SAMUEL

SAMUEL
BAB 150



Sedangkan di sisi lain Sadam dan Arbian sedang ada di ruangan utama divisi informan itu, seorang wanita terus tersenyum menatap kedua pria tampan yang sedang mewawancarai nya itu.


"Ck siaalan jika kau terus bertanya aku akan menarik kontrak ku dengan aeros, dan mengatakan kepada big bos jika kau malah mengintrogasi ku, apa kau meremehkan ku?"tanya wanita itu kepada Arbian.


Ya, Arbian lah yang paling berisik di sana, karena dia terus mengintrogasi wanita yang menjadi tim baru informan dan yang lebih tepat nya adalah bawahan langsung dari Sadam. Selama ini aeros tidak pernah mengambil orang baru semenjak 10 tahun yang lalu.


Tapi karena ada orang baru membuat Arbian merasa akan terjadi sesuatu hal yang aneh, karena itu dia berusaha menyingkirkan segala sesuatu kekhawatiran nya itu dengan banyak bertanya.


"Kau memang wanita cantik, tapi kau juga punya ilmu bela diri. Apa kau kira aku boodoh?"tanya Arbian menatap tajam wanita itu.


"Hah? Kau yakin ingin berurusan dengan ku? Big bos akan sangat tegas kepada orang yang menghancurkan reputasi aeros, jadi stop masalah mu aku akan mulai melakukan bagian ku,"ucap wanita itu tidak mau kalah atas tuduhan Arbian.


Sadam yang dari tadi duduk di kursi utama ruangan itu seketika mulai jengah karena kedua orang itu yang saling bertengkar satu sama lain, telinga nya merasa sakit.


Bruk...


"Diam atau keluar kalian berdua!"teriak Sadam mengebrak meja itu dengan kesal menahan emosi nya.


Kedua orang itu seketika kaget dan saling memandang satu sama lain, Megan Frensisca. Wanita asli amerika yang langsung di putuskan Samuel sebagai wakil tim informan karena kelincahan dan kepintaran nya yang mampu hampir menyaingi kehebatan Sadam. Big bos aeros itu tentu tidak ingin melewati orang berbakat untuk dia rekrut sekali pun itu wanita.


"Maaf bos, tapi bos tim divisi pengejar sangat membuat ku kesal. Suruh saja dia membunuh para tikus di luar sana dan lakukan pekerjaan nya, karena kita yang akan mengatur titik koordinat nya,"ujar Megan menjelaskan tajam kepada Arbian.


"Dan dia benar Arbian, untuk apa kau di sini. Kerjakan urusan mu,"kesal Sadam memijit pelipis nya untuk menghilangkan pusing karena kedua orang itu yang berisik.


"Wah kau membela orang baru, dan apa maksud big bos merekrut seorang wanita. Wanita tidak akan setara dengan kehebatan seorang pria,"ucap Arbian kesal.


Megan yang merasa terus di sudutkan seketika merasa kesal, dia berdiri dari duduk nya dan membanting kursi yang dia pakai tadi ke belakang dinding tempat Arbian berdiri.


Brak...


Wanita itu langsung menarik kerah baju Arbian dengan kasar, tinggi wanita amerika memang terbilang cukup tinggi dari pada wanita asia membuat nya hampir setara dengan Arbian. Bos pengejar itu merasa terancam atas tindakan Megan?


Oh tentu tidak, dia adalah yang terhebat dari yang terhebat sebagai tim pengejar aeros bela diri dan kehebatan menembak nya tidak dapat di ragukan, pria itu membalas menarik kerah kemeja Megan.


Sehingga jarak mereka sangat dekat, mata mereka saling menatap satu sama lain dengan tajam. Seperti sama-sama seorang predator yang ingin mengambil hak kekuasaan nya.


"Kau berani dengan ku, apa kau tahu? Semua wanita akan bertekuk lutut di kaki ku medusa,"umpat Arbian tajam.


"Ahaha itu hanya dalam cerita mu, bukan cerita ku pecundang,"balas Megan tidak mau kalah.


Semua anggota tim informan yang melihat keributan itu hanya memasang wajah terkejut, bagaimana tidak? Ayolah bos tim pengejar itu sangat jarang marah dan sering mempertotonkan kekonyolan nya.


Jika seperti ini mungkin saja memang ada hal yang menjangal di pria itu, sifat asli Arbian seketika keluar.


"Katakan sekali lagi, aku akan mengirim mu ek akhirat sebelum kau menjalankan misi pertama mu medusa,"ancam Arbian.


Belum selesai Megan berbicara, suara tajam dan bariton seorang pria memegang pistol seketika membuat kedua orang itu melepas cengkramanan mereka.


"Berhenti, atau sebelum peluru ini menancap tepat di tengkorak kepala kalian,"ucap Sadam pelan tapi dengan suara khas bariton tajam seorang mafia.


Glek...


'Astaga bos Sadam ternyata orang yang menyeramkan,'batin Megan dengan ketakutan.


Kedua orang itu seketika menelan saliva mereka kasar, Megan melepaskan cengkraman pada kerah baju Arbian begitu pun sebalik nya. Megan langsung merangkul Arbian layak nya seorang teman.


Grep...


"Bagaimana begitu, kita kan berteman baik benarkan Arbian,"ucap Megan tersenyum kesal mengkode pria itu.


"Ogah aku berteman dengan mu, kau jelek. Tapi jika kau menjadi teman ranjang ku akan aku pertimbang kan,"ucap Arbian melepaskan rangkulan Megan dengan kasar dan berlalu pergi dari ruangan tim divisi informan itu.


Cklek...


Pintu di tutup Arbian dengan kasar, sedangkan Megan yang mendengar pernyataan Arbian tadi seketika hanya menampilkan raut wajah kesal nya.


"Dasar pria bejat! Jika aku HS aku juga memilih pria, dan bukan asal seperti mu siaalan,"umpat Megan kesal melemparkan segala perkataan kotor kepada Arbian yang sudah melengang pergi.


Sedangkan Sadam yang melihat itu hanya bisa menghela nafas seperti nya markas aeros akan sangat ramai oleh satu orang yang penuh keributan lagi, dan sebenarnya Sadam juga tidak terima kenapa anggota aeros harus ada yang seorang wanita, tapi keputusan tetap ada di tangan big bos jadi dia hanya bisa menerima nya.


"Jangan urus pria itu, sebaiknya kau lakukan pekerjaan mu, aku akan menilai nya langsung,"


"Kau memang orang rekrutan big bos, tapi aku juga punya kekuasaan untuk menolak mu masuk divisi ku, jika pekerjaan mu yang buruk,"


"Ingat nona ini bukan taman bermain, tapi ladang menebar garam di atas luka,"


"Apa kau paham maksud ku? Kita bekerja dan di bayar, tujuan utama kita menjaga william tetap aman, sisa nya hanya sampingan,"


"Siapa pun dapat terluka, target kita bukan sembarangan orang, kau mempertaruh kan nyawa mu dengan menerima tawaran bekerja di aeros,"


Ucap Sadam menyelesaikan semua ucap nya, bagaimana tidak semenjak kejadian dengan tim darkness. Identitas aeros yang lenyap kembali mencuat di permukaan dunia bawah atau mafia. Mereka yang sebelum nya hanya sebagai rumor atas kebangkitan mereka.


Sekarang sudah dapat di pastikan jika aeros kembali menduduki urusan kedua di dunia mafia setelah black devil tim dari Lukas sendiri. Alasan aeros tidak menjadi yang pertama karena aeros tidak memfokuskan pekerjaan mereka seperti layak nya mafia.


Mereka tidak akan menyentuh asalkan tidak sentuh oleh mafia lain.


"Jadi selamat datang di jurang kematian,"


Bersambung...