SAMUEL

SAMUEL
BAB 171



“Lah mommy dan daddy kok ga jadi pergi?”tanya Lenka yang masih di pelukan sang kakak.


Ya Lenka yang tertidur itu seketika membuka mata nya ketika mendengar suara sang mommy, membuat Rere seketika mengeleng melihat tingkah anak bungsu nya itu.


Wanita paruh baya itu menurunkan jari nya seolah memerintah kan Lukas untuk menurunkan anak perempuan nya itu untuk duduk di sofa bersama nya, Lukas dengan taat mengikuti kemauan sang mommy.


“Terimakasih Lukas,”senyum Lenka yang manis menatap sang kakak yang menurunkan nya.


Sedangkan Lukas hanya bisa meringis melihat senyum manis sang adik bisa bisa nya Lenka tersenyum seperti itu saat nyawa nya di ujung tanduk.


‘Nona kecil William satu ini sangat membuat ku selalu berada di jurang kematian, senyum mu bukan membuat ku bahagia Lenka!’ Batin Lukas meringis ketakutan menatap sang mommy yang masih tenang mendengar penuturan sang anak bungsu.


Wanita paruh baya itu tampak mengelus rambut sang putri dengan pelan, sedangkan Lenka tampak mencari sesuatu kanan dan kiri.


“Boneka ku mana? Ketinggalan kah!”rengek Lenka mulai menangis tidak menemukan boneka yang dia bawa pergi bersama nya.


“Di sini nona, jangan menangis tuan Sam akan mendengar tangisan mu dan terbang dengan pesawat tempur hanya untuk menangkap ku.”ucap Jastin memberikan boneka itu kepada nyonya bos nya.


Lenka tersenyum layak nya anak kecil menerima boneka yang di beri Jastin itu kepada nya.


“Terimakasih Jastin, kau boleh pergi sana hus.”ucap Lenka melambaikan tangan nya.


Sedangkan Jastin yang mendengar usiran halus itu hanya bisa tersenyum kecut kepada nyonya Samuel itu.


‘Apakah ini yang nama nya habis manis sepah di buang? Oh ayolah begini begini aku calon ceo perusahaan juga tapi aku lebih memilih jadi bawahan karena bosan dengan berkas gila itu,’ batin Jastin mundur perlahan dan keluar dari mansion.


Sedangkan Lenka yang tampak bahagia memeluk boneka nya itu, pandangan rere yang penuh cinta itu seketika menatap Lukas yang menatap nya dengan mata yang memohon.


“Hmm mommy tidak jadi pergi dengan daddy, itu karena mendengar karena kau akan menemui Lukas sayang. LUKAS WILLIAM!”ucap rere menekan nama Lukas di akhir kalimat nya.


Glek…


Ayolah nada itu nada yang sangat dia kenal ketika sang mommy mendidik mereka dengan keras dan adil ya bukan istilah nya dengan keras maksud nya kasar tapi lebih ke tegas dan tidak mau lagi Lukas mengulangi nya.


“Mommmmmmm please jangan ituuu,”ucap Lukas merengek mengatakan itu.


“Nope, Lenka sayang coba katakan kepada mommy siapa gadis Lukas tersebut,”ucap rere berkata dengan lembut kepada sang putri.


Lenka yang tadi nya tidak peduli dengan obrolan itu seketika menjawab sang mommy dengan tatapan membara dan penuh amarah serta semangat yang menggebu gebu, bagaimana tidak Lenka saja di buat kesal oleh gadis itu.


“Mom ja lang itu tidak bertata krama sama sekali, Ups aku lupa ya nama nya ja lang tentu tidak punya tata krama ya inti nya dia sok bilang calon nya Lukas. Mommy dan daddy pasti tidak menyetujui kalau itu pun terjadi bukan. Sungguh gila memang mereka berdua mom aku tidak mengira Lukas begitu,”ucap Lenka memeluk sang mommy dengan wajah bersedih.


“Lukas! Apa kau tega berbuat jorok dan memberikan contoh tidak baik itu, Lenka sangat memperdayai mu bukan.”ucap varo kepada sang anak.


Lukas tampak terdiam menunduk merasa bersalah ayolah bagaimana pun Lukas menunduk merasa bersalah bukan karena tidak akan mengulangi perbuatan nya lagi, tapi dia lebih berpikir bagaimana cara nya dia kabur dari hukuman orang tua nya. Hukuman apa yang akan dia terima kali ini.


“Maaf semua nya, aku akan melakukan hukum seperti biasa nya kan mom baik aku tidak malu,”ucap Lukas kepada sang mommy.


Saat Lukas ingin melangkah kan kaki nya rere tampak memanggil sang anak dan mengeleng menatap putra nya itu.


“Bukan itu Lukas dengar kan daddy mu,”ucap rere berkata pelan.


“Lalu apa,”ucap lukas mulai sedikit kesal.


Ayolah dia tidak bisa meninggikan suara nya kepada keluarga nya sendiri karena bukan nya dia tidak bisa tapi lukas lebih menyayangi keluarga nya tanpa mau melukai semua keluarga nya dengan perkataan nya.


“Duduk!”tegas varo mulai serius.


Glek…


Lukas tampak menelan ludah nya kasar ayolah varo tidak setegas ini jika dia tidak serius seperti nya hukuman kali ini akan sangat berat di terima oleh Lukas. Pria itu duduk di sofa di samping Lenka.


Lenka yang melihat sang kakak mendekati nya lalu yang tadi nya memeluk sang mommy kini bergelayut manja di pangkuan Lukas sedangkan Lukas hanya fokus menatap sang daddy yang menatap nya tajam.


“Bulan depan kau akan di pindahkan ke desa, di sana ada sebuah kampus yang lumayan besar tapi cuman akses yang kurang nyaman. Mereka tidak kekurangan apa pun di sana karena kampus itu termasuk bagus di desa, tapi karena itu desa curah hujan yang tinggi mampu mengikis tanah terus menerus jalan jadi cepat rusak, kau intropeksi diri dan mengajar di sana sebagai dosen selama sebulan penuh tanpa ada kartu dan semua nya, tinggal lah di rumah lama mommy mu,”ucap varo mengatakan itu dengan satu tarikan nafas.


Damn seketika harapan Lukas sirna tatapan nya mengedip beberapa kali seolah tidak percaya sebulan bukan lah waktu yang singkat, pria itu memandang wajah sang mommy yang duduk di samping nya.


“Mom dad? Kalian serius aku tidak bisa, apa aku bisa mengajak bawahan ku? Membawa mobil? ATM? Semua yang aku miliki ke rumah itu?”ucap Lukas dengan cepat mengatakan itu.


“Tidak lagi pula ini hanya sebulan bukan setahun Lukas kau bisa merasakan bagaimana mommy dulu yang hidup tanpa kemewahan, belajar lah jadi lebih baik sayang,”ucap rere kepada sang putra.


Perkataan tidak yang di lontarkan rere seketika membuat Lukas terdiam seribu bahasa sebulan? Apakah dia bisa menerima semua itu selama sebulan sehari saja seperti nya sudah membuat nya tidak bisa melakukan apa pun.


“Mom dad aku mohon,”ucap Lukas.


Tidak ada sanggahan sama sekali di sana Lenka yang mendengar itu seketika ikut panik.


“Tidak Lukas tidak boleh pergiiii,”