
“Ini tangkap sayang,”jawab Samuel dari atas pohon mangga melempar nya kepada Lenka.
“Arghh gamau nanti ketimpuk, ini ambilkan,”jawab Lenka kepada bodyguard yang menjaga nya,
“Baik nyonya,”ucap pria itu menjawab Lenka dengan cepat.
Samuel terlihat mengambil apa saja mangga di atas sana tidak tahu besar kecil sudah matang atau masih muda sudah lah akan dia ambil sebanyak nya agar dia bisa kembali ke dalam mansion, karena sunggu ini sangat menyiksa diri nya yang merasa kedinginan.
Apa era Samuel sang mafia sudah habis begitu saja? Entah lah kita juga tidak tahu apakah pria itu akan kembali meniti dan membuat suatu hal yang menarik di kisah nya.
“Sudahkan?”Jawab Samuel.
“Sudah sayang,”jawab Lenka tersenyum senang.
Pria itu akhirnya bernafas lega tapi ya seperti nya Samuel sangat malas untuk turun dari atas pohon itu.
“Sayang aku sedikit malas turun nanti jatuh,”jawab Samuel sedikit memelas.
Dia sampai berpikir apakah diri nya akan tidur saja di atas pohon saat ini, karena mata pria itu sudah sangat mengantuk di tambah suasan dingin di malam hari ini.
“Mommy masa Samuel ga bisa turun kata nya takut licin,”adu Lenka menertawakan sang suami.
“Sayang jangan mengejek ku gendong aku,”Kesal Samuel kepada Lenka yang malah merayu nya itu.
“Haha bercanda sayang, nih gendong sama bodyguard mu, nanti anak kita ketindihan gegara berat badan mu,”jawab Lenka melenggang pergi meinggalkan sang suami.
Samuel yang melihat kepergian sang istri seketika dengan cepat melompat dari atas pohon mangga, ayolah Samuel itu mantan mafia melompat pesat seperti itu adalah hal kecil hanya saja diri nya sedikit malas ketika beraksi.
“Sayang tunggu,”jawab Samuel mengejar sang istri.
“Sini ayo,”jawab Lenka.
Akhirnya mangga yang di ingin kan nyonya Lenka muda terpenuhi, terlihat Samuel menemani sang istri memakan mangga itu di ruang tamu. Pria itu meletakan kepala nya di paha Lenka.
Sedangakan Lenka menikmati maka nya sambil terus menatap drama Thailand yang di putar kan di televisi saat ini. Gadis itu sekai terkekeh menatap film yang di putarkan.
“Ih sayang masa kamu ambil putik nya juga sih, kasihan ini belum besar tahu,”jawab Lenka mengatakan itu menatap mangga yang ada di atas meja masih berukuran kecil dan bocil.
“Sayang?”ucap Lenka yang tidak mendengar jawaban dari Sam.
Gadis itu yang menunggu jawaban dari Samuel tidak kunjung ada sahutan, Lenka yang penasaran melirik sang suami ternyata benar saja suara nafas pria itu sudah sangat teratur menandakan jika pria itu sudah tertidur dengan lelap nya.
“Apa aku terlalu keterlaluan?”gumam Lenka mengusap rambut sang suami yang tertidur itu.
Lenka terlihat mengusap tangan nya dengan tisu basah beberapa kali lalu mengusap pipi Samuel sambil tersenyum, proporsi wajah seorang pria Italia yang sempurna.
Hidung mancung kulit putih tinggi badan serta wajah tampan sehingga banyak yang tergila gila pada Samuel tapi ayolah tidak ada satu pun yang berani mengungkapkan hal itu karena apa? Ya karena Samuel dari dulu bersikap kejam dengan siapa pun yang dia temui.
Sehingga membuat para gadis lebih dulu mundur dari pada menyampaikan perasaan nya, tapi untuk pertama kali nya Lenka membuat diri nya penasaran gadis kecil yang dulu pernah dia gendong malah menjadi istri nya itu terdengar konyol dan gila.
“Benar kata orang takdir tidak ada yang bisa menambak kadang orang yang kau cari malah ada di sekitar mu,”bisik Lenka tersenyum.
Pria itu terlihat tertidur dengan lelap membuat sang istri sang tidak tega bangun, Lenka yang merasa kaki nya sudah keram mau tidak mau membangun kan sang suami.
“Ada apa sayang?”jawab Samuel dengan cepat langsung terduduk.
“Kau mau apa? Mau makan nasi goreng?”jawab Samuel menawarkan hal itu dengan cepat.
Gadis itu terkekeh dan mengeleng dengan cepat atas penawaran sang suami, ya Samuel adalah pria yang melayani dengan sangat baik kurang baik apalagi suami nya ini bukan sungguh sangat sempurna di mata ny.
“Aku mengantuk ingin tidur tapi maaf aku membangun kan mu soal nya kaki nya sakit,”jawab Lenka menunjuk paha nya.
“Benarkah? Astaga maaf kan aku sayang,”jawab Samuel terlihat kaget dan memeluk sang istri seolah menyalurkan perasan bersalah nya.
“Tidak masalah Sam hanya sedikit sakit, apakah sekarang aku bisa ke kamar,”jawab Lenka.
“Tentu ayo,”jawab Samuel menggandeng tangan sang istri.
Belum sempat Lenka berdiri seketika paha nya terasa sakit, Samuel yang melihat sang istri yang meringis kesakitan sedikit panik.
“Arghh sakit paha nya,”jawab Lenka dengan sesekali memijit paha nya itu.
“Maaf kan aku ayo sayang,”jawab Samuel.
Tanpa aba aba apa pun Samuel langsung menarik tangan sang istri ke leher nya dan mengalung kan nya ke leher nya pria itu menggendong Lenka ala bridle style ke dalam pelukan nya.
“Astaga,”jawab Lenka dengan kaget.
“Sesekali kita romantis lagi,”bisik Samuel terkekeh.
Gadis itu yang mendengar bisikan sang suami ikut terkekeh juga, mereka terlihat berjalan menuju kamar yang ada di lantai atas. Samuel terlihat sangat kuat menggendong sang istri.
“Maaf kan aku selalu merepotkan mu sayang,”jawab Lenka dengan nada bersalah nya.
Ya bagaimana dia tidak merasa bersalah kadang dia berpikir permintaan nya selalu timbul tiba tiba dalam waktu yang tidak menentu dan keinginan nya yang selalu aneh dan berubah.
Ya contoh nya saja sekarang bisa bisa nya tadi dia meminta sang suami untuk memanjat pohon di tengah malam yang sunyi ini, untuk diri nya.
Samuel yang mendengar pernyataan sang istri seketika mengigit dengan gemas pipi gadis itu. Membuat Lenka tambah cemberut.
“Untuk apa minta maaf sayang?tentu kau harus meminta sesuatu kepada ku karena aku suami mu,”ucap Samuel.
“Yakali kepada arbian nanti anak ku mirip arbian ga mau,”jawab Samuel mengeleng dengan cepat mengingat apa yang akan terjadi.
Lenka terkekeh mendengar pernyataan sang suami padahal waktu itu dia mengatakan hal itu hanya bercanda ya tidak mungkin hanya dengan seseorang yang menuruti keinginan nya anak nya malah mirip orang itu.
Padahal Lenka membuat anak nya dengan Samuel.
“Terimakasih sudah menerima segala keusilan ku,”jawab Lenka mengatakan itu.
“Hmmm baiklah,”jawab Samuel meletakan sang istri ke atas kasur Karen mereka ingin segera tidur nyenyak malam ini.
“Sayang kau tidak lupakan besok kita juga akan ikut ke desa mommy untuk tinggal beberapa hari di sana, kau yakin ingin ikut nanti pekerjaan mu tertunda,”jawab Lenka.
“Tidak masalah apa pun demi mu aku akan suruh Kevin mengantarkan dokumen lewat email sayang ayo tidur,”