SAMUEL

SAMUEL
BAB 131



Flasback on


Malam itu Agalista berhasil keluar dari rumah nya gadis itu mengira dia telah lolos dari penjara itu, tapi tanpa dia sadari Kevin membiarkan gadis itu untuk pergi dan menikmati waktu kabur nya.


Dengan langkah yang penuh irama Aga bersiul menyeret koper nya menuju perumahan yang di huni sahabat nya, dengan senang hati tanpa peduli jika sahabat nya itu terganggu Aga mengetuk pintu itu kuat.


Bugh... bugh...


"Ace buka lah pintu nya sayang, honey di sini!"teriak Aga kepada wanita penghuni rumah.


Sedangkan wanita yang sedang melakukan sesuatu itu seketika melongo mendengar teriakan Aga dari luar rumah nya, pria yang ada di bawah nya begitu pun juga.


"Ace apa itu Aga? Untuk apa dia datang malam-malam begini,"ucap lelaki itu mendengus kesal.


"Sayang kita lanjutkan nanti, dia itu juga sahabat mu, kau tahu jika kita tidak membuka kan pintu dia ak--,"


Belum sempat Ace menyelesaikan kalimat nya dengan kesal Aga sudah mendobrak pintu itu kuat jangan lupakan kalau Aga belajar bela diri karena ayah nya yang mantan mafia.


Brak...


Pintu terbuka dengan kuat dari luar, dengan santai Aga menatap kedua orang yang saling menyatu itu, seketika Ace dan Andrew terkejut dan menutup tubuh mereka.


"Aga!!"teriak Andrew kesal.


"Yo, eh maaf kalian sedang main yah,"ucap Agalista cengegesan melewati sofa tempat kedua sahabat nya itu sedang mengadu nasib.


Agalista tidak mempedulikan itu dan melewati kedua orang itu, dia memilih menuju lemari es karena kerongkongan nya butuh air dingin karena perjalanan nya yang membuat nya lelah.


Gluk.. gluk...


Aga meneguk minuman itu dengan cepat, sedangkan kedua sahabat nya itu lari terbirit birit menuju kamar untuk memakai pakaian mereka, Aga duduk santai sambil menyalakan televisi. Suara seorang pria terdengar oleh Aga.


"Untuk apa kesini Aga, kau menganggu,"ketus Andrew.


"Wah kau menolak ku, harus kah aku meminta uang saat kau dan Ace keluar negeri berliburan memakai kartu ku lalu menghabiskan nya, hmm aku rasa itu lumayan mahal dari pada rumah ini,"balas Agalista lebih ketus kepada sahabat nya.


"Sudahlah Andrew, biarkan Aga di sini,"ucap Ace yang baru keluar.


"Nah benar dengarkan itu, pakai otak kalian, harus nya kalian malu punya hutang dengan ku, menjil@t sekalian agar aku tidak meminta ganti rugi,"ucap Aga tidak kalah ketus.


"Ayolah kita sahabat, uang sahabat uang ku juga benar kan sayang,"ujar Andrew.


Ace hanya mengeleng melirik Andrew, wanita itu mengerti seperti nya Aga sedang tidak baik-baik saja karena mood Aga walaupun dia kesal kepada mereka, Aga tidak pernah membahas hal seperti tadi.


"Baiklah aku mengalah, kau menang,"ucap Andrew pasrah menghela nafas duduk di samping Ace.


Mereka hanya terdiam setelah mengatakan itu, Agalista terus fokus dengan totonan nya hingga akhirnya kalimat lolos dari mulut nya membuat kedua teman nya melongo.


"Aku menikah besok, tapi aku kabur. Jadi kalian bantu aku menyembunyikan diri ku dari dunia luar oke?"ucap Agalista santai.


Brak...


Seketika Andrew mengebrak meja nya kuat membuat Ace dan Aga kaget menatap pria itu sambil mengelus dada mereka.


"Siaal kenapa kau kabur? Jika kau menikah kau tidak akan merepotkan kami lagi kan,"dengus Andrew.


"APA KATAMU!"teriak Aga tidak terima.


Seketika Andrew baru sadar dengan perkataan nya pria itu menutup mulut nya cepat takut Agalista akan bermain kekerasan di depan nya dan istri nya, pria itu cengegesan dan mengaruk belakang kepala nya.


"Ti ti tidak maksud ku, kasihan yah kau, kami akan menyembunyikan mu hehe,"ucap Andrew kepada Agalista.


Pasangan itu hanya bisa saling melirik dan akhirnya menghela nafas, Agalista adalah oramg yang rusuh mereka yakin tidak akan mendapatkan waktu berdua jika ada Aga. Sewaktu Andrew ketahuan confess saja Aga lah yang paling heboh.


"Bro, aku tidur di kamar dulu, kalian lanjutkan hal tadi saja di sofa, tolong bereskan koper ku,"ucap Agalista menepuk bahu Andrew.


"Aga ap--,"


Suttt..


Agalista mengeleng meletakan jari telunjuk nya di atas bibir nya gadis itu menyeringai, lalu mengelus perut sahabat nya yang masih belum membulat.


"Jangan melawan, sewa kamar itu tidak semahal hutang kalian honey, bye,"ucap Agalista tanpa belas kasihan.


Pria itu hanya bisa memasang raut wajah kecewa, sedangkan Ace istri nya hanya bisa pasrah. Lagi pula itu juga kesalahan mereka yang menikmati liburan dan membeli brand luar dengan uang Agalista padahal itu uang hasil kerja model nya.


Yah walaupun seperti itu Aga sama sekali tidak marah karena dia masih ingin bersahabat dengan kedua orang itu, akhirnya malam pun di lewati dengan Agalista yang tertidur.


Pukul 09.45


Drt.. drt...


Telpon milik Andrew bermbunyi keras membuat pria itu yang sedang nyenyak tidur di sofa bersama istri nya mendengus kesal, dengan kasar Andrew mengambil ponsel nya.


"ANJIING MASIH PAGI OI!"teriak Andrew emosi.


"Dengan tuan Andrew?"tanya seorang itu tidak menyauti pria itu.


"Ada apa, iya aku,"ketus Andrew.


Pria itu berusaha menormalkan penglihatan nya karena baru bangun dari tidur nya, dengan kesal Andrew bangkit dari tidur.


"Saya utusan tuan Kevin, sudah di depan rumah anda. Suruh dia masuk mobil, karena acara pernikahan akan segera di mulai,"ucap pria itu seolah memerintah.


"Enak saja main suruh orang, ogah lu aja yang kesini yah. Nanti gua di cekik sama Aga gara-gara maksa tu cewe,"ketus Andrew.


"1 juta dollar,"ucap pria itu santai.


"Maksudnya?"tanya Andrew mulai pelan.


"Jika anda bisa membawa nona Aga ke pernikahan,"jawab pria itu mematikan ponsel.


Ace yang juga menguping dari tadi seketika melebarkan mulut nya kaget mendengar perkataan itu, mereka bisa saja membayar uang Aga kembali. Dengan senang Andre bepikir.


"Sayang bagaimana ini? Aku tidak tahu cara nya, tapi tawaran nya sangat lumayan hanya untuk mengantar Aga,"jawab Andrew ragu.


"Maafkan aku honey, tapi seperti nya kau harus menikah. Aku tahu cara nya sayang, sini,"bisik Ace meberitahu rencana yang ingin dia lakukan.


Seketika kedua orang itu menyepakati nya, mereka mulai beraksi dengan masuk kamar tempat Aga tertidur pulas dan nyenyak.


"Aga bangun Aga! Aga!"teriak Ace dengan wajah panik.


"Hah apa? Apa?"ucap Aga yang linglung baru bangun tidur.


"Kau tahu Aga? Tadi ada utusan calon suami mu kemari menawari kami uang tapi kami menolak, mereka memaksa masuk rumah dan mereka akan mengatakan akan kembali menjemput mu, sebaik nya kau pergi Aga ayo,"ucap Ace panik menarik tangan Aga.


"Tapi aku harus lari kemana Ace?"tanya Aga.


"Aku tahu tempat nya, ayo ikut,"


Flasback off