
"Ayolah big bos, bawahan mu ini sudah sangat menyayangi mu seperti kekasih kecil mu itu, tapi kau malah menganiayi kami dengan sikap mu, sungguh kejam,"ujar Arbian dengan akting lebay nya.
"Berarti kau tidak normal,"ucap Sam geli menatap wajah Arbian.
Otak pria itu tidak berpikir atas perkataan Samuel. Arbian hanya mengaruk pipi nya bingung, memang kalau hal selain bertarung pria itu akan sangat lemot dalam berpikir. Sedangkan Sadam yang melihat itu menepuk bahu Arbian lalu berkata.
"Kembali lah ke sekolah dan belajar bahasa yang benar agar kau paham, kau hanya membuat bos naik darah,"ejek Sadam kepada sahabat nya itu.
"Si@l kau, aku bukan anak SD lagi yah,"ketus Arbian.
Kevin yang tidak mempedulikan kedua orang bertengkar itu duduk di kursi taman bersama Samuel, pria itu terlihat mengeluarkan rokok nya lalu menghidupkan nya. Kevin terlihat menawarkan satu rokok itu.
"Tidak, aku di larang oleh Lenka,"jelas pria itu dengan iman yang kuat.
"Memang pria kalau sudah cinta apa pun itu tetap di turuti yah, bucin sekali memang."ujar Arbian kembali menyambung obrolan.
"Aku berharap ketika aku bangun dari koma, satu hal yang aku harapkan pada orang kepercayaan ku seperti mu Arbian,"ucap Samuel dengan wajah serius nya.
"Apa bos, saya memang orang kepercayaan Anda,"ujar Arbian dengan bangga.
"Kau jauh lebih normal dan tidak banyak bacot, aku kasihan dengan jodoh mu nanti,"ucap Samuel.
Haha...
Perkataan Samuel sontak membuat Sadam tertawa keras sedangkan Arbian memasang raut wajah kesal kepada bos nya itu, untung saja dia pemimpin nya kalau tidak? Ya tetap saja Arbian tidak berani, dia itu Samuel si iblis bukan karena kekuasaan nya di aeros, tapi karena kehebatan nya.
"Jadi anda akan kembali ke aeros kan bos?"tanya Kevin to the point.
"Tentu, dan kalian tetap harus bersama ku, karena kita akan membentuk sistem lain dari aeros,"ujar Samuel tersenyum memikirkan nya.
Mereka terlihat serius jika sudah menyangkut pekerjaan semua orang itu akan serius melakukan nya termasuk Arbian yang konyol jika sudah di perintah dia akan mengerjakan nya dengan baik tanpa di jelaskan.
"Sam, aku bicara di sini bukan sebagai bawahan mu, tapi sebagai Kevin yang kau kenal sebagai saudara saat kita memulai aeros dari awal dengan bantuan tuan Varo,"ujar Kevin serius.
Samuel yang tadi nya memasang raut wajah kesal sekarang berubah serius melirik Kevin. Pria itu sangat, sangat jarang sekali menyebut nama Samuel saking dia menjaga atitude nya, tapi jika dia sudah memanggil Samuel hanya dengan nama.
Samuel tahu kalau Kevin serius dalam perkataan nya, pria itu tidak membantah sama sekali terlebih kehidupan mereka yang 11 12 hidup dalam lingkungan mafia, dan daddy mereka yang sama-sama memiliki kelompok besar mafia, begitu juga dengan nasib naas yang menimpa kedua pria itu, daddy mereka meninggal karena lawan mereka, walaupun Kevin sendiri yang menghabisi daddy angkat nya itu.
"Berbahagialah Sam, kau terlalu banyak menanggung luka. Bertahun-tahun kau selalu memikirkan Javier tentang balas dendam, dan begini akhirnya,"
"Ini semua sudah selesai, tapi aeros tidak akan pernah usai. Bangun kebahagian mu sendiri, aku harap Lenka bisa merubah kau jauh lebih baik,"gumam Kevin menghisap rokok nya dan menghembuskan nya pelan seolah menenangkan diri nya.
"Lalu bagaimana dengan mu?"tanya Sam.
"Aku? Kau tahu seperti nya aku juga sudah menemukan kebahagian ku,"gumam Kevin mengingat suara gadis cerewet yang selalu menghiasi hari hari nya di rumah.
Lamunan kedua orang itu seketika terhenti, mendengar suara gadis yang sangat mereka kenali sebagai kekasih big bos mereka itu, Lenka datang memangil Samuel dengan senyum manis nya.
"Sam, maafkan aku, apa kau menunggu ku lama?"tanya Lenka membawa minuman untuk kekasih nya itu.
"Kevin, wah kalian semua kapan sampai,"sapa Lenka kepada semua orang di sana.
"Tadi pagi kakak ipar, kami mampir ke markas yang di sini dulu dan baru mengcek bos Sam yang menolak kehadiran kami,"jelas Arbian dengan akting alay nya.
"Lain kali kau jangan memasang ekspresi lebay itu, seperti nya kau akan susah mendapatkan jodoh,"ejek Lenka tertawa mengatai Arbian.
Sadam dan Kevin terlihat tertawa mendengar itu, entah atau kebetulan atau apa. Perkataan Lenka dan Samuel tadi sangat 11 12 tidak ada beda nya, memang jodoh itu kata nya ada kemiripan dari sifat nya yah.
"Benarkan sayang, aku juga berpikir begitu,"ucap Samuel berdiri dan merangkul pinggang kekasih nya sambil tersenyum kecil menatap Arbian.
"Kakak ipar dan bos apa kalian janjian membuli ku, kejam,"ucap Arbian dengan wajah alay nya lagi.
"Itu karena kami punya ikatan batin,"jelas Lenka.
Mereka terlihat mengobrol sampai menghabiskan waktu cukup beberapa lama, hingga yang lain nya pamit karena tidak mau menganggu Samuel yang akan beristirahat sesuai dengan jadwal yang di berikan Lenka.
Di ruangan Samuel saat ini Lenka tengah berusaha membujuk pria itu agar tidur siang, hingga akhirnya Samuel mengalah dan berhasil di bujuk oleh Lenka.
"Sayang pegang tangan ku yah,"tanya Samuel mengengam tangan Lenka yang duduk di samping nya.
"Kenapa, aku tetap di sini,"jelas Lenka tertawa.
"Agar aku mudah tertidur, aku takut kau akan pergi meninggalkan ku dan menikah dengan pria lain karena aku bukan pria muda yang kau ingin kan,"jelas Samuel dengan wajah cemberut nya.
"Kemana pikiran mu itu berkelana tuan morgan, aku akan menjadi nyonya morgan setelah kau sembuh, maka dari itu cepatlah beristirahat dan gengam tangan ku sampai kau lelah,"jelas Lenka mengengam tangan pria itu.
Satu tangan nya lagi mengusap pipi pria itu dengan lembut, entah kenapa mengusap wajah Samuel adalah hobi nya saat ini, terlebih jika Lenka melakukan itu Samuel akan mengecup telapak tangan nya seperti sekarang.
"Jangan mengoda ku, cepat tidur,"jelas Lenka dengan wajah tegas.
"Apa ibu mertua dan ayah mertua tidak menjenguk menantu nya?"tanya Samuel kepada Lenka.
"Seperti nya tidak karena aku mengatakan setelah kau sembuh kita akan langsung ke mansion mencari tanggal bagus,"goda Lenka.
"Benarkah? Terimakasih sayang, aku akan menjadi suami yang baik untuk mu,"ujar Samuel tersenyum layak nya anak kecil yang mendapatkan permen kesukaan nya.
"Harusnya aku yang berbicara seperti itu, baiklah segera tidur, aku akan menjaga mu selama yang aku bisa,"