SAMUEL

SAMUEL
BAB 113



"Jangan menatap ku dengan terdiam by! Aku malu,"rengek Lenka kepada Samuel.


Bagaimana Sam tidak terdiam, betapa cantik dan seksi nya makhluk ciptaan tuhan ini. Lenka memakai lingirie yang sempat dia tolak pakai tadi, kulit putih nya terpampang jelas, bagian perut nya terekspos dan aset nya menerawang di sebalik celana segitiga itu.


Glek...


Samuel menelan ludah nya dengan kasar melihat penampilan istri nya yang jarang-jarang sangat hot itu, Lenka memang tidak suka di suruh memakai pakaian haram itu.


"Aku sudah memakai nya bukan? Jangan marah lagi loh,"


"Ya, jangan marah lagi,"


"Sudah ya aku ganti, ga marah lagi kan,"


Ucap gadis itu beruntun dan berlari kecil karena malu, langkah kaki nya masuk kembali dalam kamar siap menutup pintu kamar itu dengan kuat tapi Sam yang sudah berdiri dan menahan handle pintu membuat Lenka terkejut.


"Hei kau mau kemana gadis ku yang cantik?"


"Kau harus memberikan singa yang lapar ini asupan bukan?"ucap Samuel dengan seringai mengoda nya.


Argh...


"Tidak By, kau yang meminta ku untuk mencoba nya,"teriak Lenka kaget ketika Samuel mengendong tubuh mungil nya spontan.


Bruk..


Tubuh gadis itu di jatuhkan ke kasur perlahan, Samuel tidak mempedulikan istri kecil nya yang terus memberontak dalam kukungan nya. Pria itu mengusap pipi mulus Lenka.


"Tangan mu Sam,"ucap Lenka dengan nafas yang memburu karena panas juga mulai menyerang nya.


Pria itu menyeringai melihat istri nya yang juga sudah terpancing, Samuel mengusap aset berharga milik Lenka.


"Ja ja jangan,"risau Lenka menolak tapi gadis itu juga merem melek menikmaati sentuhan Sam.


"Dasar meesum kau sendiri sudah basah sayang,"goda Sam dengan suara berat nya.


Jari pria itu bermain di miliik nya Lenka seolah melakukan pemanasan, ciuuman pria itu mulai menciium bibir Lenka dengan luumataan yang sedikit brutal, dia ingin bermain lebih cepat kali ini.


Pria itu juga meninggalkan beberapa kissmark di leher mulus sang istri, Sam melepas segala kecuupan itu dan melihat istri nya yang sudah berantakan dengan naafsu yang juga memburu.


Samuel menyeringai, lingirie yang di pakai Lenka sudah turun melewati bagian daada nya, memperlihatkan payuudara gadis itu yang bulat dan besar.


Mata pria itu sangat terbesit ingin mengigit nya kasar, Sam menjiilat lidah nya sendiri merasa menatap pemandang yang indah.


Srek...


"Kenapa kau merobek nya itu pemberian Aga by,"kaget Lenka melihat Samuel menarik baju itu dengan kasar.


"Itu memang untuk di pakai sekali sayang, lupakan itu. Lebih baik kau jinakan saja junior,"ucap Samuel mengarahkan tangan Lenka ke arah selaangkangaan nya.


"Besar, maksud ku, iya besar,"grogi Lenka.


"Aku masih heran kenapa bisa muat,"gumam Lenka.


"Jangan membuatku tertawa kita sedang serius,"ucap Samuel melepas semua pakaian nya.


Sekarang giliran Lenka yang meneguk saliva nya dengan kasar, gadis itu melihat betapa perkasa nya milik suami nya begitu pun dengan otot tubuh itu, ayolah serius? Apa pria berumur 32 tahun ini sangat hot.


"Seperti nya kau hot daddy by," bisik Lenka mengoda Samuel dengan mengengam milik pria itu kuat.


Argh...


"Jadi malam ini kau panggil aku daddy sayang,"bisik Sam.


Dengan gerakan cepat Samuel melakukan penyatuan, malam itu mereka melakukan olahraga malam yang cukup panjang. Lenka baru bisa tidur dini hari karena harus meladani suami nya yang sangat bernafaasu malam itu.


Erangan dan deesaahan malam itu menghiasi mansion yang hanya di hunyi dua orang suami istri itu, mereka memang belum memiliki pembantu hanya datang siang hari untuk sekedar bersih-bersih rumah yang luas itu.


Di sisi lain Gisel dan Sadam saat ini tengah berada di sebuah acara pesta ulang tahun milik undangan Gisel, sebenarnya gadis itu hanya ingin datang sendiri tapi Sadam memaksa ingin ikut dan mengatakan dia harus menjaga Gisel.


"Siapa yang ulangtahun?"tanya Sadam yang membuka pintu untuk sang istri.


"Pacar kakak ku suami ku,"jawab Gisel mengatakan itu.


"Oh,"jawab Sadam dengan santai.


Entah kenapa Sadam merasa sedikit tidak suka dengan sikap Aiden entah hanya perasaan nya atau bukan, tapi Aiden menatap dan memperlukan Gisel sangat aneh di mata nya.


"Mari kita sambut bintang utama malam ini, mari kita nyanyikan lagu ulangtahun bersama-sama,"ucap MC membawakan acara.


Terlihat wanita cantik dengan gaun manis nya bertepuk tangan sedangkan pria yang Gisel kenal berdiri dari jarak jauh di sana, Gisel melihat kado yang dia bawa.


"Kau kenapa akhir-akhir ini tidak memakai kacamata kembali?"tanya Sadam spontan saat di keramaian itu.


"Kenapa suami ku? Apa aku terlihat jelek seperti ini?"tanya Gisel dengan panik.


'Bukan jelek, kau jadi tambah cantik. Dan lihat para pria ith itu menatap mu, si@lan apa aku harus menembak mereka satu persatu dan merobek otak mereka,' batin Sadam kesal.


Memang ketua informan aeros itu otak nya sama sama pyso seperti bos mereka, Sadam yang kesal menarik pinggang sang istri dan menghimpit nya seolah mnegatakan kalau dia sudah memiliki seorang pria!


"Suami ku kenapa?"tanya Gisel kaget.


"Lain kali jangan berdadan seperti ini, aku risih mereka menatap mu, boleh kah aku menusuk mata mereka agar tidak terus menatap istri ku?"tanya Sadam kepada Gisel.


Bugh..


Pukulan kecil dari tangan mungil nya mendarat tepat di dada Sadam, pria itu menatap rendah ke arah Gisel yang lebih pendek dari nya itu.


"Suami ku, kenapa pikiran mu sangat menyeramkan, jangan sampai! Atau aku akan marah,"bisik Gisel kepada suami nya itu.


"Baiklah,"jawab Sadam menurut.


Acara berlangsung meriah, Sadam yang mendapat telpon pamit kepada Gisel yang juga sudah selesai memberikan kado kepada gadis yang Sadam tahu adalah pacar dari Aiden.


"Aku akan menerima telpon, jika ada pria menganggu katakan aku akan menarik usus nya keluar dari perut nya, jika dia berani,"ucap Sadam berlalu pergi.


"Sekalian kau tandai saja aku dan tulis milik iblis!"kesal Gisel kepada suami nya yang sudah berlalu.


Gisel mengerucutkan bibir nya padahal Sadam mengatakan kalau dia tidak menyukai nya dia hanya menjaga diri nya saja karena Gisel adalah istri nya, gadis itu menikmati jamuan dan meminum alkohol berkadar rendah.


"Dingin,"gumam Gisel memilih jalan ke balkon yang sepi dan duduk di kursi panjang menikmati minuman nya.


Seorang pria memakai baju kasual datang dan langsung berjongkok di depan Gisel.


"Kakak?"