
Suasana di kamar Lenka malam ini terasa sunyi karena daddy dan abang kembar ada urusan yang harus di pantau malam ini, sedangkan mommy nya sudah tidur terlebih dahulu, lalu Agalista juga sudah pamit pulang bersama Kevin.
"Huh aku butuh teman ngobrol malam ini, seharusnya aku suruh saja kak Agalista untuk menginap,"gumam gadis itu bergumam dan memejamkan matanya.
Entah terlalu lelah atas hari yang dia lewati kali ini, kehidupan Lenka sangat memiliki banyak drama yang kadang diri nya sendiri berpikir kenapa drama kisah nya harus serumit ini.
Mobil Lamborghini Veneno Roadster memasuki pekarangan mansion utama william itu, pria itu memakirkan mobilnya ke garasi mansion.
Seorang pria turun menampakkan tubuh tegap dan gagah nya, jas bermerek menempel pada tubuhnya, berjalan memasuki mansion utama william itu, pria itu melirik ponsel nya.
"Apa Lenka sudah tidur? Ini baru jam sembilan,"gumam Samuel melirik jam mewah yang melingkar di tangan nya.
"Big bos selamat malam,"seorang pria berjas hitam menjaga pintu utama mansion itu tampak menunduk menyambut kedatang Samuel.
"Tetap awasi dengan benar, jangan sampai kalian sampai lengah dan mencelakai keluarga william!"tegas Samuel tajam kepada bawahan nya itu.
Di sepanjang jalan pintu masuk dari pagar hingga pintu ruangan utama mansion terdapat banyak pengawal atau bodyguard william untuk menjaga keamaan di sana, semenjak kejadian tadi varo meminta kepada Samuel untuk meningkatkan keamanaan tiga kali lipat.
"Baik big bos,"tegas beberapa orang itu membuka pintu.
Bukan hanya bodyguard saja, tapi para pelayan yang biasanya di utus pulang oleh varo setiap malam di suruh untuk tetap tinggal melayani mereka 24 jam.
Cklek..
Samuel tanpa basa basi segera naik ke kamar Lenka. Samuel membuka pintu melihat sosok gadis muda tertidur dengan lelapnya dalam posisi miring dan tidak berselimut, lebih tepat nya ketiduran, Sam mendekat untuk melihat lebih jelas Lenka.
"Ck gadis ini bisa-bisanya tidur seperti ini,"gumam Sam menyentuh lembut wajah Lenka yang damai saat tidur, menyelipkan anak rambut dari wajahnya.
Samuel yang entah mengapa merasa gadis itu menarik dia untuk tidur bersama, Sam melihat posisi nyaman itu segera tertidur sambil memeluk tubuh mungil Lenka.
20 menit kemudian Lenka merasa tubuhnya berat seakan di timpa sesuatu yang berat, gadis itu melenguh.
Nghh
Lengkuhan Lenka pertanda bahwa dia akan bangun, dia mengerjapkan matanya mencoba meraba apa yang ada di atas tubuhnya.
"Ini apa sih? Badan aku kek ditimpa gorila,"gumam Lenka, tangan halusnya meraba tubuh besar seseorang yang ada di atas nya.
Lenka mulai berover thinking, mana tubuhnya mulai kram alhasil Lenka berteriak hingga membangunkan Samuel yang tertidur dengan damai itu.
Akh..
"Mom! Dad! Luis!!"teriak gadis itu keras masih memejamkan mata nya merasa takut.
Lenka berteriak dengan keras, takut-takut penyusup masuk ke kamar nya, suara yang memekakan telinga itu membangunkan makhluk yang tidur di atasnya.
"Kau berisik sayang!"gumam Samuel berucap namun matanya masih terpejam, tangan kekarnya mengeratkan pelukan pada tubuh sang kekasih.
Bagaimana Lenka tidak terkejut selama ini Samuel tidak berani sama sekali untuk tidur sekasur dengan nya pria itu selalu mengatakan kalau dia harus menjaga prinsip seorang pria, tapi apa sekarang ini?
Merasa tidurnya terganggu Sam segera bangun, namun saat menatap gadisnya itu, Samuel tersenyum kecil menampilkan smirk nya.
"Demi apa pacar ku sangat tampan ketika bangun tidur,"teriak Lenka keras tidak bergerak menatap pria itu.
Lenka yang baru tersadar atas ucapan nya segera menutup mulut dengan kedua telapak tangan nya karena malu.
"Eh maksud ku bukan begitu, jangan kepedean,"ketus Lenka kepada sang kekasih dengan suara gengsi nya gadis itu mengalihkan pandangannya kemanapun asal tidak menatap wajah Samuel.
"Kenapa, hmm,"gumam Samuel dengan suara bariton nya menatap gemas pada Lenka yang gelagapan berhadapan dengannya.
"Kau kenapa tidur di kamar ku Sam, ku kira setan,"gumam Lenka gelagapan sendiri tidak tahu mau ditaruh di mana mukanya ini merasa malu.
"Aku mengkhawatirkan mu, bukan kah aku juga bodyguard pribadi mu, jadi aku sedang menjaga mu,"ucap Samuel mengatakan itu, padahal mah modus doang.
"Bodyguard jaga nya di luar, ini sih nama nya M O D U S tuan morgan!"ucap Lenka dengan mengeja kata modus dan mulai bersedekap dada di depan Sam memasang wajah kesal.
Sam menaikkan sebelas alisnya, bibirnya memperlihatkan smirk andalannya melihat gadis nya yang sangat cerewet dan terus mengoceh itu.
"Jika aku tidak di sini, bagaimana jika penjahat itu lebih dulu menyakitimu, dari pada aku di luar hah,"ucap Samuel kembali bertanya.
"Dasar bilang aja modus, apa susah nya,"gumam Lenka memutar matanya malas.
Sam hanya diam saja tidak lama pria itu berdiri dan pergi begitu saja, tapi saat berdiri dan pergi begitu saja, saat di ambang pintu pria itu berhenti dan memutar badan nya, Sam mengajak Lenka untuk makan dulu karena pria itu tahu pasti Lenka belum makan karena di apartemen ada masalah dan sampai di mansion pun mereka hanya berbincang.
"Sini kurcaci, kekasih mu ini akan memasakan mu makanan enak, kau belum makan kan,"ucap Sam pergi dengan santai nya tanpa mendengar keluhan Lenka.
"Apa? Kurcaci! Sam, aku bukan kurcaci awas kau,"teriak Lenka tidak terima turun dari kasur nya dan berjalan sambil menghentakan kaki nya ke lantai.
"Dan apa-apaan dia? Ini kan mansion keluarga ku, kenapa dia sok lebih berkuasa sih,"ketus Lenka menggerutu sambil mulai berjalan menuju lantai satu letak ruang makan berada.
"Perasaan ini si Sam ngilang mulu dah, teleportasi kah,"gumam Lenka menuruni tangga dan tidak melihat kekasih nya kecuali para pembantu yang mengerubuni dapur.
Sesaat kemudian tercium bau harum makanan yang menyeruak dari dapur pertanda seseorang sedang memasak. Lenka mengayunkan kakinya menuju dapur dan melihat siapa yang memasak.
Ia mengintip dari balik tembok dapur, terlihat tubuh seorang pria dengan memakai apron hitam sedang berkutat dengan alat dapur. Di meja makan sudah tersaji beberapa lauk yang pastinya menggugah selera.
"Tuan sam biarkan kami yang menyelesaikan nya,"ucap salah satu koki yang melihat Samuel memasak.
Belum selesai Sam menjawab Lenka terlebih dahulu menghalangi tangan koki wanita itu untuk menyentuh spatula yang ada di tangan Samuel.
"Jaga batasan mu, ingat jangan sentuh dia satu inchi pun, karena semua tubuh pria ini milik ku, kau tahu?"