
Brak.. brak..
Terdengar suara hempasan barang barang milik Lukas di dalam sebuah kamar di salah satu di rumah itu, pria itu membuang segala barang nya dan bersiap menjatuh kan badan nya ke kasur.
“Saat nya tidur pagi,”jawab Lukas dengan santai nya menjatuh kan badan nya di kasur.
Brak..
Tanpa Lukas sadari seketika pria itu menjatuh kan diri nya terlalu kuat membuat kasur itu berbunyi dengan keras Lukas yang mendengar itu seketika kaget dan langsung berdiri lagi.
“Hah kok gitu sih kasur ga empuk,”keluh Lukas mengatakan itu.
Lukas yang merasa heran seketika keluar kamar dan mencari posisi di mana mommy dan daddy nya berada pria itu menuju dapur yang terlihat di sana ada Lenka dan rere yang sedang mengobrol.
“Mommy masa kasur Lukas rasa nya seperti itu kamar Lenka kasur nya empuk saja seperti yang di mansion,”keluh Lukas mengatakan itu.
Rere yang tengah asik menyiapkan bahan masakan itu bersama Lenka seketika memutar wajah nya mencari sumber suara yang dia dengar barusan, rere yang mendengar keluhan sang anak seketika mengeleng dengan heran.
“Lukas kau harus bersyukur dulu saja mommy tidur di tempat yang sama dengan mu, kasur di kamar yang itu belum di ganti oleh daddy mu tidur di sana dulu,”jawab rere mengatakan itu.
“Ya sudah telpon keenan sekarang dan suruh mereka menganti nya,”jawab Lukas mengatakan itu.
“Lukas dengar kan mommy nanti juga kau sendiri tinggal di rumah ini kau bisa pindah pindah kamar,”jawab rere kepada sang anak.
Ayolah pria itu sudah berumur 21 tahun tapi sikap manja nya kepada kedua orang tua nya masih saja belum hilang di rasakan oleh rere, terlihat wanita paruh baya itu mengeleng dan melanjutkan masakan nya bersama Lenka.
“Oke fine,”jawab Lukas yang merasa di abaikan dan pergi kembali ke kamar nya.
Drap… drap..
Langkah kaki pria itu terdengar jelas di pendengaran rere wanita paruh baya itu menatap sang anak terkekeh merasa puas mengerjai Lukas, sedang kan Lenka hanya bisa melirik sang mommy yang terkekeh sambil terus melanjut kan menyiapkan masakan nya.
“Mom kasihan Lukas,”jawab Lenka dengan pelan setengah berbisik agar tidak di dengar Lukas jika rere memang sengaja melakukan hal itu kepada nya.
“Tidak masalah sayang agar dia sadar sedikit jangan memikir kan nya, apa kau ingin makan sesuatu? Mommy akan memasak an nya untuk kalian,”jawab Lenka mengusap perut sang anak.
Lenka yang merasa elusan sang mommy pada perut nya membuat gadis itu merasa tenang dan terkekeh atas hal itu, Lenka terlihat meletakan pisau nya lalu duduk di kursi di dapur itu sambil berpikir.
“Umm mom mau bakso,”jawab Lenka dengan suara kecil.
Rere yang tadi nya terdiam seketika tersenyum mendengar permintaan sang anak hari yang menujukan pukul 2 siang saat ini membuat rere sangat pas mengajak Lenka berjalan jalan keluar.
“Ayo makan bakso di tempat langganan mommy dahulu, pas ngidam saja dulu mengandung kalian makan bakso mang ucup ini sangat enak,”jawab rere dengan heboh kepada sang anak.
Lenka yang mendengar itu terlihat sangat antusias juga mendengar satu persatu cerita mommy nya yang sangat menarik menurut nya.
“Benarkah? Mom aku ingin makan bakso di sana bersama mommy yah, oiya aku sangat suka di sini juga mom aku merasakan mommy versi muda di sini walaupun mommy sekarang masih sangat awet muda,”
Samuel yang tadi nya sedang berada di ruang tamu dengan varo ingin ke dapur untuk mengambil kopi dia yang mendengar percakapan itu bersama varo yang datang seketika mengetuk pelan jidat istri nya.
Tuk…
“Dasar bodoh tentu kau mirip mommy mu sayang,”kekeh Samuel mendengar itu.
“Ya saking mirip nya pas kau beranjak remaja kami sangat bahagia, aku sampai melihat rere ketika saat kami bertemu lagi. Sekarang juga mommy masih mirip dengan mu walaupun sekarang di versi yang lebih dewasa dan tegas,”jawab varo mengecup kening sang istri.
Rere yang mendengar pujian sang suami tersenyum terkekeh dia awal nya juga sangat takjub melihat Lenka yang mirip dengan versi muda nya. Tapi hal itu membuat rere yakin jika dia memang memiliki gen kuat walaupun pas mereka kecil sering di katai mirip varo semua tanpa satu pun.
“Terimakasih aku dan Lenka memang sangat cantik bukan,”jawab rere terkekeh.
“Ya kakak cantik memang selalu seperti itu,”jawab Samuel.
“Sam kau sekarang menantu ku,”jawab varo memotong panggilan Samuel.
“Oiya lupa dan ini istri kecil ku hahah,”jawab Samuel memeluk sang istri.
Sedangkan Lenka yang mendengar perkataan itu seketika hanya memasang wajah kesal bisa bisa nya Samuel lupa ya padahal pria itu hanya bercanda sedikit bernostalgia dengan panggilan lama nya kepada rere istri sang majikan yang menajdi mertua nya.
“Kalian memang sangat cerewet,”
Ya rere dan Lenka ketika bercerita berdua pasti sudah seperti seorang teman saja mereka sangat akrab dan antusias satu sama lain walaupun beda generasi saat ini.
“Oiya mas mau apa?”tanya rere dengan heran.
“Kopi kami sedang main catur di depan,”jawab varo.
“Baiklah kami berdua akan membuat nya,”jawab rere.
Terlihat kedua pria itu melenggang pergi ke depan dan melanjut kan permainan mainan mereka, terlihat kedua wanita itu sedang membuat kopi untuk suami mereka masing masing.
“Mom apa daddy dan Sam memang seakrab itu?”tanya Lenka dengan heran.
“Tentu kau melihat nya bukan sebulum kau ada mereka sudah di ikat satu sama lain oleh pekerjaan, tapi di sini daddy mu lebih menganggap Sam sebagai adik nya dan menjaga nya dengan baik,”
“Ah mommy sangat ingat saat itu ketika Samuel datang dan memeluk meminta baby yang belum lahir ini menjadi istri nya ya walaupun waktu itu mommy tidak meng usg agar menjadi kejutan, dan memang salah satu kalian adalah seorang perempuan dan itu kau,”
“Kalian hanya sering bertemu ketika kau kecil dan belum mengingat semua nya, karena Samuel minta di pindah kan ke Italia di mana markas nya di sana,”
“Kau lebih tahu bukan jika Samuel mengingat Italia sebagai kenangan terburuk yang tidak bisa dia tinggal kan,”gumam rere mengingat segala cerita kehidupan Samuel yang pahit yang sama dengan diri nya.
“Aku tahu dan dari itu aku ada untuk menjadi kan kenangan buruk itu di ganti kan dengan kenangan indah di kehidupan ku bersama nya,”