SAMUEL

SAMUEL
BAB 63



Drap.. drap..


Langkah kaki seorang pria tampan memasuki sebuah mansion mewah milik william, tampak kemeja putih pria itu sudah sangat berantakan dan satu kancing terbuka, rambut nya yang seperti di jambak seseorang menambah kesan mengoda untuk pria itu.


"Sam, Lenka?"teriak Rere dengan terkejut kepada putri nya yang sudah tertidur nyenyak dalam pelukan Samuel.


"Kau sudah kembali,"ucap Varo menyapa pria itu yang sedang mengangkat tubuh putri nya.


"Ya tuan seperti biasa putri anda menyusahkan ku,"jelas Sam dengan raut wajah kesal nya menatap Lenka yang sudah tertidur nya.


Untung saja Samuel sangat sabar dengan kekasih nya, saking sabar nya Samuel yang di perlakukan dan hampir di lecehkan oleh Lenka di mobil tadi membuat pria itu harus menahan diri terhadap gadis nya.


"Bawa dia ke atas,"ucap Rere mengiring Sam untuk naik ke kamar Lenka.


Samuel pamit kepada varo yang sedang santai itu dan mengikuti langkah mommy Lenka itu menuju lantai dua tempat kamar Lenka berada, pria itu membaringkan pelan tubuh kekasih nya.


Rere menyelimuti tubuh Lenka dan melepas akesesoris yang menghiasi rambut sang putri, Samuel yang masih berdiri itu menatap meja samping kasur Lenka, dia menatap sebuah foto diri nya dengan Lenka saat berada di taman hiburan.


"Dia memajang nya, kata nya agar tidak lupa kalau diri nya sudah memiliki pacar,"senyum Rere mengusap wajah sang anak sambil melirik Samuel yang memegang figuran foto itu.


"Aku saja tidak kepikiran dan hanya memasang nya di ponsel ku,"gumam Sam mengusap foto diri nya yang berwajah datar dan Lenka yang tersenyum manis sambil memeluk lengan nya.


Rere yang fokus nya beralih ke leher Sam seketika kaget bukan main, wanita paruh baya itu berdiri menatap beberapa bercak merah di leher Sam.


"Sam apa kalian?"tanya Rere shock.


"Apa kakak cantik, kau seperti terkejut?"tanya Samuel yang memang tidak tahu kalau leher nya sudah di penuhi tanda kepemilikan Lenka.


"Lihat di kaca,"ujar Rere menuju kaca kamar Lenka.


Pria itu menatap diri nya, leher nya sudah penuh bekas merah, bukan nya marah Sam malah menyingungkan smirk kecil nya.


"Aku tidak menyangka, putri mu seganas ini loh kak,"ejek Samuel yang sebenarnya hanya bercanda itu.


"Apa? Kenapa, apa Lenka memperk*sa mu?"teriak Rere terkejut.


Pftt ayolah kenapa ibu dan anak ini sangat mirip sekali dalam urusan bicara, dan mereka juga sama sama berpikir jauh tentang satu sama lain, harus nya Rere mengkhawatir kan sang putri yang di lec3hkan bukan sebalik nya.


Uhuk.. uhuk..


Samuel terbatuk mendengar penuturan Rere yang aneh di telinga nya.


"Bukan kami tidak sejauh itu, ini hanya karena dia mabuk, mungkin dia tidak sadar, baiklah aku pamit dulu kak,"jelas Samuel kepada wanita itu dan memeluk nya pelan.


Rere menghela nafas nya melihat kepergian Samuel, dia bernafas lega karena Lenka tidak bersifat bar-bar, yakali wanita sangat agresif bukan terdengar sangat klise.


"Hoh kurcaci ku sangat pintar membuat maha karya, apa dia pernah melakukan ini sebelum nya dengan mantan nya itu,"gumam Samuel mengusap leher nya sambil masuk ke dalam mobil.


Mobil milik pria itu keluar dari mansion mewah william, malam yang dingin berganti menjadi pagi hari yang sejuk, suara kicauan burung terdengar jelas lewat jendela kamar Lenka.


Bagaimana tidak, mansion william di penuhi dengan pepohonan dan taman di tengah kota yang padat penduduk itu membuat udara nya sangat segar di pagi hari, Lenka mengerjapkan mata nya berusaha bangun untuk berangkat bekerja.


"Kepala ku pusing, seperti nya aku memang tidak berbakat dalam minum-minum,"gumam Lenka mengetuk kepala nya sendiri.


Dengan langkah gontai Lenka memasuki kamar mandi nya sendiri, gadis itu bersiap dan sudah segar, walaupun rasa mual masih di rasakan akibat pengaruh alkohol.


Drap.. drap..


"Morning semua nya,"teriak Lenka yang paling heboh di saat meja makan sudah di penuhi oleh pria tampan william itu.


Ciri khas Lenka memang selalu berisik ketika menyapa semua orang saat pagi hari, Lukas yang sedang memainkan ponsel nya itu menatap sang adik.


"Adik ku yang cantik, aku bersyukur semenjak kau menjadi dokter, kau sering bangun pagi,"


"Aku tidak membayangkan jika harus membangun kan mu setiap pagi seperti saat kita sekolah dulu,"jelas Lukas mengeleng kepala nya seolah olah sangat sedih.


Gadis itu hanya mendengus kesal dan menarik pipi tampan sang kakak yang berbicara seperti itu, Lenka mengunyah sarapan nya dengan semangat sambil melihat laporan dari perawat tentang pasien nya.


"Lukas sayang, ingat kata mom jaga sikap mu,"jelas Rere yang kembali dari dapur membawa masakan kesukaan sang daddy.


"I know mom,"keluh Lukas kepada sang mommy dengan memasang raut wajah kesal.


"Itu nama nya sih mafia berkedok dosen,"sindir Leon mengunyah makanan nya.


"Jelas, kau tahu mafia itu hanya sebuah kelompok penjual barang-barang ilegal di pasar gelap dunia bawah, jika aku tidak memiliki identitas lain, itu sangat merepotkan, aku benci hal merepotkan,"jelas Lukas menatap tajam Leon.


"Jangan terus bertengkar, lagi pula itu hal bagus untuk Lukas mana tahu dia bisa tobat karena lebih suka mengajar dari pada harus bermain dengan para jal@ng, benar kan?"sindir Lenka menaikan turun alis nya.


Pria itu hanya diam bodo amad dengan tanggapan dan ejekan sang adik, sebenarnya Rere sangat marah saat mengetahui Lukas seperti itu, tapi pria itu selalu berkata mereka bukan gadis per@wan, mereka para j@lang yang bekerja demi uang atas kehendak sendiri, begitulah ucapan Lukas, Rere hanya diam tanpa mau menganggu gugat apa kehendak putra ketiga nya itu.


"Oiya mom, perasaan aku menginap semalam di tempat Gisel kok bisa pulang, di antar Sam yah,"jelas Lenka melirik sang mommy.


"Iya kau di antar, dan apa kau tahu sayang, kau hampir melecehkan Sam,"ujar Rere santai.


Uhuk.. uhuk..


Seketika Lenka yang sedang mengunyah nasi goreng nya tersedak mendengar penuturan sang mommy, ya kali dia segil@ itu.


"Mom jangan bercanda, di mana mana pria,"ketus Lenka ngambek kepada sang mommy yang seolah mengarang cerita.


"Bukan beecanda, tapi mommy melihat bekas di leher Sam, kau sudah dewasa pasti mengerti bukan,"goda sang mommy melirik sang anak.


Saat kedua wanita william itu saling beradu pendapat, para pria william hanya mendiamkan jika tidak mereka lah yang akan kena sembur.


"Indah nya cerita di pagi hari,"gumam Lukas melihat keluarga cemara itu.


Sementara Luis hanya diam dari tadi dan fokus kepada makanan dan sesekali melirik ponsel nya menunggu jadwal dari sekretaris nya.


......................