
Setelah perdebatan kecil k dua suami dan istri yang memgizin kan mereka untuk pergi keluar, akhirnya varo dan Samuel mengizinkan Rere serta Lenka untuk pergi keluar untuk membeli bakso.
"Minta izin aja udah berasa mau keluar negeri,"ketus Lenka merasa kesal.
"Daddy memang begitu sayang jangan mengeluh,"jawab Rere mengatakan itu dengan terkekeh.
Saat kedua gadis itu sedang berada di dalam mobil mewah pribadi yang di setir sendiri oleh Rere, mereka menuju tempat bakso tempat langganan Rere semasa sekolah dulu lebih tepat nya di depan sekolah SMA Rere saat ini.
"Mommy ternyata sekolah mommy lumayan jauh kalau jalan kaki, mommy dulu pergi naik apa?"tanya Lenka menanyakan itu kepada sang mommy.
"dulu mommy pergi sering naik angkot sayang bersama aunty anggun dan Clara,"jawab Rere mengatakan itu.
Ya Lenka memang sudah tahu bagaimana ketiga sahabat itu mendapat kan seorang suami yang juga memiliki sahabat seperti mereka tapi beda nya mereka lebih hoki mendapat kan pendamping hidup yang super kaya raya.
Brum.. Brum..
Mobil yang di lajukan Rere terus menembus jalanan yang cukup ramai di siang hari ya karena sekolah Rere berada di luar perkampungan tempat tinggal nya tidak lama wanita itu mengendarai mobil nya Rere melihat sebuah tempat bakso yang sekarang berubah menjadi ruko di seberang jalan itu.
"Ayo sayang turun, nama nya sama tapi tempat nya sudah agak beda,"jawab Rere mengandeng sang anak.
Lenka hanya menurut layak nya anak kecil yang di papah sang mama, mereka masuk ke ruko yang lumayan ramai tapi tidak sampai berdesakan itu.
"Selamat datang mau pesan apa,"jawab seorang pria di sana.
Rere melirik pria muda itu yang sangat sopan melayani mereka dia melihat spanduk dan label nama toko yang ternyata sama dengan puluhan tahun dulu yang dia jempui saat dia masih muda.
"mang Ucup mana?"tanya Rere to the point.
Pria itu terlihat menaikan satu alis nya mendengar pertanyaan Rere dia melihat dua wanita di depan nya yang berpakaian memang sederhana tapi unsur mereka pakai sangat bermerk dari tas hingga perhiasaan kalung biasa itu.
"Umm ibu kenal dengan kakek saya?"tanya pria itu.
"Oiya dulu pas aku SMA langgannan di sini tapi beda nya di sini sedikit berubah,"jawab Rere melirik tempat yang lebih nyaman itu.
Jika dulu tempat itu hanya di alas kan sebuah gerobak bakso serta terpal untuk menutupi mereka dari panas sekarang tempat itu sudah berubah drastis menjadi lebih baik lagi dari perkiraan sebelum nya.
"Kakek saya ada di rumah tapi emang ga kuat lagi jualan bakso jadi saya yang di suruh lanjutin usaha nya, nama Kaka siapa? Nanti saya sampai kan salam kepada kakek,"jawab pria itu dengan sopan.
"Nama ku Rere, ini anak ku Lenka. Padahal aku ingin mengatakan kepada mang Ucup ketika aku hamil makan bakso anak ku sudah sebesar ini,"jawab Rere terkekeh.
Pria itu yang fokus kepada Rere seketika melirik Lenka yang sama tinggi dengan Rere wajah mereka terlihat sama, pria itu tertegun melihat wajah Lenka yang terlihat tenang. Ayolah wanita berpendidikan seperti Lenka sangat menarik bukan.
"Cantik,"gumam pria itu.
"Apa?"tanya Lenka dengan heran.
"ah tidak apa apa silahkan ibu Rere duduk aja sama anak nya saya akan bikin kan pesanan nya,"jawab pria itu langsung melayani kedua orang itu.
Pernyataan rere di terima anggukan oleh pria itu kedua wanita itu terlihat segera duduk di salah satu kursi di sana, mereka menjadi pusat perhatian karena datang dengan mobil mewah yang mungkin bisa di hitung keberadaan nya di dunia dengan jari tapi gaya mereka yang tidak sombong sama sekali.
"Aku tidak sabar ini makan bakso twins juga seperti nya sangat senang,"jawab Lenka mengatakan itu sambil terus mengusap perut nya.
"kau akan menyukai nya sayang,"jawab Lenka tersenyum.
Mereka terlihat mengobrol dengan asik hingga tidak terasa akhirnya pesanan mereka pun datang, terlihat pria cucu dari mang Ucup kita panggil saja Udin mengantar makanan nya ke meja kedua orang itu.
"Ini bakso urat nya dua,"jawab Udin mengantarkan itu.
"Terimakasih Din,"jawab Rere mengambil mangkok itu.
Lenka yang melihat tangan sang mommy memberikan mangkuk Basko itu ke de depan nya entah kenapa membuat nya sangat bernafsu seperti ini, perut nya ingin segera melahap makanan itu bulat bulat saat ini juga.
"Mom apa Lenka boleh nambah cabai?"izin anak nya itu.
"Boleh jangan banyak banyak nanti suami mu marah dan ingat baby mu dikit saja secukup nya,"jawab Rere.
"Siap mom,"jawab Lenka dengan asntusias.
Terlihat mereka sangat menikmati bakso yang mereka makan, begitu pun Lenka yang baru merasakan sesuap bakso itu seketika masuk ke mulut nya membuat nya ketagihan wajah nya sumringah tapi jujur saja siapa sih yang ga suka bakso apalagi seenak tempat panggang rere ini.
Suara kunyahan bakso dari Lenka terdengar bersemangat tentu seorang Lenka tidak cukup satu persatu karena yang ada di perut nya saja ada dua orang, dengan diri nya jadi 3 orang.
“Mang dua mangkuk lagi yah kayak tadi,”jawab Lenka mengatakan itu.
“Siap neng,”jawab udin.
Terlihat udin kembali meracik bakso itu dan membawa dua mangkuk ke meja itu, udin melihat rere yang belum selesai makanan nya tapi sudah memesan dua lagi dia tidak yakin Lenka akan memakan dua mangkuk lagi dengan tatapan bingung.
Lenka yang sadar dengan tatapan udin itu seketika melihat mangkuk nya dia tahu udin pasti heran kenapa mommy nya belum habis tapi sudah pesan.
“Mang ini di lagi buat aku kok, lapar soal nya,”jawab Lenka dengan jujur.
Lenka memang gampang akrab dengan siapa pun lagi orang yang dia temui merasa tidak mengancam keberadaan nya udin yang menerima jawaban dari Lenka seketika kaget dan merasa tidak enak sama sekali.
“Ah maaf bukan begitu neng bukan maksud saya menatap seperti itu maaf,”jawab udin dengan cepat karena panik.
“Haha tidak masalah yang tadi untuk ku dua lagi sekarang untuk baby ku.”jawab Lenka mengusap perut nya.
Tatapan udin beralih ke perut Lenka ayolah pria itu yang tadi fokus dengan wajah Lenka baru sadar dengan perut wanita itu yang ternyata lebih besar dia menaikan alis nya dan menebak jika Lenka sedang hamil.
‘Yah udah punya suami ternyata neng Lenka,’