
Entah Agalista yang linglung dan tidak terlalu fokus saat Ace dan Andrew membawa nya masuk ke dalam mobil bersama dia hanya bisa mengangguk dan menerima saran, tidak butuh waktu lama id perjalanan mereka sampai di sebuah gedung mewah.
"Lah kok tempat sembunyi bagus sih?"tanya Agalista bingung.
"Cepat Aga tidak ada waktu lagi ayo, jangan melamun nanti kau di kejar pria itu,"ucap Ace membuat Agalista hanya mengangguk karena pamit atas perkataan Ace.
Dengan langkah cepat Agalista di antar Ace dan Andrew di depan sebuah pintu ruangan, Ace berkata Aga bisa bersembunyi sementara waktu di sana.
Cklek...
"Aku masuk dulu yah, terimakasih bantuan nya teman-teman,"jawab Agalista senang.
Kedua teman Aga hanya mengangguk, lalu Ace yang melihat Aga sudah menutup pintu itu seketika memasang raut wajah takut di depan Andrew.
"Sayang bagaimana jika Aga tahu jika kita memboodohi nya, dia pasti akan menghabisi kita,"ucap Ace mengengam tangan pacar nya itu ketakutan.
"Jangan memikirkan nya kita mendapatkan uang, ini demi bayi kita sayang,"ujar Andrew menenangkan sang kekasih.
Kedua orang itu akhirnya melangkah kan kaki mereka pergi dari sana, sedangkan Agalista yang sudah menutup pintu pelan seketika memutar wajah nya cepat dan hal pertama yang dia lihat adalah Kevin yang melipat kedua tangan nya di dada.
"Hah Kevin!"teriak Agalista panik berusaha mengetuk pintu agar di buka dari luar untuk kabur.
*Bruk.. bruk..
"Ace! Andrew! Di sini ada Kevin! Tolong aku,"teriak Agalista*.
Agalista mengetuk pintu itu kuat, dia melirik Kevin yang selangkah demi selangkah mendekati nya, Aga sangat panik hingga akhirnya sebuah tangan kekar merangkul pinggang ramping nya.
"Berteriak sekeras mu nona, karena teman mu sendiri yang membawa mu kesini, hah demi uang,"tawa Kevin mengejek.
"Apa maksud mu?"tanya Agalista dengan kesal memutar wajah nya menatap Kevin.
"Aku memberi mereka uang lalu mereka memberi mu, jadi itu setimpal seolah mereka menjual teman mereka sendiri bukan?"tawa Kevin dengan sinis.
Seketika raut wajah Aga memerah pandam dan marah, ingin sekali dia mencari kedua sahabar nya itu dan memukul wajah mereka mengigit atau mengikat mereka di pohon yang tinggi bergantungan.
"Ace! Andrew! Kalian siaalan!"teriak Agalista frustasi.
Sedangkan yang di teriaki hanya bisa mengosok belakang leher mereka merasa merinding beberapa saat lalu pergi ke luar gedung dengan wajah ceria dan bahagia memegang cek dengan nilai yang fantastis.
"Jadi mari kita menikah,"santai Kevin melepas rangkulan pada pinggang Aga.
"Ta tapi bukan kah acara kita di rumah di luar nya saja?"tanya Aga panik melihat yang mereka tempati adalah hotel Alferoz yang mewah.
"Itu kemarin, tapi gara-gara kau kabur aku harus mengganti tempat karena ulah mu sayang, nakal,"bisik Kevin.
Gadis itu hanya memasang wajah jijik ketika Kevin mengatakan itu, hingga akhirnya pria itu menjetikan tangan nya lalu para maid keluar dengan banyak nya.
"Kalian cepat siapkan gadis ini, karena acara akan di mulai hal paling penting dia sempurna!"jelas Kevin berlalu pergi dari hadapan Aga santai.
Seketika Aga yang mendengar itu berteriak dan mengeleng kepada Kevin, dia sudah merencanakan nya dari semalam agar diri nya tidak menjadi menikah tapi apa ini, malah berjalan semesti nya dan malah tambah mewah?
"Mari Nona silahkan,"ucap para maid.
Para maid mendekat dan menarik tangan Agalista ke kamar mandi, mereka tidak peduli dengan Agalista yang memberontak karena perintah Kevin adalah yang paling utama.
Tapi akhirnya gadis itu tetap di seret ke kamar mandi dan di dadani sedangkan yang di teriaki hanya tersenyum kecil dan mengeleng, Kevin keluar berkumpul di ruangan khusus para keluarga dan teman dekat itu.
"Bagaimana Kev?"tanya Daddy Aga.
"Aman kok dad, jangan cemas. Kami akan menikah,"jawab Kevin santai kepada ayah mertua nya.
"Wah asik aku akan dapat bunga saat acara lempar buket bunga,"teriak Lenka bertepuk tangan.
"Lenka jangan!"teriak Gisel kepada sahabat nya.
"Jangan kenapa Gisel?"tanya Lenka kembali.
"Kata nya kalau lempar itu buat yang belum nikah, emang Lenka mau nikah lagi dong ya?"tanya Gisel polos.
"Benarkah? Lenka tidak tahu sama sekali loh, begitu ternyata yah,"angguk Lenka yang baru paham.
Kedua orang itu berbicara dengan polos membuat para suami hanya bisa mengeleng dan tertawa kecil, tidak menyangka mereka malah seperti mengurus adik kecil.
Tidak lama setelah Agalista di make up kan, tanpa sadar akhirnya Aga tetap memakai gaun pengantin itu. Dengan wajah cemberut di depan wajah rias dia akan tetap menikah.
Entah apa yang di lakukan Kevin hingga gadis itu tetap tertangkap dan tidak bisa lolos dari nya, suara pintu terbuka dari luar terdengar jelas.
Cklek...
"Aga!!"teriak kedua gadis dengan antusias berlari dan memeluk Aga yang cantik.
"Aga kau sangat cantik dan dewasa,"puji Lenka.
"Iya Aga, kak Kevin sangat beruntung,"angguk Gisel menyetujui perkataan gadis itu.
"Gadis gadis ku seperti nya aku akan menjadi seorang istri seperti kalian, hah kenapa nasib kita sama,"galau Aga memegang kepala nya yang terasa sakit.
Kedua gadis itu hanya terkekeh melihat keluhan Aga yang terdengar bercanda di telinga mereka padahal itu mah asli nya, begitu pun dengan yang lain nya akhirnya acar segera di mulai.
Aga terlihat takjub, Kevin yang mengatakan hanya akan ada sedikit tamu undang tapi ternyata tamu itu malah banyak, dan ada beberapa dari mereka orang penting.
"Gilaaa udah kayak yang nikah anak presiden aja padahal mah anak mafia,"ucap Aga takjub.
Papa Aga yang berdiri di samping sang anak terkekeh melihat reaksi Aga yang seperti itu, dan ini semua adalah hasil persiapan Kevin semua nya.
Akhirnya dengan langkah perlahan acara di mulai lantunan janji pernikahan sudah di lolos kan kedua mulut dua orang itu, semua orang bertepuk tangan.
"Cantik banget yah kak Aga,"bisik Alisa yang mewakili keluarga Arnolda untuk datang.
Sebenarnya tidak masalah jika tidak datang, terlebih hanya karena hubungan ikatan pekerjaan Arnolda saja dan tidak ada yang lain nya, semua orang bertepuk tangan meriah.
" 1 2 3"
Buket bunga di lemparkan oleh Aga yang tidak bersemangat, Arbian yang sedang memakan makanan berkuah nya seketika kaget bunga itu malah tepat jatuh di piring nya membuat semua orang tertawa.
"Wah Aga bangsaat aku lagi makan oy!"teriak Arbian.
"Pftt haha Kevin lihat bawahan mu, kok bisa sih? Kebetulan banget,"