SAMUEL

SAMUEL
BAB 205



“Jangan membuat ku ketawa caroline, cukup kau membuat ku emosi. Jangan sampai aku banyak mengeluarkan kalimat hanya untuk membunuh mu,”tajam Samuel kepada gadis yang di depan nya.


Keadaan caroline masih aman aman saja beda nya saat ini caroline dalam keadaan yang berantakan dengan pakaian kumuh dan rambut yang berantakan akibat jambakan yang di lakukan oleh Jastin barusan.


Lalu mata nya yang memerah akibat tangisan dan serta bengkak, caroline terlihat berusaha menjelaskan sesuatu. Kevin yang melihat reaksi caroline yang tidak seperti biasa nya, gadis itu seperti sedang berkata jujur.


Plak…


“Kalau kata tuan ku diam sebaik nya diam!”titah Jastin dengan keras berteriak kepada caroline.


Suara tamparan yang di berikan Jastin bukan dia lampiaskan kepada pipi gadis itu melainkan kepada kursi yang di pukul dengan sangat kuat agar membuat caroline takut dan terdiam.


“A a a aku serius tolong percaya padaku sam,”ujar caroline dengan suara gugup nya merasa takut akibat ancaman Jastin.


Saat Samuel ingin memerintah terlihat Kevin menepuk pundak sang bong besar. Samuel yang merasakan itu membalikkan wajah nya sambil menaikan satu alis nya merasa heran dengan tatapan Kevin.


Pria itu mendekat lalu berbisik sesuatu ke telinga Samuel yang mana membuat Samuel yang tadi nya terlihat marah besar sedikit mereda.


“Tuan sadam juga masih sedikit menemukan kejanggalan pada pelaku yang kita anggap pelaku ini, coba anda dengarkan dulu pendapat nya,”saran Kevin kepada Samuel.


Insting Kevin tidak akan pernah salah sebagai wakil ketua aeros itu dia sudah lama mengikuti Samuel selama beberapa tahun, pria itu paham betul bagaimana tindakan Samuel yang akan buta arah ketika sudah di liput amarah yang besar.


Huft…


Samuel terlihat menghela nafas nya dengan pelan, dia sudah cukup bersabar kali ini. Dia juga akan mendengarkan pendapat Kevin kali ini juga.


“Katakan sesuatu sesingkat dan sejelas yang ingin kau katakan, jika kau berbohong aku tidak masalah harus melawan kedua orang tua mu dan mengantar kan mayat mu pada mereka.”jawab Samuel dengan tajam.


Glek..


Caroline menelan saliva nya dengan kasar dia kali ini harus berkata jujur bukan hanya asal asalan saja tapi memang apa adanya. Gadis itu berusaha membenarkan duduk nya.


“Sam aku berkata jujur aku tidak tahu menahu soal tragedi penembakan yang kau bilang, dan soal aku ingin merencanakan sesuatu untuk mu dan Lenka memang benar tapi semua itu aku batalkan setelah orang tua ku tahu tindakan tidak bermartabat itu.”


“Mereka mengatakan masih banyak pria lain yang bisa aku coba cintai bukan hanya diri mu, aku membatalkan semua rencana busuk itu demi orang tua ku Sam. Aku mengikhlaskan kau dengan Lenka,”


“Hari ini aku akan balik ke Italia. Dan aku berkata sejujur jujur nya aku tidak melakukan penembakan hanya demi merebut suami orang!”teriak caroline dengan keras dan sura bergetar.


“Sebaik nya lantang kan suara mu nona,”ucap Jastin tersenyum kecil mengejek gadis itu.


Caroline sangat ketakutan saat ini dia ingin sekali menangis dengan kencang dan berteriak minta tolong tapi apa lah daya nya dia pernah mengenal Samuel dan mendengar kisah kelam sang teman itu.


Samuel tidak akan mendengarkan teriakan kesedihan dan ketakutan nya sama sekali jika dia tidak ingin berkata kata. Kalau salah ya akan tetap salah, tapi kali ini caroline berkata seperti ini karena dia menuntun keadilan atas diri nya sendiri.


“Aku berkata sejujur nya Samuel Morgan percayalah hiks hiks, jangan bunuh aku.”teriak caroline dengan suara lantang dan serak akibat berbicara panjang lebar.


“Jangan membuat ku tertawa.”ucap Samuel dengan pelan dan dingin.


Kalimat yang di lontarkan Samuel bernada pelan dan dingin itu membuat caroline tertohok bagaimana dia lepas dari jerat iblis yang akan mengantarkan diri nya ke neraka saat ini juga padahal dia sudah berkata dengan semesti nya.


Brak…


Samuel terlihat mendorong kursi yang dia duduki dengan kasar, dia mendekat kepada caroline pria itu dapat melihat wajah ketakutan dari caroline dari dekat.


“Jika kau ingin selamat jangan membuat lelucon karena gara gara kau istri ku hampir jatuh sekarat dan mencelakai anak anak ku siaalan.”bisik Samuel dengan pelan.


“Tolong percaya kepada ku, lepaskan aku Sam! Aku berkata sejujur nya, coba katakan apa yang membuat kalian menuduh ku, katakan! Kalian tentu ada buktikan!”teriak caroline melihat semua orang di ruang ekseskusi dengan teriakan nyaring nya.


Gadis itu memberontak seolah ingin lepas dari kursi sambil berlinang air mata berteriak seolah berkata dengan jujur, Kevin yang melihat itu mengambil sebuah lembaran foto yang di berikan sadam barusan.


“Ini yang kau mau wakil,”bisik sadam kepada kevin.


Ya saat suasana sedang di penuhi emosi dan tegang tegang nya itu Kevin menyuruh dan mengkode sadam untuk mengambil bukti, Kevin terlihat melangkah kan kaki lebar nya mendekat kepada Samuel dan caroline.


“Tuan,”ucap Kevin memberikan sebuah selembaran foto kepada Samuel.


Pria itu yang paham akan maksud Kevin langsung mengambil foto itu dan memperlihatkan nya ke depan wajah caroline, gadis itu menaikan satu alis nya dengan heran.


“Hei bodoh ini kau bukan? Jangan berkilah lagi,”jawab Samuel dengan tajam.


“Ini memang aku, apa hubungan nya foto ku dengan bukti pria ini Sam.”ucap caroline butuh penjelasan.


Haha…


Suara tawa mengelar di ruangan itu Samuel berusaha mengontrol emosi nya agar tidak memukul caroline karena dia ingat pesan Kevin. Sam terlihat mundur dan kembali duduk di kursi yang sudah di benarkan letak nya oleh arbian itu.


“Silahkan tuan,”ucap arbian.


“Katakan Kevin. Aku susah berbicara dengan manusia berotak udang,”ujar Samuel.


Kevin mengangguk pria itu mendekat kepada caroline dan mengetuk lembaran foto itu menunjuk pria yang ada di sana.


“Nona pria ini, dia yang menembak nona Lenka istri dari tuan ku yaitu Samuel Morgan. Kami sudah mencek cctv kau terlihat keluar dari mall dan memberikan uang kepada mereka dengan banyak, kami sudah mencari informasi mereka,”


“Kedua orang ini hanya orang preman biasa yang di lilit hutang banyak dan salah satu nya ada di foto yang keberadaan nya ada diri mu nona caroline,”


Ucap Kevin mengakhiri kalimat nya. Sekarang caroline paham. Samuel tersenyum mengejek seolah membuat wanita itu kalah telak.


“Lalu bagaimana penjelasan selanjut nya? Apa kau masih mau berkilah,”