SAMUEL

SAMUEL
BAB 72



Drap.. drap..


Langkah kaki seorang gadis cantik memakai jas dokter menyusuri lorong lantai dua RS itu, sesekali Lenka memberikan senyum kepada pasien nya yang sedang dia cek dan kontrol di ruangan mereka masing-masing.


"Selamat siang,"sapa Lenka masuk ke dalam ruangan pasien bertuliskan 34 itu.


"Selamat siang dok,"senyum wanita paruh baya yang sedang terbaring itu.


"Setelah saya cek kondisi anda semakin membaik, jangan menyerah dan terus semangat, saya di sini akan selalu mengawasi kesehatan anda yah nyonya,"tegas Lenka kepada wanita paruh baya itu.


"Baik dok, terimakasih,"senyum tulus wanita itu.


Lenka keluar dari ruangan pasien itu, seperti nya itu pasien terakhir hari ini dan juga seperti nya dia tidak memiliki jadwal apa-apa lagi setelah ini, Lenka yang ingin keluar RS itu singgah ke meja resepsionis.


"Dokter Lenka,"sapa salah satu perawat wanita di sana.


"Iyah kak, ada apa ini, siang-siang ngumpul di sini, jangan bilang kalian ngegosip,"ucap Lenka sambil tertawa mengejek.


"Bukan Erika bilang dia akan menikah dok, jadi dia memberikan undangan nya,"jelas wanita yang menjadi resepsionis itu.


"Iya dokter Lenka datang juga yah sama pacar nya yang tampan itu, ini,"ucap perawat yang bernama Erika itu.


Undangan yang bertuliskan nama sepasang insan adam dan hawa itu tampak terukir indah, Lenka yang melihat undangan pernikahan itu seketika mengingat setiap kali Sam selalu mengajak nya menikah.


"Apa kalian sebelum nya pacaran?"tanya Lenka dengan penasaran.


"Ya kami pacaran dan sudah cukup lama, aku rasa kami sudah siap menikah, soalnya pacar ku sering meminta kita cepat menikah,"


"Gimana yah dok pria kalau sering di tolak takut nya cari wanita lain,"ujar Erika tertawa.


"A a ap?"gumam Lenka menatap undangan itu, sedangkan diri nya hanya bisa ikut tertawa canggung.


Gadis itu pamit karena dia memilih pulang lebib cepat kali ini, perkataan perawat itu terngiang di otak Lenka, sebelumnya dia menolak Sam bukan karena dia belum mencintai pria itu, tapi Sam tidak ada romantis nya sama sekali hingga akhirnya seorang anak kecil berlari menubruk kaki Lenka.


Bruk..


"Hei kamu tidak apa-apa?"tanya Lenka membantu gadis kecil itu berdiri sambil mengusap debu yang menempel di baju nya.


Anak kecil itu hanya memberikan cengegesan manis nya sambil terus menatap Lenka, dia menyodorkan satu tangkai bunga mawar merah kepada Lenka.


"Untuk ku?"tanya Lenka kembali.


Lagi-lagi anak kecil itu tersenyum dan mengangguk, lalu berlari menuju ibu nya yang juga tersenyum ke arah Lenka, mood Lenka yang buruk sekarang jauh lebih baik, saat dia mencoba menghirup wangi mawar itu tiba-tiba ada sebuah surat kecil yang menempel di batang nya.


Jika kau berkenan, mari ikut permainan ini, nona Lenka bisakah anda berjalan beberapa langkah dari ujung cafe di depan anda.


"Apa ini?"gumam Lenka heran dan bingung.


Sedangkan saat Lenka tengah bergumam dan mengaruk tengkuk nya beberapa orang sedang mengawasi Lenka dari atas gedung dengan senjata panjang dan meneropong nya jauh.


"Lapor, target akan menuju tempat kedua,"ucap salah satu pemegang kendali dari atas gedung.


"Beberapa langkah dari sini?"gumam Lenka.


Aneh untuk kedua kali nya anek kecil yang berbeda memberikan bunga mawar kepada Lenka, dan untuk kedua kali nya ada kertas yang menempel di sana, bukan hanya anak kecil pemberi pesan itu saja, tapi orang-orang yang melewati Lenka mereka memberikan satu tangkai bunga mawar, sehingga bunga mawar itu tidak terhitung banyak nya lagi.


Terakhir berjalan lah lima langkah dari kiri tempat mu berdiri dan putar badan mu 90 derajat menatap ke atas.


"Apa ini jebakan? Apa aku sedang di buru,"pikiran kalut itu membuat Lenka bergumam dan merasa takut.


"Target sudah menyampai tempat, pastikan posisi aman dan terkendali,"lapor seseorang menekan earphone yang terhubung.


Akhirnya mau tidak mau Lenka mendongkak kan kepala nya ke atas dan mengikuti intruksi, mata nya seketika kaget melihat papan iklan yang paling besar di pusat ibu kota itu menampilkan foto nya yang candid dari berbagai sisi.


"Itu aku?"gumam Lenka menyingungkan senyum nya.


Lenka memutar badan nya mencari sosok seseorang yang Lenka tebak siapa yang telah memberikan nya kejutan ini, tapi perhatian nya teralihkan karena suara keras dari gambar foto Lenka berganti dengan wajah seorang pria tampan memakai jas hitam.


"Lenka perhatikan pandangan mu, kau melihat ku?"tanya seseorang di dalam vidio itu.


Tanpa menjawab gadis itu mengangguk merasa lucu melihat tingkah pria yang canggung di depan kamera itu, Samuel tampak berkata demi kata.


"Selamat ulang tahun yang ke-20 tahun, kau tahu aku sangat tidak pintar merayu atau melakukan hal romantis seperti yang kau bilang, jadi sekarang apa kau mau menikahi ku?"tanya pria itu tersenyum.


Papan iklan itu berhenti menjadi kata-kata Will you marry me? Dan berganti dengan foto-foto kebersamaan Lenka dan Samuel, semua orang yang ramai berlalu lalang tampak bertepuk tangan dengan heboh.


"Target sudah melihat vidio nya,"ucap Arbian yang dari tadi memantau agar keamaanaan tetap terjaga di lingkungan itu.


Ternyata yang mengawasi dari atas gedung dengan senjata adalah anggota Arbian, karena Sam sudah merencanakan semua nya ini dua hari yang lalu semenjak pertemuan nya dengan Lenka terakhir kali.


Gadis itu tampak menerima ucapan selamat ulang tahun dan mengatakan kalau dia harus menerima pria yang tulus dari para pejalan kaki atau pun yang sengaja melihat Lenka dan berhenti.


Bunga mawar yang Lenka pegang semua nya terjatuh, saat Samuel datang senyum yang jarang di tampilkan pria itu, Sam berjalan membawa cake kecil lalu lilin yang menyala.


"Sam,"lirih gadis itu tersenyum manis.


"Tunggu, jika kau meniup lilin ini berarti kau menerima lamaran ku dan kita akan menikah secepat nya, jika kau menolak jangan tiup,"gumam Sam.


"Baiklah tutup mata mu,"balas Lenka.


Pria itu tampak menutup mata nya di saksikan nya banyak orang, dengan senyum getir Lenka menepuk bahu sang kekasih pelan.


"Kau sudah boleh membuka mata mu,"gumam Lenka.


"Lagi?"tanya Sam.


......................


HALO UNTUK CERITA INI AKAN DI HILANGKAN BEBERAPA BAB TENTANG KISAH GISEL MAUPUN AGALISTA KARENA HANYA BERFOKUS PADA SAMUEL DAN LENKA SAJA YA SEKIAN;)