SAMUEL

SAMUEL
BAB 28



Drap.. drap..


Derap langkah kedua pasangan yang berjalan beriringan berlari menerobos hujan, suasana yang sangat dingin, dan gandengan tangan mereka yang tidak lepas, tidak lupa sang gadis di berikan jas pria nya untuk menutupi gadis nya dari lebat nya hujan.


Tidak, ini bukan syuting drama seperti yang di lihat banyak orang tapi ini memang ada nya, Samuel dan Lenka menerobos hujan menuju apartemen mereka, saat pria itu bisa menelpon Kevin dan meminta nya mengantarkan pulang.


"Aish baju ku basah semua, ini sangat dingin,"ucap Lenka memeluk Samuel dengan kuat tanpa malu dan gengsi.


Pria itu yang berdiri bersama Lenka di lobi tersenyum, dan mengusap kepala gadis nya yang sedang memeluk diri nya nya itu, Samuel melihat diri nya dan diri Lenka sudah basah total.


"Ayo ke atas sebelum kau sakit,"ucap Samuel mengandeng tangan Lenka menuju lift.


Mereka naik lift dan sampai di lantai tempat apartemen mereka di tempati, Samuel mengecup kening Lenka sebelum mereka masuk masing-masing ke apartemen, tunggu tapi apa ini, Lenka mencari kunci card apartemen nya di dalam tas, dan di mana tas nya astaga.


"Sam!!"teriak Lenka melihat Samuel yang akan masuk ke dalam apartemen.


Pria itu membalikan badan nya dan mengangkat satu alis nya melihat wajah panik sang gadis, balutan jas nya masih melekat di tubuh mungil Lenka.


"Ada apa?"tanya Samuel bingung.


"Kunci apartemen, ponsel, dompet, semuanya Aku meninggalkan tas ku di ruangan ku, bagaimana ini,"ucap Lenka panik tidak bisa meminta bantuan siapa pun.


"Yasudah, kau tinggal saja di apartemen ku,"ujar Samuel santai mengatakan nya.


"Tinggal satu rumah dengan mu,"gumam Lenka yang menatap Samuel dengan perasaan tidak karuan nya.


Deg.. deg..


Jantung gadis itu berdetak, pipi nya jadi memanas membayangkan hal gil@ di otak nya, padahal sang pacar tidak berpikiran sejauh itu, Samuel dan Lenka memang sering di satu ruangan yang sama, tapi mereka tidak pernah tidur di ruangan yang sama sampai semalaman.


Because, setiap sekali ada masalah Samuel yang setelah menjaga Lenka di apartemen nya, Dia pasti kembali ke apartemen nya dan tidur, dan pagi nya Dia baru kembali untuk membuat sarapan.


"Bagaimana? Sekarang masih hujan, mobil ku tinggal di restoran, apa kau ingin tiduran di luar sini,"ucap Samuel dengan wajah datar nya.


"Kau tega kepada pacar mu,"ketus Lenka kesal mengatakan nya dengan raut wajah cemberut.


"Masuk,"ucap Samuel kepada gadis nya itu.


Mereka akhirnya masuk ke dalam apartemen Samuel, karena memang tidak ada pilihan lain nya lagi, Lenka berdiri di ruang tv itu dengan berdiri canggung melirik Samuel yang akan masuk ke kamar nya.


"Jas ku,"ucap Samuel berbalik badan dan meminta jas nya karena itu memang sangat basah dan terus meneteskan air.


Lenka memberikan jas itu, dengan tangan bergetar karena dingin, tanpa Lenka sadari mata Samuel mengarah kepada baju Lenka yang menggunakan kemeja putih itu, dengan wajah memerah Samuel membuang muka nya.


'Si@l, tinggal satu tempat dengan gadis memang tidak aman,' batin Samuel mengusap wajah nya.


Bagian tubuh nya seketika mengeras melihat baju Lenka yang tembus karena air hujan, memperlihatkan d@laman, Lenka yang tidak sadar dan melihat Samuel pria itu membuang, muka, Lenka hanya menatap bingung dan heran.


Bruk..


Pria itu melempar kembali jas nya tepat mengenai wajah dan tubuh Lenka tertutup total, membuat Lenka kaget.


"Sam!"teriak Lenka tidak suka.


"Tutupi tubuh mu, atau jangan salahkan Aku jika menerkam mu di sini,"gumam Samuel masuk ke dalam kamar mandi terlebih dahulu.


Gadis itu mendengus kesal, tidak mengerti ucapan Samuel Dia memilih ikut masuk ke kamar untuk mencari handuk untuk mengelap tubuh nya yang basah, sementara itu Samuel masih di kamar mandi.


"Junior si@lan kau tahu mana selera mu ya,"umpat Samuel mengumpati milik nya sendiri dengan kesal.


"Ukuran nya lumayan,"seringai Samuel.


"B0doh, apa yang Aku pikirkan,"ucap Samuel memarahi diri nya kembali.


Lenka yang mendengar suara gerutuan dari kamar mandi tidak terlalu jelas, dan hanya memasang raut wajah heran nya.


Lama gadis itu menunggu karena Dia ingin segera berendam dengan air panas, gadis itu mengigil karena ulah pacar nya yang lama di kamar mandi.


Cklek..


"Kau lama Sam, Aku kedin-"ucapan Lenka terpotong karena melihat Samuel yang hanya memakai handuk sepinggang memperlihatkan dada bidang nya.


Glek..


Gadis itu menelan ludah nya kasar, untuk kedua kali nya Dia berada dalam satu kamar dengan seorang pria dalam kondisi seperti itu dan orang yang sama bersama nya adalah Samuel.


'Ini seperti seorang istri menunggu suami nya, tunggu? Kyaa Lenka gil@ kau mesum,' batin Lenka berteriak membuang wajah nya.


Samuel yang melihat arah mata Lenka bermain kesana kesini tanpa mau melihat nya membuat pria itu tersenyum miring, karena itu sangat lucu bagi nya.


"Mandilah, Aku sudah menyiapkan air hangat untuk mu,"ucap Samuel kepada gadis itu.


Lenka mengangguk tanpa mau menjawab sama sekali pertanyaan Samuel, Dia melengang masuk ke dalam kamar mandi, Lenka memegang wajah nya yang memerah karena malu.


Samuel yang baru tersadar kalau di kamar mandi kehabisan handuk, pria itu lupa, karena Lenka baru masuk Dia berpikir Lenka akan di sana.


Brak..


"Sayang, ini handuk mu,"ucap Samuel membuka pintu.


Mata mereka saling beradu pandang, Samuel dengan posisi memegang handle pintu dengan satu tangan dan satu tangan nya mengarahkan handuk ke dalam kamar mandi, sedangkan Lenka dalam posisi bersiap membuka kemeja nya, dan punggung mulus nya sudah terlihat di mata Samuel, adegan itu terjadi seakan akan slowmotion di otak mereka, hingga akhirnya.


"Kyaaa Samuel! Kau mesum,"teriak Lenka melempar semua barang dan alat mandi di kamar mandi.


Gadis itu sontak kembali menurunkan kemeja nya agar tidak terus di tatap Samuel yang malah tersenyum menyeringai mengoda.


"Hei sudah,"ucap Samuel menahan tangan Lenka.


"Kau mesum, dasar pria mesum, pria tua, Aku tidak suka, otak kotor,"semua kata-kata itu terus keluar dari mulut Lenka.


Cup..


Samuel mengecup bibir gadis nya sekilas, membuat Lenka terdiam, Samuel tersenyum miring.


"Kau memang hanya diam, jika Aku mencium mu, apa kau senang?"goda Samuel.


Lenka tersadar Dia mengusap bibir nya dengan tangan nya ketus, gadis itu berkacak pinggang di depan Samuel yang masih memakai handuk.


"Sebaiknya jaga mata mu Tuan Morgan, dasar mesum,"ujar Lenka yang tidak puas mengerutu.


"Jadi? Apa kau mau Aku bertanggung jawab karena melihat punggung mulus dan ini,"goda Samuel.


"Ayo menikah, Aku bertanggung jawab,"ucap Samuel santai.


Lenka yang mendengar itu seketika melongo dengan wajah heran.


"Hah?"