
"Bagaimana dok?"tanya Rere melihat dokter yang selesai memeriksa keadaan Lenka.
"Nona muda baik-baik saja nyonya, keadaan vital nya sudah normal, jadi hanya butuh beberapa hari pemulihan,"jelas dokter pamit mundur diri.
Semua orang tampak tersenyum melihat Lenka yang sudah sadar, tapi beda nya gadis itu banyak termenung menatap lurus ke depan, Lenka yang banyak bicara sekarang hanya menjawab dengan senyuman dan anggukan.
"Syukurlah kau baik-baik saja,"ucap Varo memeluk sang putri.
Pria itu memang selalu tenang dalam keadaan apapun tapi jika sudah seperti ini keadaan bahagia dan bersyukur tidak dapat terbendung dari benak nya, Lenka menerima pelukan itu pelan.
"Lenka aku membawakan bunga mawar kesukaan mu,"jelas Agalista meletakan bunga itu.
"Terimakasih Aga,"ucap Lenka tersenyum manis.
Semua orang tampak mengobrol santai, hingga akhirnya ada dua orang yang mengunjungi Lenka, dua pria yang tidak di undang masuk ke dalam ruangan VIP yang besar itu jadi muat banyak orang yah.
"Kakak ipar kau baik-baik saja?"tanya Arbian heboh.
"Iyah, terimakasih atas kunjungan,"senyum Lenka.
"Kakak ipar tentang bos Sam maafkan aku kak!"teriak Arbian membuat semua orang seketika kaget.
Apa-apaan ini pria itu baru datang dan sudah membuat kekacauan, Luis yang mendengar itu seketika kaget, pria itu mendekat dan mencengkram kuat kerah baju Arbian.
"Jangan bahas pria itu si@lan!"teriak Luis.
Arbian tentu bingung apa yang terjadi, tapi mereka lebih bingung lagi ketika Lenka yang melihat kedua pria itu bertengkar lalu bertanya.
"Kalian kenapa bertengkar? Dan siapa Sam?"tanya Lenka berutunan kepada Arbian.
Pernyataan itu sontak membuat semua orang kaget, Agalista yang mendengar itu tampak tidak percaya atas apa yang di katakan Lenka, wanita itu berdiri dan memeluk Lenka.
"Lenka kau boleh membenci dia, tapi apa kau mau melupakan Sam, jangan pura-pura b0doh,"bujuk Aga.
"Ck siapa yang b0doh, dan siapa Sam? Lalu kenapa aku bisa terbaring sakit begini mom, perasaaan aku terakhir kali bekerja di rumah sakit masih baik-baik saja,"ujar gadis itu dengan nada kesal nya.
Lenka kembali dengan kepribadian nya sebelum bertemu Samuel, sering berbicara ketus dan mengaju kan pendapat nya secara jujur tanpa mau mendengar perkataan orang lain.
"Lenka jangan bercanda,"tanya Lukas kepada sang adik.
"Kalian ini kenapa sih aneh banget,"jelas Lenka heran.
Mereka semua saling menatap, Varo menyuruh semua orang keluar ruangan meninggalkan Rere bersama Lenka, lalu dokter masuk untuk memeriksa, dengan secara pribadi dokter memberitahu keadaan Lenka di luar ruangan setelah di periksa.
"Cukup saya jelaskan singkat bahwa nona mengalami amnesia, dan tidak mungkin penderita amnesia tidak bisa mengingat seseorang yang pernah sangat dekat dengannya. Namun, seringnya aspek yang sulit diingat pada penderita amnesia tidaklah tunggal (tidak hanya lupa pada 1 orang saja), melainkan lebih kompleks dari itu."
"Amnesia ini terjadi ketika bagian di otak yang penting dalam memproses ingatan terganganggu,"
"Tapi pada kasus nona muda dia hanya lupa pada satu orang khusus yang ada, kasus pada nona Lenka juga di bilang TGA yaitu pengidap mengalami ilang ingatan pada kejadian tertentu yang membuat nya trauma,"jelas dokter kepada semua orang yang ada di sana.
"Jadi berapa lama dia bisa mengingat kejadian itu dok, tentang orang yang dia lupakan,"tanya Varo.
"Itu tergantung dari kondisi pasien sendiri, beberapa hal bisa memicu mengingat ingatan nya secara perlahan tuan, tapi jangan terlalu memaksakan,"ucap dokter itu mengakhiri kalimat nya.
"Luis minta pelayan membuang semua barang yang menyangkut Sam di mansion,"tegas Varo.
"Dad tapi,"lirih Luis menyela perkataan pria itu.
Varo tampak mengeleng, ini adalah satu-satu nya cara, sebaiknya mereka menunda Lenka mengingat Samuel sampai Lenka benar-benar pulih atau tidak gadis itu akan mengalami depresi yang parah.
"Sudah Luis, cuman itu keputusan terbaik saat ini,"ucap Leon kepada sang kakak.
Sungguh tidak ada yang mampu angkat bicara tentang keputusan Varo semua orang tampak tidak berdaya karena keputusan itu, sedangkan Lenka saat ini tengah berbincang dengan mommy nya.
"Mom kotak apa itu?"tanya Lenka melihat sebuah kotak yang ada di atas meja samping kasur nya.
"Ini?"gumam Rere menatap kotak cincin itu.
Lenka tampak mengangguk dia mengambil kotak itu dan melihat sepasang cincin yang bersih ada di sana, Lenka menaikan satu alis nya.
"Kayak cincin tunangan aja malah sepasang, punya mommy kan ini,"ucap Lenka menunjuk jari Rere yang di hiasi cincin pernikahan nya dengan Varo.
Rere tidak dapat menjawab dia hanya tersenyum getir, apakah ini yang terbaik untuk Lenka atau keputusan mereka malah akan berakibat buruk bagi sang putri, tidak ada yang tahu selagi waktu terus berjalan ke depan.
"Ini punya kamu nanti kalau mau nikah, pakai ini aja,"ucap Rere.
"Gamau ah, Lenka kan baru umur 20 masa udah nikah cepat, mom tahu kan si Raider dia aja selingkuhin Lenka, amit-amit semua cowok paling gitu,"ketus Lenka curhat kepada sang mommy.
Hah bayangkan saja gadis itu melewatkan kisah nya dengan Samuel, dia seolah melompat ke masa lalu dan mengindari kisah nya bersama Sam.
'Segitu nya kau menyayangi Sam, sampai hal yang paling kau takuti hilang begitu saja sayang?' batin Rere.
Begitulah keadaan Lenka, setelah keadaan Lenka baik-baik saja dan dua hari setelah itu, Lenka yang bosan di rumah sakit berusaha membujuk keluarga nya agar rawat di rumah saja, karena dia sangat malas terus berbaring dan berada di RS terus menerus walaupun dia seorang dokter.
Siang hari di taman mansion william Lenka tengah melalukan terapi dengan dokter pembimbing nya sambil di temani oleh Lukas yang terus menatap sang adik.
"Lukas ga kerja?"tanya Lenka.
"Tidak,"jawab pria itu singkat.
'Semenjak hari itu aku takut akan melepaskan tangan mu untuk kedua kali nya,' batin Lukas.
Beberapa puluh menit Lenka melakukan terapi dia akhirnya selesai gadis itu duduk di kursi taman bersama Lukas, dia meminum minuman yang di berikan sang kakak.
"Kenapa semua orang kayak nya aneh Lukas? Mereka kayak perlakuin Enka, seperti punya penyakit mematikan, apa Enka punya kanker ganas terus bentar lagi mati?"tanya Lenka dengan wajah lucu nya.
Lukas tampak tertawa dia mengacak surai panjang Lenka lalu berjalan terlebih dahulu menjauh dari kursi taman, Lukas memutar badan nya merentangkan tangan seolah berkata ayo berpelukan, Lenka tersenyum dan ingin berjalan ke pelukan sang kakak, tapi pandangan Lukas berubah menjadi siluet seseorang yang berbeda.
Suara yang dapat Lenka dengar, tapi dengan wajah yang samar-samar, di dalam otak nya dia berlari memeluk seseorang dengan wajah kesal Lenka bertanya kepada orang itu kemana dia pergi, pria itu menjawab Texas, ingatan itu buram, Lenka memegang kepala nya.
"Kevin? Tidak siapa di samping Kevin,"gumam Lenka memegang kepala nya.
"Lenka kenapa?"