
Flasbak on
Saat ini Samuel sedang berada di markas Aeros Dia sudah mengerjakan tugas nya menganalisis serta mengecek rutin siapa yang berani menganggu William, saat Dia sedang fokus dengan data target yang lain Kevin datang.
"Bos, Anda bilang akan mengunjungi wisuda Nona Lenka, sekarang sudah siang apa Anda tidak akan datang?"tanya Kevin mengingatkan pria yang sedang fokus itu bersama rekan tim nya yang lain.
Brak..
"Oh **1* Kev, Aku lupa,"umpat Samuel menatap Kevin yang sedang berdiri di belakang nya.
Arbian yang sedang berada di ruangan itu, memutar kursi nya menatap Samuel yang mengusap wajah nya kasar.
"Wah wah Big Bos Apa Anda kepincut dengan Nona muda William, Aku sampai terharu Anda juga bisa menyukai seorang gadis,"ucap Arbian dengan tersenyum kecil mengejek Bos nya itu.
Tim lain yang ada di sana juga mewakili perkataan mereka sendiri, Sadam juga ikut mengoda Bos nya itu.
"Iyah nih Bos, ayo dong makan-makan bayar kami, tapi kalau kau sudah jadian,"ujar Sadam mengatakan itu kepada Samuel.
Wajah pria itu tercetak kesal mendengar godaan dari banyak nya orang di dalam ruangan itu, biasanya Dia tidak gampang terpancing emosi oleh godaan apa pun, entah kenapa hal yang menyangkut Lenka membuat nya kesal ketika ada yang mengejek perasaan nya.
Bruk...
Sebuah bolpoin tepat mengenai wajah tampan Arbian, pria itu meringis dengan mengusap wajah nya sambil memasang wajah tersenyum canggung menatap Samuel yang memberikan tatapan tajam iblis nya.
"Arbian tutup mulut mu sebelum pisau kesayangan ku membuat mu berteriak kesakitan,"ujar Samuel.
Glek...
Semua anak buah Samuel seketika meneguk saliva nya dengan kasar mendengar penuturan pria itu, mereka semua yang tadi nya memutar kursi ke arah Samuel sekarang fokus kepada komputer mereka.
"Ekhem tapi Aku akan mentraktir kalian, kami memang belum jadian tapi Dia sudah Aku tetapkan jadi milik ku, kalian bebas memesan apa saja,"ucap Samuel dengan suara sedikit canggung merasa malu.
Krek..
Arbian kembali memutar kursi nya tertawa menatap ekspresi bos nya itu.
"Ayolah bos jangan malu-malu kau seperti anak kucing,"ucap Arbian kembali mengoda.
"Arbian!"serempak semua orang di sana agar bisa menutup mulut nya yang ceplas ceplos itu, atau Samuel tidak jadi membelikan mereka makanan mewah.
"Aku kenapa?"tanya Arbian dengan wajah b0doh nya.
"Memang cuman Aku yang masih waras walau sudah bekerja dalam pekerjaan berbahaya ini,"gumam Sadam mengelengkan kepala nya.
Samuel pergi langsung meninggalkan ATM nya kepada Arbian, pria itu masuk ke dalam mobil yang di supiri oleh Kevin.
"Apa kau ingin membeli sesuatu Tuan?"tanya Kevin melirik Samuel dari kaca mobil nya.
"Haruskah?"tanya Samuel kembali.
"Tentu, tidak mungkin seorang pria tidak membawa apa pun saat acara kelulusan kekasih nya,"ujar Kevin mengatakan itu.
Pria itu yang mendengar kata kekasih langsung tersenyum menyeringai merasa senang ketika Kevin mengatakan kalau diri nya adalah kekasih Lenka.
"Kekasih,"gumam Samuel tersenyum miring.
"Baiklah, kita ke Mall dan bantu Aku memilih hadiah nya,"ucap Samuel kepada Kevin yang mengangguk tanda mengerti.
Mobil mewah BMW Samuel menuju salah satu grand Mall terkenal di Roma yang juga di miliki oleh salah satu aset dari Alferoz sendiri, pria itu turun setelah Kevin berjalan di depan nya, Kevin berhenti melangkah di depan toko tas brand mewah.
"Wanita suka barang-barang mewah Tuan Anda bisa melihat nya di sini,"ucap Kevin menjelaskan itu.
Langkah nya memasuki toko itu dengan sambutan ramah dari pelayan toko, wanita itu memyambut Samuel sambil memperlihatkan dan menjelaskan berbagai brand mewah itu.
Seketika pelayan itu tertegun melihat ketampanan Samuel, Dia seketika tergagap menjawab pertanyaan Samuel.
"Kalau brand yang bagus semua nya bagus Tuan,"ucap pelayan itu mengatakan nya segara spontan.
"Bungkus semua nya satu-satu,"ucap Samuel berjalan keluar toko meninggalkan Kevin yang pergi membayar belanjaan nya.
"Apa? semua nya Tuan? Apa Anda yakin?"tanya pelayan toko itu menatap punggung Samuel menjauh pergi.
"Bungkus saja Nona, dan tolong bantu Aku mengantar nya pada mobil kami,"ucap Kevin mengeluarkan black card dari sebalik jas nya.
Pelayan toko itu seketika mengangguk seperti nya Dia juga akan mendapat bonus karena pelayanan nya dan costumer nya membeli banyak, dengan grogi Dia mengambil black card itu.
Samuel terus berjalan hingga akhirnya pandangan nya berhenti pada toko perhiasaan Dia masuk dan melihat sepasang cincin simple tapi membuat nya tersenyum senang.
"Berikan Aku yang ini,"ucap Samuel menunjuk langsung.
"Harga nya seki--,"
"Bungkus saja, Aku tidak menanyakan harga nya,"kesal Samuel kepada pelayan toko perhiasaan mewah itu.
Pria itu seketika memakai sarung tangan nya terlebih dahulu dan membungkus nya, Samuel memberikan black card nya, kotak cincin itu Dia masukan ke dalam saku jas nya sambil tersenyum puas.
"Apa ini terlalu cepat, tidak ini bukan lamaran hanya sebuah bukti,"ujar Samuel melangkah kan kaki nya keluar mall.
Kevin sudah menunggu di dalam mobil, Samuel memerintahkan Kevin terlebih dahulu sebelum mereka pergi.
"Kev, suruh para anggota yang tidak bekerja dan suruh mereka mempersiapkan kejutan dan datang ke kampus, ini misi rank S,"ucap Samuel menutup mata nya dan bersandar.
"Rank S? Bos tapi ini mungkin hanya misi Rank D,"ucap Kevin dengan melongo mendengar hal bertele tele itu.
"Ck apa kau kira Lenka ku itu tidak penting?"kesal Samuel membuka mata nya menatap tajam Kevin.
"Tidak, Aku salah Bos, kau benar,"ucap Kevin menatap canggung Samuel yang kembali menutup mata nya.
'Bucin Anda terlalu berlebihan,' batin Kevin.
Pria itu mengeluarkan ponsel nya dan menelpon ke markas untuk melaksanakan perintah Samuel itu.
Drt.. drt..
"Halo wakil ketua ada apa,"ucap Sadam dari seberang sana melihat Kevin menelpon nya.
"Ini misi Rank S, utus gold tim untuk membawa hadiah Nona Lenka ke kampus, jangan lupa siapkan semaksimal mungkin,"ujar Kevin memerintah kepada Sadam.
Sadam terdiam tidak menjawab, Dia memastikan sekali lagi apa yang menelpon benar-benar wakil mereka.
"Apa kau bercanda Kev? Haha,"
Belum selesai Sadam tertawa Kevin terlebih dulu memarahi bawahan nya itu.
"Jangan tertawa b0doh, ini perintah Big Bos, jika Dia tahu kau menertawakan perintah nya Dia akan memotong lidah mu,"ucap Kevin mengatakan itu dengan kesal.
Glek..
Pria itu seketika baru sadar perintah Samuel adalah mutlak tidak ada yang boleh melanggar nya.
"Baik baik kami akan kesana,"ucap Sadam dengan grogi.
Flasback off