
Setelah kejadian itu akhirnya Gisel melanjutkan acara memasak nya dengan bayangan Sadam yang tadi kadang masih terbayang sesekali dalam benak nya. Setelah selesai masak akhirnya Gisel dan mama Sadam menata meja makan untuk mereka bertiga makan bersama-sama.
Sadam yang sudah tidak bisa melanjutkan tidurnya akhirnya memutuskan untuk mandi dan bergabung makan malam bersama dengan mamanya dan bocah yang tadi melihatnya. Di sela-sela acara makan Gisel sesekali melirik Sadam yang juga meliriknya tajam, membuat gadis itu gugup dan ketakutan.
"Untuk apa kamu kesini?"tanya Sadam kepada Gisel yang sedang makan.
Untuk pertama kalinya pria itu memulai percakapan dan juga untuk pertama kalinya pria itu memanggil Giselndengan kata kamu biasanya pria itu lebih kaku memanggil dengan kata Anda saya. Belum sempat Gisel menjawab Mama Sadam terlebih dahulu memotong pembicaraan Gisel.
"Sadam kenapa kamu kesal pada Gisel, yang mengajak dia kesini itu Mama,"ujar Mama Sadam memarahi Putra nya itu.
Pria itu hanya mendengus kesal mendengar jawaban dari mamanya, Entah kenapa Sadam merasa kalau Gisel itu terus mengikuti nya kemanapun dia pergi.
"Dengarkan Aku bocah,"
"Aku baik kepadamu itu bukan berarti aku suka padamu, aku membantumu malam itu karena aku kasihan kepadamu."
"Kau memang cantik tapi kau bukan tipeku, Kau sangat sangat jauh dari tipe ku, body mu saja rata siapa yang akan mau dengan mu,"ucap Sadam mengakhiri kalimatnya lalu meyendokan nasi ke mulutnya.
'Apa-apaan pria ini apa dia merasa dia yang paling tampan di dunia ini aku tahu aku ini hanya gadis cupu aku pernah menyukainya tapi sepertinya aku akan mencoret dia dari daftar orang yang aku sukai dasar pria kejam,'batin Gisel memegang sendoknya dengan penuh amarah.
Pria itu mengakhiri makan nyabdengan minum air lalu bersiap pergi dari meja makan meninggalkan kedua wanita itu, Adelia yang tidak terima atas penghinaan anaknya kepada Gisel langsung ingin angkat bicara. Tapi saat memasak dan ingin bicara seseorang terlebih dahulu mengebrak meja dengan keras lalu berkata.
Bruk...
"Tuan Sadam tolong jaga bicara Anda, apa anda merasa menjadi pria paling tampan di bumi ini?"
"Aku memang gadis jelek dan Cupu Aku juga pernah menyukaimu, tapi sepertinya pikiran itu harus aku buang jauh-jauh karena menyukai pria kasar sepertimu bukanlah tipeku, dasar pria kaku!"teriak Gisel mengakhiri kalimatnya.
Sadam yang tadinya berdiri ingin menuju kamarnya seketika berhenti melangkah ketika mendengar perkataan Gisel, pria itu sontak membalikkan badannya dengan wajah kesal Saddam ingin kembali menjawab perkataan gadis itu.
"Apa kau bilang Coba katakan sekali lagi bocah,"geram Sadam kepada Gisel yang berani mengatai nya itu.
"Oh ya dan satu lagi tadi kau bilang apa Aku ini bukan termasuk tipe mu begitu, tentu kau tidak harus memasukkan aku dalam kriteria tipe mu karena pria tua sepertimu hanya cocok dengan wanita yang juga seumuran dengan mu. Wanita muda sepertiku tidak mungkin juga mengencani mu,"jawab Gisel dengan Sombong nya.
Perempatan sikut muncul di kening Sadam pria itu sekarang benar-benar kesal dengan gadis kecil yang berada di depannya bisa-bisanya dia menghina dirinya yang lebih tua, pria itu mendekat kepada Gisel lalu mempersingkat jarak di antara mereka dan pria itu menatap tajam mata Gisel yang dekat dengannya.
Saat kedua orang itu sedang bertengkar tiba-tiba sebuah tangan datang menarik telinga kedua orang itu.
Gyut...
"Arghh mama sakit!"
"Tante ampun,"
Ujar kedua orang itu menatap Adelia yang menarik telinga mereka. Kedua orang itu memohon untuk melepaskan tarikan pada mereka sambil merengek.
"Kalian ini berdua enak-enak bertengkar ya padahal dari tadi Mama di sini berdiri melihat kalian apa kalian tidak menghargai Mama di sini hah?!"ucap Adelia dengan tegasnya kepada kedua orang itu.
"Lah enak aja kan kakak yang duluan mulai ngatain aku, dasar pikun emang udah tua,"kata si Gisel kepada sadam.
Kedua orang itu kembali adu bacot, membuat mama Sadam yang tadi sudah mulai diam sekarang ingin marah kembali dengan carq menambah tarikan di telinga mereka.
"Kalian ini! Baikan!"teriak Mama Sadam kepada kedua orang itu.
Sadam dan Gisel saling menatap satu sama lain Mereka mendengus kesal lalu dengan wajah malas mereka mengatakan perkataan maaf dengan tidak ikhlas.
"Maafkan Aku kak,"
"Maaf,"
Ucapk dua orang itu serempak dengan wajah yang masam. Sepertinya kedua orang itu sama-sama mulai tidak menyukai satu sama lain.
"Nah gitu dong anak pintar,"Puji Adelia sambil melepaskan tarikan pada telinga kedua orang itu.
Setelah pertengkaran itu akhirnya Gisel berbincang berdua saja dengan mama Sadam dengan asiknya sedangkan Sadam berada di ruang tv sambil sesekali melihat kedua wanita itu dengan asyiknya berbicara.
"Mama kenapa sih undang itu bocah kesini kebiasaan,"ketus Sadam yang sesekali melirik Gisel yang tengah tersenyum berbincang dengan Adelia.
Lama perbincangan kedua wanita itu hingga hari pun semakin larut Gisel pamit untuk pulang kepada Mama Sadam. Sebenernya tadinya Gisel ingin menginap kalau Sadam memang tidak ada di rumah tapi karena Sadam ada di rumah bisa memutuskan untuk pulang saja tidak jadi menemani wanita paruh baya tersebut.
"Sadam anterin Gisel pulang ya,"kata mama Sadam berteriak dari depan rumah.
Saddam yang sedang asyik nonton TV ketika mendengus kesal padahal ini adalah hari liburnya yang sangat jarang didapatkan tapi karena Gisel ada di rumah dia jadi direpotkan oleh bocah itu.
Pria itu melangkahkan kakinya keluar rumah dan langsung mengeluarkan mobil nya untuk mengantar Gisel pulang, Gadis itu pamit kepada Mama Adelia.
"Gisel besok main ke sini lagi ya temenin Mama,"bujuk Adelia dengan wajah berbinar berharap Gisel akan menerimanya.
Gadis itu hanya mengangguk canggung Sebenarnya dia sangat ingin lama-lama bersama mama Sadam tapi karena ada yang membuatnya kesal membuat Gadis itu malas.
"Lain kali jangan ke sini kau menyusahkanku kau tahu,"ketus Sadam yang menunggu Gisel menyelesaikan perkataanya.
"Sadam jaga bicaramu, Gisel ini kan tamu Mama kenapa kamu yang Ketus,"ucap Mama Sadam memarahi putranya.
Dia itu hanya pasrah dan akhirnya mereka menyelesaikan pembicaraannya mobil membelah jalanan ibukota menuju rumah Gisel yang pernah dia kunjungi sekali. Tidak ada percakapan sama sekali di atas mobil Gisel hanya fokus dengan ponselnya sedangkan Saddam hanya fokus dengan setir mobilnya.
Tidak lama kemudian akhirnya mobil Sadam sampai di depan perumahan mewah milik Gisel, gadis itu tanpa pamit langsung turun dari mobil saat datang dengan wajah kesalnya.
"Bocah sombong setidaknya terima kasih,"ketus Sadam dari dalam mobil.
Pria itu melihat Gisel yang berlari kecil menuju seorang pria yang sedang berdiri di depan rumahnya itu pria itu terlihat mengusap rambut Giselndengan senyumannya begitupun dengan Gisel yang memberikan Senyum manisnya.
"Ternyata si culun juga punya pacar,"