SAMUEL

SAMUEL
BAB 110



Tok... tok...


Sebuah ketukan terdengar di mansion mewah milik keluarga Morgan itu, Samuel yang mendengar itu membuka pintu rumah mereka melihat siapa tamu yang datang.


"Bos,"ucap pria itu menyapa Sam yang sedang memegang kaleng minuman bersoda.


"Apa kau menyelesaikan urusan mu hingga kau ingin melaporkan nya langsung,"ucap Samuel berjalan menuju sofa rumah mereka.


Mansion yang di buat saat pertama kali Samuel menjadikan Lenka pacar nya, gadis itu tidak tahu sama sekali kalau Sam membuat mansion untuk mereka terlebih gadis itu memang dahulu tidak serius dengan Samuel yang memaksa nya menikah.


"Istana yang bagus bos,"ucap Arbian mengalihkan pembicaraan.


"Jangan mengalihkan pertanyaan ku, apa kau mau aku lempar ke segitiga bermuda,"ujar Samuel kepada anak buah nya itu.


Glek..


'Sebelum kau mengantar ku, kau juga akan mati bos,' batin Arbian menelan saliva nya kasar.


Pria itu terlihat mengaruk belakang kepala nya dengan kasar dan risau, lalu menatap Sam yang menatap ntmya datar, Arbian memberikan senyum cengegesan nya. Hingga akhirnya sebuah kaleng minuman yang di pegang Sam tadi tepat mengarah ke kepala Arbian.


Bruk...


"Aku tahu kau sangat sibuk dengan para j@lang mu, tapi jangan lalaikan tugas mu Bian!"tegas Samuel kepada ketua divisi pengejar itu.


Bagaikan sebuah peramal Samuel sudah mengerti arti senyum Arbian yang belum menyelesaikan tugas nya, pria itu memegang kepala nya meringis kesakitan.


"Tidak bos, aku sibuk mmm, apa yah,"ucap pria itu memikirkan alasan nya.


"Apa kah aku harus mencekik mu di sini?"ketus Samuel yang berusaha menahan emosi nya.


Di aeros Arbian memang jadi salah satu anggota yang bernasalah, membuat kekacauan dan lambat tapi dia dalam bekerja sangat baik jika sudah serius maka dari itu Sam mempetahankan nya.


Lenka yang sudah memasak menata masakan di meja mendengar suara suami nya yang sedang marah-marah, Lenka menghampiri sofa ruangan tempat suami nya itu.


Penampilan gadis itu jika di rumah hanya memakai dress selutut dan rambut yang di sanggul menambah kesan dewasa dari istri Sam itu, Lenka menatap Arbian yang memasang wajah ketakutan.


"Kakak ipar wah kau cantik sekali jika memakai dress,"ucap Arbian yang malah memuji Lenka yang baru datang.


Bukan nya mencari cara agar emosi sang bos padam, pria itu malah tambah membuat Samuel kesal mendengar pujian yang di lontarkan untuk istri nya.


"Bos kakak ipar sangat sexy walaupun umur nya masih muda pantas saja kau menyukai nya, apa aku harus mencari wanita muda juga?"ucap Arbian yang malah tertawa keras itu.


"Terimakasih Bian, seperti nya kau akan mendapat bogeman,"ucap Lenka tertawa kecil kepada Arbian.


Pria itu yang tidak memikirkan segala kemungkinan hanya bisa bingung, hingga sebuah pukulan melayang tepat di wajah tampan nya.


Bugh...


"Sstt bos ini kdrt!"ucap Arbian berakting sedih yang tersungkur di lantai itu, tapi jujur saja pukulan big bos nya itu tanpa perasaan membuat dia merasa kesakitan.


"Jangan berpikir aneh melihat istri ku Bian, pakai saja j@lang mu itu,"


"Kapan terakhir kali aku memukul mu, setelah itu apa yang aku lakukan?"tanya Samuel dengan tangan mengepal.


Itu kejadian memalukan seumur hidup nya, wanita itu yang mengetahui Arbian seperti itu tidak mau lagi di bayar atau pun bertemu Arbian.


Glek...


Untuk kedua kali nya pria itu menelan saliva nya kasar, tenggorokan nya terasa kering karena mengingat kejadian itu, Arbian cengegesan.


"Jangan bos tubuh ku ini memiliki nilai pandang yang tinggi, beri seminggu bos aku menyelesaikan nya, aku pamit!"teriak Arbian keluar dari mansion sang bos.


"Besok, atau tidak aku akan melakukan nya,"ancam Sam.


Pria itu hanya mengangguk dan pergi, Lenka yang melihat itu seketika tertawa melihat Arbian yang ketakutan entah apa yang pernah di lakukan Samuel kepada nya, Lenka juga tidak tahu.


"Ahaha By, dia seperti kucing kecil ketakutan,"tawa Lenka mengejek pria itu yang menjauh.


"Sayang,"rengek Sam mendekat kepada Lenka yang berdiri di sebalik sofa tempat dia duduk.


Lenka menaikan satu alis nya, pria itu memeluk pinggang Lenka erat dan menjatuhkan kepala nya di leher Lenka.


"Kau dengar, kau terlalu cantik, aku jadi takut kau keluar rumah,"rengek Sam kepada istri nya.


"Ayolah pakaian ku biasa saja, aku juga keluar tidak seperti ini, cantik ku kan hanya untuk suami ku,"jawab Lenka senang mengoda pria itu.


"Benarkah?"tanya Samuel.


Gadis itu mengangguk dan mengusap rambut Samuel yang menjadi kebiasaan nya pria itu seperti anak kecil yang membutuhkan banyak asupan kasih sayang, Lenka tidak risih sama sekali karena dia menyukai suami nya bagaimana pun dia.


Mengingat kata menyukai mereka memang saling menyukai itu sudah terlihat jelas, tapi Sam tidak pernah mengatakan jika dia mencintai Lenka saat melamar pun pria itu tidak mengatakan perasaan nya.


"By apa kau mencintai ku?"tanya Lenka yang penasaran.


"Kenapa kau bertanya aneh, kita sudah menikah dan kau baru menanyakan nya sayang,"jawab Sam melepaskan pelukan nya dan mengusap pipi Lenka pelan.


"Habis nya kau tidak mengatakan kau mencintai ku, kita pacaran karena kau memaksa ku lalu kita menikah kau melamar ku tapi tidak mengatakan kau mencintai ku,"


"Apa perasaan mu saat kita pertama kali bertemu sudah berubah, apa sekarang kau benar-benar mencintai ku?"tanya Lenka beruntun.


Samuel hanya diam dia mengendong tubuh istri nya ala bridle style membuat Lenka kaget, tubuh gadis itu di jatuh kan ke kasur perlahan oleh Samuel, pria itu mulai mengusap pipi Lenka.


"Aku lebih suka bertindak dari pada berucap,"bisik Sam dengan suara bariton nya.


Gadis itu mengedipkan mata nya lucu, benar dia juga tahu Sam lebih memperlihat kan kasih sayang dengan cara melakukan banyak tindakan untuk Lenka, pria itu mulai melepaskan kancing dress Lenka dan merem@s buah dada sang istri membuat Lenka tersadar.


"Sam apa yang kau lakukan, ini masih siang, kita belum makan,"


"Aku sudah memasak nanti masakan nya dingin,"ucap Lenka mendorong tubuh suami nya.


"Aku akan membuktikan nya, mari kita hasilkan penerus morgan, karena itu bukti cinta kita berdua,"seringai Samuel yang sudah tidak terkontrol.


Yah dan akhirnya dalam waktu lama Rere dan Varo seperti nya sudah akan mendapatkan cucu.