiba-tiba seorang pria memakai jas hitam datang mendekati Lukas yang sedang memeluk Lenka, pria itu tampak berusaha memotong pembicaraan dengan hati-hati.


"Tuan Lukas, tuan, tuan,"panggil pria itu.


"Juna, ada apa kau kemari?"tanya Lukas dengan heran langsung menatap serius asisten nya di black devil itu.


Tanpa pikir panjang Juna menjelaskan sedetail apa masalah mendadak yang dia tahu, semua orang tampak kaget dengan penjelasan itu, Lukas yang tidak memasang wajah kekanakan mengambil jas nya, raut wajah pria itu berubah menjadi 360 derajat lebih serius datar dan kejam, seperti Varo layak nya sifat diri nya masa muda.


"Jadi di vidio itu dia mengajukan nya kepada Sam, kau siapkan tim kita menuju markas aeros, dan perlihatkan vidio itu di perjalanan, ayo,"jelas Lukas dengan langkah besar nya, dia tampak berhenti dan menatap semua orang yang panik.


"Luis, Leon aku minta kalian jaga mom dad Lenka serta yang lain nya di sini, jangan sampai kalian ceroboh atau kalian yang akan aku bantai,"


"Lenka jangan khawatir ini hanya masalah kecil, kau tetap di sini, dan tetap lakukan apa yang kau inginkan, ayo Juan,"tegas Lukas berjalan memasang jas nya keluar mansion.


'Si@l padahal ini hari bahagia adik ku, aku tidak tahu apakah seburuk itu,' batin Lukas khawatir menuju mobil nya bersama Juan.


Sedangkan di markas aeros, Samuel yang tadi nya ingin ikut makan malam di mansion william seketika kaget mendapat laporan mendadak dari Arbian dan Sadam, mereka tengah duduk melihat informasi itu.


"B0doh bagaimana tim mu bisa salah mengenali bawahan nya sebagai Javier!"umpat Samuel memarahi Arbian.


"Dan bos kami sudah mengecek lokasi yang dia kunjungi di indo saat ini, ternyata mereka memasok barang haram dari transportasi laut, entah ini hanya kebetulan apa bukan, seperti nya mereka mulai menargetkan mereka,"jelas Sadam melihat koordinat yang pernah di datangi Javier si pria x itu.


Samuel tampak mengerang frustasi, dia memang sudah menyiapkan ini matang-matang tapi seperti nya bawahan nya harus kecolongan, jika kalian memikir kenapa bawahan Sam selalu kecolongan, bukan kah ini bukan cerita dewa yang selalu sempurna mereka memliki kekurangan juga sebagai ahli.


"Vidio apa ini, buka itu di kirim dari sinyal di ibu kota,"